
Vian dan Cinta menginap dan berangkat dari rumah Bunda dan Ayah. Mereka berangkat pagi diantar oleh kedua orangtua Cinta. Sekitar setengah harian, mereka sampi di hotel dimana mereka tinggal.
"Sayang, kamu istirahat saja. Biar aku yang menata barang bawaan kita. Kamu mandi dulu ya" Ucap Vian.
"Kamu gak papa menata sendirian ?" Tanya Cinta.
"Tak apa. Kamu mandi dulu aja" Ucap Vian lagi.
"Baik, aku mandi dulu ya" Cinta pun berjalan menuju kamar mandi. Dan Vian menata barang bawaan mereka.
***
"Selamat siang Bu. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa karyawan Vian.
"Saya mau ketemu dengan Pak Vian " Ucap Laura.
"Mohon maaf Bu, pak Vian nya sedang cuti" Jawabnya
"Cuti? Sampai kapan ?" Tanya Laura lagi
"Kalau itu kami kurang tau, karna sekarang perusahaan sedang di tangani oleh Tuan besar"
"Om Handoko ?" Tanya Laura.
"Benar Bu " Ucapnya.
__ADS_1
"Sial..... Jadi benar kalau Vian cuti dan mau liburan dengan Cinta " Batin Laura kesal. Laura pun pergi dari kantor Vian.
Laura memencet bel rumah Vian berkali-kali tanpa berhenti. Dan setelah itu pembantu rumah Vian membukakan pintunya.
"Iya, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Bibik.
"Mana Vian ?" Tanya Laura.
"Tuan dan Nyonya sedang liburan " Jawab Bibik.
"Kemana?"
"Kalau itu kami kurang tau Bu, karna mereka hanya memberitahu bahwa mereka akan liburan untuk beberapa bulan" Jawab Bibik.
"Hah? Beberapa bulan?" Kaget Laura.
"Sial, kalau aku tau gini. Aku kirim saja foto-foto itu kerumah Cinta langsung. Biar mereka langsung bertengkar dan cerai" Batin Laura kesal.
"Ada yang bisa saya bantu lagi Bu ?" Tanya Bibik.
"Gak perlu" Ketus Laura lalu pergi meninggalkan rumah Vian.
***
"Gimana ?" Tanya Pak Handoko kepada bawahannya.
__ADS_1
"Kemarin Tuan Vian keluar dari Apartemen Nona Laura dengan keadaan seperti mabuk Tuan. Dan saat kami mengikuti Tuan, Tuan pulang kerumahnya " Jawabnya.
"Lalu?"
"Saat Tuan ke Apartemen Nona Laura bersama Nona Laura, Nyonya Cinta mengikuti Tuan dan menunggu Tuan keluar. Namun Tuan tak keluar juga dan Nyonya Cinta pergi dengan kecewa. Tak lama kemudian Tuan Vian keluar dengan berjalan sempoyongan. Kemungkinan besar Tuan diberi obat tidur atau mungkin obat perangsang " Jelasnya lagi.
"Antarkan saya ke Apartemen Laura lusa " Ucap Pak Handoko.
"Baik Tuan " Jawabnya.
"Kamu boleh pergi " Ucap Pak Handoko.
"Baik Tuan "
"Sepertinya Laura ingin merusak rumah tangga anakku dengan cara yang licik" Batin Pak Handoko.
***
"Kemana aku harus mencari Vian. Jika aku bertanya sama Pak tua itu, jelas dia gak mau memberitahu denganku. Apa aku tanya ke Vian dan mengancamnya jika tak memberitahu keberadaannya ? Tapi percuma saja, bisa saja Vian memblokir nomorku" Bingung Laura.
"Apa aku suruh orang untuk mencari nya ya? Tapi pasti akan membutuhkan waktu lama. Sedangkan aku ingin secepatnya. Hah, bagaimana yaa. Ayolah, crai solusinya cepat" Laura terus memikirkan cara agar cepat menemukan keberadaan Vian dan Cinta. Dia mondar-mandir sambil memikirkan caranya.
"Ahhh, Kenapa aku tak kepikiran dari tadi ya? Iya, dengan cara itu aku bisa mencari tau dengan cepat tanpa menunggu lama" Ucap Laura senang.
***
__ADS_1
"Maafkan aku ya Sayang. Jika aku masih belum bisa terbuka denganmu. Aku janji, suatu saat aku akan menceritakan semua tanpa terkecuali" Batin Vian sambil membelai rambut Cinta dengan lembut. Vian memandangi wajah Cinta yang terlelap. Cup, satu kecupan mendarat di kening Cinta.
...****************...