Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Balas dendam


__ADS_3

Bara yang sangat panik saat mengetahui bila Cinta kehilangan bayinya. Dia tidak henti merasa bersalah dan takut bila Cinta akan semakin membencinya.


"Kenapa, kenapa disaat seperti ini Kirana datang. Jika bukan karena Kirana datang, pasti Cinta masih dengan bayinya sekarang". Batin Bara.


"Apa aku datang menemuinya saja yaa dan menanyakan bagaimana dengan kondisinya sekarang. Tapi, apa dia mau bertemu denganku setelah apa yang menimpa dirinya ". Batinnya lagi.


"Sedang memikirkan apa kamu Bar ?". Tanya Kirana yang tiba-tiba datang.


"Bukan apa-apa ". Singkat Bara dan pergi meninggalkan Kirana diruang tamu sendirian.


"Ingin kemana lagi kamu Bar ?" Teriak Kirana tapi tak dihiraukan Bara.


"Sial. Awas saja jika kamu menemuinya lagi. Akan ku pastikan kamu tidak akan pernah bertemu dengannya lagi" Ucap Kirana kesal.


***


"Papa, kok gak memberitahu Vian dulu jika mau kesini. Kan bisa Vian jemput pa". Ucap Vian sembari turun tangga.

__ADS_1


"Tak apa nak, Papa tau jika kamu sibuk untuk merawat istrimu. Untuk saat ini, urusan kantor biar Papa yang urus. Kamu fokus menemani Cinta dulu". Ucap Pak Handoko.


"Terimakasih pa" Jawab Vian.


"Apa istri mu sudah membaik ?"


"Ah, sudah pa lumayan. Kadang dia masih menangis dan juga menyalahkan dirinya sendiri". Jawab Vian.


"Apa kamu sudah tau penyebabnya apa. Apa jatuh sendiri atau mungkin -"


"Mungkin apa pa?". Sahut Vian.


"Vian juga berfikir seperti itu pa. Jika memang Cinta didorong oleh seseorang, maka Vian gak akan tinggal diam pa. Ini termasuk pembunuhan dan penganiayaan. Vian gak terima anak Vian tiada pa, belum lagi Cinta yang terus menyalahkan dirinya sendiri. Vian sangatlah tidak rela pa". Keluh Vian.


"Sabar Vian. Kamu harus bersabar dan bisan menenangkan istrimu. Kamu jangan lemah kamu harus kuat. Dan apa Cinta sudah memberitahu kamu penyebab dia terjatuh sampai keguguran ". Tanya Pak Handoko.


"Belum pa, tapi Cinta sempat bilang saat dia histeris dirumah sakit , katanya gara-gara mereka kami kehilangan bayi kami. Tapi Vian tak berani menanyakan sampai sekarang pa, karna takut membuat Cinta semakin sulit melupakan masalah itu". Jawab Vian

__ADS_1


"Kalau sudah membaik, kamu tanyakan dan kita urus semuanya dikantor polisi. Biar hukuman yang menyelesaikan Vian. Jika laki-laki orangnya, berjanjilah pada Papa agar kamu bisa mengontrol diri jangan gegabah. Kamu faham Vian ". Jelas Pak Handoko dan diangguki Vian.


"Jika memang kamu penyebabnya, aku gak akan berbelas kasihan lagi. Akan aku pastikan hidupmu dengan keluarga mu sangat menderita ". Batin Vian.


***


"Yah, Apa Bunda menginap saja yaa dirumah Cinta. Mama sangat kawatir jika Cinta berbuat sesuatu dengan dirinya Yah".


"Bun, Ayah juga berfikir seperti itu. Tapi kan ada Vian, pasti dia sekarang memilih menemani anak kita dan menyerahkan pekerjaan dikantornya kepada Papa nya. Pasti Vian bisa mengatasi masalah rumah tangga mereka. Sebaiknya kita jangan ikut campur Bun, kita bantu dengan do'a agar anak kita bisa mengatasi masalah rumah tangga mereka. Jika kita dibutuhkan pasti Vian akan minta bantuan kita, jika untuk sementara ini Vian belum menghubungi berati dia bisa mengatasi nya sendiri Bun. Kamu jangan mikir yang aneh-aneh yaa. Kita do'a kan saja dari sini". Nasehat Pak Bram.


"Iya yah kamu benar. Bunda sangat ingin melihat anak kita tersenyum bahagia lagi. Semenjak Cinta bertemu dengan Vian, dia menjadi sangat bahagia dan ceria. Bunda gak ingin itu hilang yah"


"Iya Bun, kita do'a kan saja ya". Jawab Pak Bram.


...****************...


Assalamualaikum....

__ADS_1


Maaf yaa update nya lama soalnya sedang sibuk dengan anakku yang sedang sakit jadi harus merawat dulu sampai sembuh. Dan Allhamdullillah sudah sehat sekarang jadi baru bisa melanjutkan. Semoga terhibur yaa dan jangan lupa like komen dan vote yang banyak yaa... Terimakasih dan semoga terhibur 😘💕


__ADS_2