
"Apa kamu hamil!" ucap Edo terkejut.
"Iya Edo aku hamil anak kamu" jawab Melati.
"Enggak mungkin itu anak aku, itu pasti anak Akbar. Laki-laki yang dijodohkan sama ayah kamu" ucap Edo.
"Bayi yang di dalam kandungan aku ini anak kamu Do, aku aja baru jalan sekali sama Akbar" jawab Melati sambil mengusap butiran air yang mengalir di pipinya.
"Kamu gak usah ngarang yah kalau itu anak aku. Pokoknya aku gak mau tanggung jawab karena itu bukan anak aku, tapi anak Akbar. Dan walaupun itu anak aku, aku juga gak akan mau tanggung jawab. Paham kamu!" ucap Edo.
"Ini anak kamu Edo" ucap Melati.
"Halah aku gak mau dengar apapun dari mulut kamu, karena kamu itu cuman buat pelampiasan nafsu ku saja" ucap Edo meninggalkan Melati pergi.
"Edo" ucap Melati tersungkur ke tanah, sambil melihat kepergian Edo.
~Di dalam mobil Edo~
"Enggak mungkin Melati hamil, enggak mungkin itu anak aku" gumam Edo.
Edo pun langsung menuju tempat karaoke nya. Edo kemudian bertemu dengan temannya.
"Hai bro, apa kabar?" ucap Rino teman Edo.
"Baik bro" jawab Edo.
"Muka lu kenapa sih kayak kusut banget" ucap Rino.
"Gini bro, cewek gue Melati dia sedang hamil anak gue" ucap Edo.
"Terus apa yang Lu khawatirkan bro" jawab Rino.
"Dia minta gue tanggung jawab, tapi gue gak mau lah. Siapa tahu itu anaknya Akbar orang yang dijodohkan sama Melati" ucap Edo.
"Bener tu bro, ngapain juga lu tanggung jawab. Melati itu kan cuman pelampiasan nafsu lu, masih banyak cewek yang bisa kita manfaatkan selanjutnya. Hahahahhaah" jawab Rino sambil tertawa jahat.
"Bener juga lu bro, ayo malam ini kita cari mangsa yang baru. Ngapain juga sama si Melati yang udah gak perawan, gak guna banget" ucap Edo tersenyum sinis.
Melati pun bergegas pulang ke rumah. Sesampainya di rumah dia langsung pergi ke kamar, dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Melati menangis sejadi-jadinya, dia tidak tahu apa yang akan dia katakan pada ayahnya. Bagaimana respon ayahnya ketika mengetahui bahwa dia sedang hamil di luar nikah.
__ADS_1
"Ayah maafkan Melati" gumam Melati.
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu kamar Melati. Melati terkejut dan segera mengusap air matanya. Dia langsung bergegas membuka pintu. Ternyata Bi Ijah yang mengetuk pintu kamarnya.
"Ada apa bi?" ucap Melati.
"Non Melati kenapa? Non habis nangis yah?" ucap Bi Ijah.
"Enggak bi, Melati gak papa" jawab Melati.
"Yaudah non, kata bapak non Melati disuruh ke ruang kerja bapak" ucap Bi Ijah.
"Iya Bi nanti Melati segera ke sana" jawab Melati.
"Bibi permisi dulu yah non" ucap Bi Ijah.
"Iyah bi" jawab Melati.
Melati langsung pergi ke kamar mandi dan merendam kan wajahnya ke air.
"Apa yang harus katakan sama ayah, Ya Tuhan apakah ini teguran dari Mu. Karena selama ini aku tidak pernah menuruti ayah" gumam Melati.
Setelah sejenak merenungkan akhirnya Melati menemui ayahnya. Dia takut kalo ayahnya tahu kalau dia hamil, atau Edo sudah memberitahukan kepada ayahnya. Langkah demi langkah Melati, dia sangat gugup. Entah apa gerangan ayahnya memanggilnya. Melati pun mengetuk pintu. Tok tok tok..........
Melati pun masuk dan melangkahkan kakinya mendekati meja kerja ayahnya.
"Ada apa ayah?" ucap Melati.
"Ada yang mau ayah bicarakan sama kamu, penting" jawab ayahnya.
Berdegup kencang jantungnya, bertanya-tanya di dalam hatinya saat mendengar kata penting. Perihal apakah yang akan di bicarakan ayahnya padanya.
"Ayah emangnya mau bicarakan apa sama Melati?" ucap Melati gemetar.
"Kamu duduk dulu, sebentar ada yang ayah mau cari dulu" jawab ayahnya.
"Ayah mau bicarain apa yah" gumam Melati sambil menggenggam erat kedua tangannya.
"Nah ini kamu lihat bagus kan dekorasi untuk pernikahan kamu sama Akbar" ucap ayahnya kegirangan.
"Iiiiii Iyah ayah bagus" jawab Melati lega.
__ADS_1
"Ini ayah sama, ayahnya Akbar yang pilihkan, kamu suka kan nak. Hmmm pasti kamu suka" ucap ayahnya.
"Iyah ayah Melati suka kok" jawab Melati tak sadar.
"Astaga apa yang sudah aku katakan" gumam Melati.
"Yasudah nanti ayah akan beritahu ayahnya Akbar kalo kamu juga suka dengan konsep dekorasinya" ucap ayah Melati.
"Iyah ayah, Melati mau ke kamar dulu. Sudah gak ada lagi kan yah, yang mau dibicarakan sama Melati?" jawab Melati.
"Iyah nak kamu kembali saja ke kamar mu" ucap ayahnya.
Baru tiga langkah Melati melangkahkan kakinya, tiba-tiba ayahnya memanggilnya kembali.
"Tunggu Melati" ucap ayahnya.
Melati menghentikan langkahnya dan sontak membuatnya terkejut dan menoleh ke belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..........................................
Maaf yah baru up, soalnya author lagi banyak tugas di sekolah akhir-akhir ini jadi gak sempat buat up 😂🙏
__ADS_1