
"Hati-hati Sayang " Ucap Vian kepada istrinya ini. Pagi ini Cinta sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Nanti sampai Hotel istirahat dulu biar aku pesankan tiket dan aku siapkan barang-barang kita nanti" Lanjut Vian.
"Iya" Jawab Cinta. Sesampainya di Hotel, Cinta terkejut dengan kedatangan Laura yang sudah berdiri di depan kamar Hotel mereka.
"Keguguran ?"Tanya Laura dengan wajah mengejek.
"Jangan membuat kekacauan disini Laura. Lebih baik kamu keluar dari sini atau aku akan panggil security " Ucap Vian dengan menahan amarahnya.
"Sialahkan. Aku gak takut" Jawab Laura dengan menaikkan alisnya.
"Vian aku lelah. Bawa aku masuk kedalam " Pinta Cinta yang tak ingin meladeni Laura.
"Iya Sayang " Jawab Vian sambil menuntun Cinta.
"Dua kali keguguran. Menurut mu kamu bisa dengan gampang untuk hamil lagi?" Ucap Laura tiba-tiba saat Vian dan Cinta hendak melewati nya.
__ADS_1
"Apa maksud mu?" Jawab Cinta yang sudah tak kuat dengannya.
"Hah, satu kali keguguran saja bisa sulit memiliki anak lagi. Apalagi dua kali dalam jangka waktu yang dekat. Bisa-bisa kamu gak akan punya anak selamanya " Ejek Laura
Plakkk. Satu tamparan keras melayang kepipi Laura.
"Aku gak tau dengan isi hatimu dan isi fikiran mu. Kamu itu perempuan sama denganku. Tapi kamu gak punya hati sampai-sampai kamu merebut kebahagiaan perempuan lain. Apa kamu segitu murahnya ha, sehingga kamu menginginkan Pria dari perempuan lain. Segitu gak lakunya kamu ha?" Bentak Cinta.
"Sayang, kamu tenang ya. Sudah jangan di ladeni. Lebih baik kita masuk aja" Ucap Vian sambil menghapus air mata Cinta.
"Dan kamu Laura, aku pastikan kamu mendapatkan hukuman atas membunuh anakku. Aku pastikan kamu akan menyesal karna sudah berurusan dengan ku dan merusak keluarga ku. Kamu tunggu saja Laura " Bentak Vian. Merekapun meninggalkan Laura yang masih berdiam diri di depan pintu Hotel mereka.
"Ahhh ada besan berkunjung. Silahkan duduk Pak Handoko" Sapa Pak Bram.
"Bun, Bunda....." Panggil Pak Bram kepada istrinya.
"Selamat pagi Pak. Maaf tidak sempat bikin apa-apa. Soalnya saya gak tau jika anda berkunjung" Ucap Bunda sambil menyalami Pak Handoko.
__ADS_1
"Tidak papa Bun, saya kesini hanya ingin menyampaikan sesuatu saja. Dan hanya sebentar karna setelah ini saya ada rapat juga" Jawab Pak Handoko.
"Menyampaikan apa Pak ?" Tanya Bunda penasaran.
"Mengenai Cinta dan Vian ?" Lanjut Bunda.
"Memang, batin seorang ibu dan anak tidak bisa diragukan lagi ya Pak Bram. Hahahaha" Jawab Pak Handoko sambil bercanda.
"Yaa namanya juga perempuan, bukan dengan anaknya saja. Dengan suaminya pun juga Pak. Hahaha" Sahut Pak Bram.
"Baik, karna waktu saya juga tidak banyak. Saya akan langsung saja. Saya saat Vian dan Cinta berangkat liburan kemarin, mengirimkan bawahan saya untuk menjaga mereka" Ucap Pak Handoko yang membuat Bunda dan Pak Bram saling pandang karna heran.
"Saya dulu sebelum melamar Cinta, saya sudah dulu melamar Putri dari teman bisnis saya. Namun, Vian menolak keras dan menginginkan menikah dengan Cinta. Sebelumnya saya menolak, karna saya tidak mengenal keluarga anda dan saya tidak tahu latar belakang keluarga anda. Namun dari waktu ke waktu saya dapat mengetahui latar belakang keluarga anda. Awalnya saya menawarkan bantuan kepada anda untuk melihat seberapa dermawan anda dan saya ingin melihat keluarga anda seperti apa. Jika saya salah memilih menantu, maka saya akan menarik semua dana yang saya berikan kepada anda. Namun jika saya benar memilih menantu, maka saya akan melakukan apapun untuk keluarga anda" Jelas Pak Handoko.
"Anak teman saya itu, yang pernah saya lamarkan untuk Vian adalah Laura. Laura suka dengan Vian, namun Vian tidak. Dia tidak terima saat Vian membatalkan pernikahan mereka dan Vian menikah dengan Cinta. Laura mulai muncul di kehidupan Vian dan Cinta dengan cara menjadi rekan bisnis Vian. Untungnya saya bisa menyadari dan mengambil alih perusahaan sementara waktu. Dan saya menyuruh Vian dan Cinta untuk berlibur agar jauh dari Laura. Namun, Laura ternyata mengikuti mereka. Berbagai cara dia lakukan untuk bisa dengan Vian. Sampai, dia menemui Vian dan Cinta saat mereka sedang keluar jalan-jalan " Pak Handoko menghela nafas panjang.
"Cinta keguguran saat bertengkar dengan Laura " Lanjut Pak Handoko dan membuat orangtua Cinta kaget.
__ADS_1
...****************...