Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Liburan 12


__ADS_3

"Keguguran ?" Kaget Bunda dan refleks Bunda menjatuhkan gelas yang dia pegang.


Pyarrrr.


"Bunda...." Pak Bram langsung memeluk istrinya ini.


"Yah, Cinta Yah anak kita" Tangisan Bunda pecah dipeluk kan Pak Bram.


"Cinta hamil sudah 2 Minggu. Jadi sebelum dia berangkat liburan dia sudah hamil. Namun dia tak memberitahu kita semua, termasuk Vian. Saya kurang tau penyebabnya apa. Mungkin Cinta dan Vian sedang ada masalah dan Cinta menyembunyikan kehamilannya. Saya memberitahu ini tidak ada maksud tertentu. Hanya ingin menyampaikan saja. Bagaimana pun Cinta juga anak kalian. Saya harap anda bisa membimbing Vian dan Cinta agar selalu senantiasa bisa bertahan apapun masalah mereka. Kita juga pernah muda, tentu banyak sekali ujian yang kita hadapi. Jadi, bagaimana caranya agar kita bisa membimbing anak kita supaya tetap bertahan dalam keadaan apapun" Tegas Pak Handoko.


"Saya sudah mengutus bawahan saya untuk mencari Laura dan akan saya laporkan atas kasus pembunuhan. Tak akan saya maafkan dia yang telah membuat anak dan menantu saya menderita " Lanjut Pak Handoko.


"Saya ingin dia dihukum setimpal atas apa yang di perbuat " Jawab Bunda sambil menangis.


"Tentu, saya akan membuat dia menyesal karna sudah berhadapan dengan keluarga saya" Jawab Pak Handoko.


"Anak kita Yah " Tangisan Bunda semakin keras.


"Sabar Bun" Tenang Pak Bram.


"Apa Vian dan Cinta akan pulang setelah ini?" Tanya Pak Bram.

__ADS_1


"Saya masih belum tau, jika iya. Maka akan saya kirim pesawat khusus untuk mereka" Jawab Pak Handoko.


***


"Kita disini saja" Ucap Cinta.


"Kamu yakin?" Jawab Vian yang menghentikan pekerjaannya menata barang yang akan di bawa pulang.


"Iya. Aku yakin" Jawab Cinta.


"Yaudah, kamu tidur yaa. Aku beres kan ini ketempat semula"


"Aku belum ngantuk kok" Jawab Cinta .


"Sayang " Panggil Vian pelan.


"Hemmmm"


"Apa kamu masih marah denganku?" Tanya Vian.


"Mengapa bertanya masalah itu lagi?" Tanya Cinta balik.

__ADS_1


"Aku hanya gak ingin kamu memikirkannya Sayang. Aku mau hubungan kita seperti dulu saat tidak ada Laura " Jawab Vian sambil mengecup pipi Cinta.


"Aku masih sakit saat mengingat fotomu dan Laura Vian " Jawab Cinta dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang, jika aku tidak diberi obat tidur. Maka aku gak akan mau seperti itu"


"Dan jika kamu memberitahu ku, maka kejadian itu tak akan terjadi Vian " Jawab Cinta yang tak mau kalah.


"Iya, iya Sayang aku salah maafkan aku ya" Vian mengecup kening Cinta.


"Sayang, aku sudah bilang beberapa kali bahwa kamu Cinta Angelina Bramanto, yang selalu ada di dalam hati dan fikirkan ku. Jadi jangan berfikir an yang aneh-aneh " Tegas Vian.


"Tapi aku hanya takut nanti kamu..." Vian langsung ******* bibir Cinta dengan tiba-tiba. Karna dia tak ingin mendengar Cinta yang terus membahas masalah ini.


"Emmmmm " Cinta mencubit pinggang Vian.


"Akhhhh, sakit Sayang " Ucap Vian yang melepaskan ciumannya.


"Kamu sih, aku sedang bicara serius Vian " Jawab Cinta sedikit manyun


"Sayang, Aku gak mau lagi kamu berfikiran tentang itu. Aku janji aku gak akan seperti itu lagi. Jadi aku mohon kamu jangan memikirkan itu lagi ya. Fokus dengan hubungan kita. Jika kamu masih kepikiran masalah itu, dia akan semakin senang karna rencananya untuk memisahkan kita berhasil Sayang. Kita harus memperlihatkan kepada mereka yang ingin memisahkan kita bahwa kita tidak bisah dipisahkan. Oke Sayang " Tegas Vian. Cinta hanya tersenyum sambil memeluk Vian.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2