
"Huh, alesan" Kesal Kirana berjalan menuju kasurnya.
"Kamu selalu aja bilang gitu. Pasti kamu lagi sama wanita lain " Kesal Kirana lagi. Alex berjalan mendekati Kirana dan mendekatkan wajahnya ke wajah Kirana.
"Mana mungkin aku bisa berpaling dari wanita secantik dan seseksi kamu sayang " Jawan Alex sambil membelai lembut pipi Kirana.
"Benar?" Tanya Kirana penasaran.
"Apa kamu perlu bukti ?" Tanya Alex sambil melepaskan jaznya dan semua pakaiannya. Kini dia hanya memakai short pendeknya.
"Gak perlu, asalkan kamu selalu disamping ku" Jawab Kirana sambil memeluk Alex dari belakang. Alex tersenyum puas dengan kebodohan Kirana.
"Yakin?" Tanya Alex sambil membalikkan badannya.
"Hemm" Jawab Kirana sambil membuka sedikit dress-nya sedikit. Dengan cepat Alex ******* bibir Kirana dengan agresif. Kirana membalasnya dengan tangan yang aktif membuka short Alex. Alex pun merobek pakaiannya yang di pakai Kirana dengan sangat agresif.
"Kamu harus mengganti bajuku yang kamu rusak ini Sayang " Ucap Kirana dengan mata menggoda nya.
"Akan aku belikan sebanyak yang kamu inginkan Sayang " Jawab Alex sambil memainkan buahnya dengan agresif.
Alex memainkan benda kenyal itu secara bergantian. Sesekali dia menghisap dengan agresif Membuat Kirana meremas rambut Alex. Setelah puas dengan benda kenyal itu, Alex turun dan memainkan pink meronanya. Digerakkan jarinya keluar masuk.
__ADS_1
Dengan senyuman liciknya, Alex mengarahkan miliknya dan menggerakkan dengan cepat. Sesekali Alex menghentakkan miliknya dan Kirana bergerak tak karuan dibawah kendali Alex.
Alex telah sampai dan menarik Kirana untuk mengubah posisi mereka. Dilanjutkan lagi aktifitas panas mereka sampai Alex puas.
***
Setelah Laura mencari tau keberadaan Vian, akhirnya dia menemukan dimana Hotel tempat Vian dan Cinta tinggal.
"Hemmm, disini rupanya Vian dan istrinya itu tinggal. Gak jauh dari Hotel aku tinggali" Batin Laura dengan senang. Laura menjalankan mobilnya pergi dari Hotel yang di tempati Vian.
***
"Masak apa Sayang ?" Tanya Vian sambil memeluk Cinta dari belakang.
"Seperti baisahnya" Singkat Cinta.
"Apa kamu gak mau mandi dulu?" Tanya Cinta lagi.
"Iya habis ini" Jawab Vian yang masih memeluk Cinta sambil menyenderkan kepalanya ke punggung Cinta.
"Kamu berat Vian, Aku masih mau menata yang lainnya" Ucap Cinta sambil melepaskan pelukan Vian.
__ADS_1
"Biarin " Jawab Vian semakin erat memeluk nya.
"Vian...." Cinta menghindari ciuman Vian saat Vian ingin menciumnya.
"Kenapa?" Tanya Vian.
"Aku sedang sibuk"
"Yaa sudah..." Jawab Vian kesal dan pergi meninggalkan Cinta.
"Hah...." Lega Cinta. Cinta melanjutkan pekerjaannya lagi saat Vian mandi. Setelah Vian mandi beberapa menit, nampak Cinta yang sudah membawa piring dna gelasnya ke wastafel.
"Kamu udah makan dulu ?" Tanya Vian yang baru sampai di meja makan.
"Iya, aku sangat lapar. Jadi aku makan dulu" Jawab Cinta sambil berjalan ke kamar.
Vian menghela nafas panjang. Nampak sekali di raut wajah Vian jika dia sangat kesal. Semalam Cinta yang tak mau di sentuh sama sekali, dan paginya pun sama. Bahkan saat makan dia tak mau menunggu nya seperti baisahnya. Dengan kesal Vian sarapan dengan suasana hati yang kacau.
...****************...
Note: Assalamualaikum.... Makasih yaa untuk waktunya mau membaca novel ku, semoga kalian semua selalu suka dan terhibur 😊 Terimakasih banyak. Jika ada masukan boleh komen dan sarannya yaa.
__ADS_1