
Vian berjalan sangat hati-hati. Dia takut jika membangunkan Cinta yang sudah terlelap. Vian duduk disamping Cinta tidur, dia memandangi wajah Cinta yang terlelap. Bagaimana caranya untuk memberitahu tentang Vian yang membantu Laura itu. Vian takut jika Cinta akan marah kepadanya. Vian perlahan mengelus rambut Cinta pelan dan mencium keningnya. Vian berjalan menuju kamar mandi karna seluruh badannya terasa lengket. Saat Vian sudah masuk kamar mandi, Cinta membuka matanya pelan. Ternyata Cinta belum tidur, dia melihat kearah jam Beker nya. Pukul 03.15 menit Vian baru pulang. Kemana dia seharian ini? Apa ada kerjaan kantor yang harus dikerjakan sampai pagi buta seperti ini? Tak terasa air mata Cinta mengalir begitu saja. Cinta mengusap nya dengan cepat dan menarik selimutnya.
***
Dretttt Drettttt Drettttttt. Panggilan dari Alex yang terus menghubungi nomor Laura tapi diacuhkan oleh Laura.
"Ngapain sih Pria br*ngs*k ini terus menghubungi ku" Kesal Laura yang terus memandangi ponselnya yang terus bergetar itu.
__ADS_1
"Sial, beraninya wanita ini mengabaikan panggilan ku" Kesal Alex sambil memukul tembok didepannya.
"Apa dia sudah berani tidak mendengarkan ucapanku. Br*ngs*k" Tambah kesal Alex.
"Bagaimana dia bisa keluar dari hotelku kemarin dengan kondisinya yang seperti itu? Apa dia kesini bersama temannya, atau kebetulan dia ditolong orang yang lewat? Bahaya jika dia sampai bercerita yang sebenarnya kepada orang lain. Bisa-bisa semua kesenangan ku akan berakhir jika Tania tau aku disini bukan bekerja melainkan bersenang-senang dengan wanita lainnya . Hahhhhh..... Br*ngs*k"
***
__ADS_1
"Sayang, gimana kalau liburan kita, kita majukan saja. Jadi lusa kita berangkat gak usah menunggu semingguan lagi. Gimana, kamu mau gak?" Tanya Vian sambil memeluk Cinta dari belakang.
"Terserah " Jawab Cinta. Vian hanya tersenyum kecil.
"Jika aku tanya kenapa pasti jawabannya gak papa" Batin Vian. Vian mencium lekuk leher Cinta, Dan di lanjutkan mencium telinganya. Cinta sedikit meresponnya, Vian melanjutkan dengan melepaskan pengait bra Cinta dan membuat dua buahnya menonjol. Cinta berusaha menutupinya tapi dengan cepat Vian menahan tangannya. Vian membalikan badan Cinta dan mulai mencium lembut bibir istrinya itu. Cinta tak tinggal diam dan membalasnya. Vian menarik tubuh Cinta dan tubuhnya dijatuhkan dikasur.
"Mau memimpinnya?" Tanya Vian yang membaringkan tubuhnya dibawah Cinta. Tanpa berfikir panjang Cinta melepaskan baju tidur yang dia pakai dan mencium bibir Vian. Vian sangat puas dan membantu melepaskan semua pakaiannya. Perlahan Cinta menjelajahi leher dan semakin turun kebawah sampai dia melihat senjata yang siap dia mainkan. Entah apa yang membuat Cinta lebih agresif dari biasahnya tapi Vian sangatlah menyukainya. Ini kali pertamanya Cinta tak malu maupun sungkan dengan suaminya lagi dan mau mendahuluinya. Vian yang sangat menyukai saat Cinta yang seperti ini. Pertempuran panas mereka pun dilakukan dengan sangat indah dan mereka menikmatinya bersama.
__ADS_1