
"Duh, Vian apa lupa ya kalau sekarang aku udah boleh pulang. Dimana sih, kenapa belum sampek juga dari tadi" Panik Laura yang terus melihat ponselnya.
"Apa aku telvon saja yaa?"
Sementara itu dirumah Vian, Cinta tak banyak bicara dan terus melamun. Vian yang belum menyadari bahwa ada telvon masuk dari rumah sakit masih bersantai diruang TV. Tak lama kemudian dering ponsel Vian berdering sampai Cinta pun mendengar dan hanya menoleh kearah Vian. Saat Vian melihat bahwa Laura yang menghubungi, dia langsung berdiri dan berjalan keluar.
"Ada apa?" Tanya Vian.
"Kamu lupa kalau aku sekarang udah boleh pulang ? Aku sudah menunggu mu sejak tadi pagi" Jawab Laura.
"Sekarang ? Kenapa kamu baru menghubungi ku sekarang ? Bagaimana kalau sekertaris ku saja yang menjemput mu?" Tawar Vian.
"Apa kamu sibuk? Aku masih takut dengan Pria asing Vian. Kalau kamu tak bisa menjemput ku, aku naik taksi saja. Maaf mengganggu mu" Ucap Laura langsung mematikan ponselnya.
"Bukan begitu.... Halo? Laura ?. Ahhh sial...."
"Bagaimana aku minta izin ke Cinta ya? Apa aku harus beralasan lagi?" Binggung Vian.
"Sial, sepertinya Vian mulai nyuekin aku sekarang. Aku harus buat cara agar dia gak bisa lepas dari pelukan ku" Ucap Laura.
"Kamu kenapa Vian ?" Tanya Cinta yang muncul secara tiba-tiba.
"Ahhh, ini ada.... itu..... urusan mendadak dikantor" Jawab Vian dengan gugup.
__ADS_1
"Kalau gitu kamu cepat-cepat kekantor gih, nanti katutnya kamu telat" Santai Cinta.
"Apa tak apa aku tinggal lagi. Sebentar lagi kan kita mau liburan"
"Kan masih besok, udah kamu selesaikan dulu urusanmu, biar waktu kita liburan tak ada yang menggangu " Ucap Cinta.
"Kalau begitu aku siap-siap dulu yaa Sayang " Ucap Vian dan mencium kening Cinta. Cinta hanya tersenyum saja tanpa membalas ucapan Vian.
Saat Laura sudah membereskan barang-barangnya dirumah sakit dia berjalan keluar dengan mood yang jelek. Siapa disangkan, Vian ternyata sudah menunggu di luar untuk menjemput Laura. Laura yang mengetahui itu langsung berubah menjadi gembira.
"Lho, katanya kamu sibuk. Kok disini?" Tanya Laura.
"Gak apa kok, ayo aku antar ke apartemen mu. Tapi maaf aku tak bisa berlama-lama ya. Setelah aku mengantar mu aku harus pulang lagi. Tak apa kan?" Tanya Vian sambil memasukkan barang bawaan Laura.
"Aku akan buat kamu, setelah ini berpihak kepadaku Vian " Batin Laura dengan senyuman licik.
Saat mobil Vian berjalan menuju Apartemen Laura, nampak ada mobil yang mengikutinya dari belakang. Yaa, dia adalah Cinta. Cinta mengikut Vian setelah Vian pergi dari rumahnya. Cinta penasaran dengan semua keganjalan yang dia temukan akhir-akhir ini. Sampai Cinta berhenti di sebuah Apartemen mewah dan Vian turun bersama Laura. Air mata Cinta terus ingin keluar,tapi ditahan olehnya. Setelah mereka masuk, Cinta mengikuti dari belakang sambil mengenakan masker dan kacamata hitam, supaya mereka tak mengenalinya.
"Vian, kamu masuk dulu ya. Aku gak enak kalau kamu gak duduk dulu dan minum kopi atau teh sebentar. Boleh yaa, itu sebagai tanda terimakasih ku selama ini" Pinta Laura sambil memegang tangan Vian.
"Tak usah Laura, aku gak papa kok. Aku malah senang bisa bantu kamu. Aku sedang buru-buru soalnya " Tolak Vian.
"Hanya sebentar saja ya. Please " Kata Laura lagi dan di iyakan Vian. Cinta yang melihat itu dadanya terasa sangat sesak. Apalagi saat melihat mereka masuk kedalam Apartemen berdua saja.
__ADS_1
"Aku buatkan kopi atau teh?" Tanya Laura.
"Teh saja" Ucap Vian sambil duduk di sofa.
"Sebentar ya"
Tak lama kemudian Laura keluar dengan secangkir teh dan cemilan.
"Ini Vian " Ucap Laura. Tanpa lama Vian langsung meminum habis teh buatan Laura. Karna pikirnya segera pulang saat sudah menghabiskan teh nya. Laura tersenyum puas saat melihat Vian meneguk habis minuman nya.
"Kami haus?" Canda Laura sambil tertawa. Tak lama kemudian Vian merasakan pusing di kepala nya.
"Kenapa kepala ku pusing?" Batinnya.
"Kamu kenapa Vian ? ada yang sakit?" Tanya Laura.
"Engak kok" Jawabnya. Lama kelamaan Vian hilang kesadaran. Laura tersenyum dengan sangat bahagia.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku Vian " Ucap Laura. Laura pun memopang tubuh Vian menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Laura membuka semua pakaian Vian.
"Malam ini kamu akan menjadi milikku Sayang " Ucap Laura dengan senyuman liciknya.
...****************...
__ADS_1