
"Sayang. Apa kamu sudah siap ?". Tanya Vian.
"Sudah kok". Jawab Cinta.
"Oke, kita berangkat sekarang". Jawab Vian menggandeng tangan Cinta. Mereka hari ini akan kembali untuk kekota tempat tinggal mereka. Tak terasa 2 bulan sudah berlalu dan usia kandungan Cinta yang sudah menginjak 13 weeks. Sesampainya mereka dibandara Vian dan Cinta sejenak duduk untuk istirahat sebentar, karna Vian takut jika istri nya itu kecapekan.
"Mau aku belikan minum dulu atau makanan". Tanya Vian. Dan dibalas Cinta menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin cepat-cepat pulang, aku sangat merindukan orangtuaku". Jawab Cinta sambil menyenderkan kepalanya dipundak Vian.
"Setelah ini kita akan bertemu dengan Ayah Bunda Sayang". Jawab Vian mengelus rambut Cinta. Keberangkatan mereka pun telah tiba. Cinta dan Vian masuk ke pesawat mereka.
"Jangan takut lagi saat pesawat nya mulai terbang". Kata Vian sambil memegangi tangan istrinya itu yang tengah takut.
"Ak aku tak takut". Jawab Cinta. Dan dibalas seyum oleh Vian.
***
"Woy bro. Hahahaha. Yang baru menikah nih wajah-wajah nya berseri-seri sekali. Sepertinya servis setiap malam sangat menyenangkan. hahahaha". Ejek temannya.
"Iya iya lah bro. Secara yang nyervis bodynya, behh. Menggoda. Hahahaha". Ejek teman satunya lagi.
"Diam" Teriak Bara. Sekarang Bara sangata frustasi dengan kehidupan nya sekarang. Ditinggal menikah oleh kekasihnya dan hidup menderita dengan wanita yang sama sekali tak dicintai itu.
"Ehh bro. Gue saranin nih yaa. Kalau elo udah dapat yang kayak Kirana, udah deh, syukurin aja. Jarang-jarang lho loe dapat yang bodynya kayak dia. Hot man. Hahahaha". Kata temannya.
"Apa an sih. Gak asik loe semua". Jawab Bara semakin frustasi.
***
__ADS_1
"Lho Sayang. Kok kamu disini. Bara mana?". Tanya Mama Kirana.
"Gak tau. Kerjaannya cuma keluar rumah aja. Gak tau kerumah ****** mana". Jawab Kirana kesal.
"Masud kamu Bara punya simpenan diluar Sayang. Gak bisa dibiarkan, keluarga dia sudah numpang hidup sama kita dan balasannya begini. Mama gak terima". Ucap Mama kesal.
"Hah, rasain loe bar, siapa suruh cuekin aku terus". Bantin Kirana dengan senyum linciknya.
***
Sesampainya Vian dan Cinta dibandara kota mereka, Mereka langsung masuk kemobil mereka yang sudah lumayan lama menunggu mereka berdua.
"Jalan pak". Kata Vian kepada supirnya.
"Baik tuan". Jawab supirnya.
"Iya Sayang. Aku gak mau kalau kamu kecapekan". Jawab Vian.
"Baiklah". Jawab Cinta bersandar dibahu suaminya itu. Dia sangat lelah, mungkin karna efek bayinya yang membuat dia kelelahan.
Sesampainya dirumah pun Cinta masih terlelap dengan tidurnya. Vian hanya tersenyum melihat istrinya yang semakin hari semakin manja ini.
"Bisa saya bantu tuan untuk menggendong Nona cinta kekamarnya". Tawar supirnya.
"Apa kau suka istriku sampai-sampai kau ingin sekali menyentuh nya". Jawab Vian sambil melihat kearah supirnya dan membuatnya sediki takut.
"Ti tidak tuan. Saya hanya ingin membantu, takutnya anda kelelahan". Jawab supir itu sedikit gugup.
"Aku tak capek". Jawab Vian cuek dan berjalan sambil menggendong Cinta untuk masuk kekamar.
__ADS_1
"Ternyata tuan sangat begitu cinta dengan istrinya. Padahal aku hanya ingin membantu saja. Sungguh pencemburu". Ucap sopir itu yang masih didalam mobil Vian.
"Serem juga kalau lagi cemburu. Bisa-bisa besok aku pulang tinggal nama lagi. Aduhhh gak lagi deh kedepanya". Lanjut supir itu dan menjalankan mobilnya untuk parkir.
Vian meletakkan Cinta dikasur sangat pelan-pelan agar istrinya itu tak bangun. Sejenak dia memandangi wajah manis istrinya itu. Dan mengelus lembut rambut dan berjalan turun kepipinya.
"Aku gak menyangka, gadis yang cenggeng itu sekarang sudah menjadi istriku. Aku gak akan pernah melepaskan mu Sayang. Dan terimakasih sudah mengisi hari-hari ku". Ucap pelan Vian dan mencium kening Cinta.
***
"Ahhh, Kirana Sayang. Kenapa kamu kesini bersama Mama kamu dan tak memberitahu Ayah dulu. Kan Ayah dan Mama bisa menyiapkan jamuan untuk besan Ayah ini hahahaha. Silahkan duduk dulu". Sapa Pak Tama menyambut kedatangan Mama dan Papa Kirana.
"Gak usah repot-repot. Saya kesini ingin memberitahu kan kepada anda untuk tau diri sedikit. Anda sudah menikmati hasil kerja keras anak saya, jadi anda harus bisa membahagiakan anak saya bukannya malah menyakiti nya, hemmm". Ketus Mama Kirana dan Kirana hanya melihat logat Ayah Bara yang kebingungan.
"Ma maksud anda bagaimana?". Tanya Pak Tama sedikit gugup.
"Haduh, dasar. Saya gak suka dengan perilaku Bara yang jarang pulang kerumah dan tidak bisa menafkahi lahir batin anak saya. Masih untung dia gak jadi gembel karna anak saya Kirana ini mau menikah dengan lelaki tak punya pekerjaan dan pengangguran itu. Dasar tidak tau terima kasih". Ketusnya lagi.
"Ma maafkan saya Buk. Kedepannya Bara tidak akan seperti itu lagi dengan Kirana. Saya jamin dia akan menafkahi lahir batin istrinya itu". Jawab Pak Tama.
"Baik, saya percaya kan ini semua kepada anda. Jika anak anda masih sama saja maka, semua yang anak saya berikan akan saya ambil tanpa tertinggal sedikit pun". Ancam Mamanya.
"Ba baik. Saya akan usahakan". Jawab Pak Tama.
"Kalau begitu itu saja. Saya masih banyk pekerjaan. Yuk sayang kita pulang". Ajak Mama Kirana dan mereka pun pergi dari kediaman Bara.
"Dasar anak gak tau malu. Jelas-jelas dia yang mengejar-ngejar Bara. Sekarang malah menyalahkan Bara yang tak bisa menafkahi lahir batinnya. Perempuan ular. Awas saja kamu yaa". Batin Mama Bara yang kesal. Dia sedari tadi menguping dari kejauhan.
...****************...
__ADS_1