Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Mulai lagi


__ADS_3

Pagi hari.


"Hemmmm," Cinta membuka matanya pelan. Dilihatnya Vian yang masih terlelap tidur. Dipandanginya wajah suaminya ini yang sangat tampan itu.


"Kenapa aku baru sadar kalau Vian begitu tampan. Apalagi saat dia lagi tidur gini. Pantes aja mantan tunangannya itu masih tergila-gila " Batin Cinta sambil terus memandanginya. Perlahan Cinta membelai wajah Vian dengan lembut. Saat tangan Cinta mendekati bibir Vian, Cinta kaget saat tangannya ditahan oleh Vian dan ditarik sampai Vian menguasai nya lagi.


"Vi-vian, kamu udah bangun?" Kaget Cinta.


"Udah" Singkat Vian sambil menciumi leher Cinta.


"Se-sejak kapan?" Tanya Cinta lagi.


"Sejak kamu membelainya dan membangunkannya" Jawab Vian lagi.


"Ini masih pagi Vian, aku mau mandi. Aku belum buat sarapan untuk kita"


"Ini juga sedang sarapan. Selamat makan" Jawab Vian senang.


"Viannnnnnn" Jengkel Cinta. Dan terjadi lagi olahraga paginya.

__ADS_1


***


"Hemzzzh" Suara Kirana saat benda panjang berotot itu digesekkan ke tempat semestinya.


"Jangan lama-lama Sayang, aku ingin sekarang" Kata Kirana lagi. Dengan senang lelaki itu mendorong pinggulnya dengan cepat. Perlahan menggerakkan maju mundur.


"Lebih cepat lagiiiih" Pinta Kirana yang sudah tak tahan.


"Baik Baby " Jawab lelaki itu. Dicepatkan lagi gerakkannya dan disusul dengan suara Kirana yang bergema diruangan hotel itu. Satu pelepasan sudah sampai.


"Sekarang giliran ku" Ucap Kirana yang naik keatas lelaki itu. Dilanjutkan lagi aktifitas seperti biasahnya.


***


"Cewek mana sih yang betah sehari gak nyariin gue " Jawab Alex dengan sombongnya.


"Hahahaha, benar juga. Loe kan sering dicariin cewek-cewek " Sahut temannya lagi


"Bahkan ada yang nyariin buat ngakuin anak yang ditanam sama dia nih. Hahahaha" Tunjuk salah satu temannya lagi.

__ADS_1


"Yahh, gimana ya. Mereka sendiri yang datang sambil nawarin buat dicoba. Ya gue coba lah, barang gratis coy. Sayanglah kalau dianggurin" Jawab Alex sambil tertawa puas.


"Gila loe. Tapi seru juga sih. Kapan-kapan kasih lah buat kita satu. Yak gak?" Canda temannya.


"Bener nih, kalau lagi seneng-seneng sekali-kali inget sama kita dong" Sahut teman satunya.


"Tenang, gue carikan satu buat kita nikmati bersama. Tapi setelah gue " Jawab Alex lagi


***


Kerja sama Antara perusahaan Papa Laura dengan Vian yang sekarang digantikan oleh Pak Handoko. Mendadak di ambil alih oleh Papa Laura. Karna Laura yang sudah tau jika yang menjalani perusahaan Vian adalah Papa nya bukan Vian sendiri.


"Gus, menurutmu Laura apa kecewa dengan perkataan ku waktu itu. Sampai dia menyerahkan proyek ini dengan Papa nya. Padahal kan dia sangatlah senang bisa bekerjasama dengan perusahaan Vian " Tanya Pak Handoko.


"Menurut saya, justru Bapak berkata seperti itu sangat tepat. Karna dengan begitu Bapak sudah menyelamatkan keharmonisan rumah tangga Pak Vian dan Ibu Cinta. Sudah sangatlah jelas bahwa Ibu Laura mempunyai tujuan lain selain bekerjasama dengan perusahaan kita Pak. Buktinya sebelum Bapak Handoko yang memegang perusahaan ini, Ibu Laura sangat bersemangat saat rapat atau bertemu dengan Pak Vian secara tiba-tiba. Setelah tau bahwa Bapak yang memegangnya bahkan Ibu Laura tidak pernah kesini lagi dengan alasan pekerjaan yang gak jelas itu" Jelas Bagus.


"Iya, kamu benar. Syukurlah jika keputusan ku dengan Vian tepat. Karna saya gak mau jika rumah tangga anak saya jadi korban dengan urusan bisnis ini. Semoga Laura tidak akan bertindak lebih jauh lagi". Jawab Pak Handoko dan diangguki Bagus.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2