
Pagi ini Cinta lebih banyak diam dari biasahnya. Saat bangun pagi, sarapan dan Vian berangkat pun dia tak seperti biasanya.
"Kenapa lagi Cinta, apa aku berbuat kesalahan sampai dia marah lagi? Seingat ku, kita baik-baik saja. Tapi kenapa dia seakan-akan aku melakukan kesalahan. Apa dia mau bulanan yaa? Hah, entahlah. Nanti aku pulang lebih awal saja dan mengajak nya jalan-jalan, mungkin dia sudah suntuk dirumah terus. Mumpung nanti malam Minggu " Batin Vian sambil menata berkas-berkas penting.
Tok tok. Suara ketukan pintu.
"Masuk" Jawab Vian.
"Pagi Pak Vian. Ini ada berkas yang harus ditandatangani " Ucap asisten Vian.
"Ohh iya Pak, nanti siang setelah makan siang Bapak ada pertemuan dengan Klain" Ucap sekertaris nya.
"Ahhh, oke. Ada lagi?". Tanya Vian.
"Tidak ada lagi Pak " Jawabnya.
"Ohh iya, setelah bertemu dengan Klain, saya akan oulang lebih cepat. Jadi, jika ada yang mencariku kamu bilang saya sedang sibuk dan tak bisa diganggu. Jika penting kamu suruh menunggu hari senin saja" Kata Vian dan diangguki sekertaris nya.
"Kalau begitu saya keluar dulu Pak " Pamit nya dan diangguki Vian.
__ADS_1
***
"Non Laura, Anda ingin kemana lagi? Tadi tuan berpesan agar anda tetap dirumah saja" Tahan asisten rumah tangga Laura.
"Ehh, Wanita tua. Loe itu cuma pembantu disini. Dan gak berhak ngatur hidup gue, mau gue kamana pun itu urusan gue. Jadi gak usah ikut campur" Bentak Laura.
"Tapi Non..." Tahan nya tapi tak dihiraukan Laura.
"Dasar pembantu gak tau diri. Berani-beraninya dia ngatur-ngatur gua mau kemana mau apa ? Emang dia siapa?" Kesal Laura sambil menyetir mobilnya.
"Dan lagi, kalau bukan si br*ngs*k itu pagi-pagi telvon suruh kekantor nya, Gak sudi banget aku nemuin dia. Bikin orang jijig saja. Hah.... Sampai kapan aku harus jadi budal na*su dia" Kesal Laura lagi.
Sesampainya dikantor Alex Laura yang sudah tak asing lagi bagi karyawan Alex, sudah tau jika dia adalah kekasih Alex dan selalu memberikan salam setiap Laura kesana. Tapi tidak untuk pagi ini, semua hanya diam dan seperti menyembunyikan sesuatu.
"Aduh... Gawat. Nona Laura kesini, gimana kalau sampai tau" Panik salah satu karyawan Alex.
"Sudahlah biarkan, mau kita halangi nanti kita malah kena semprot. Sudah biarkan saja kita lanjutkan Bekerja" Jawab karyawan satunya.
Saat Laura membuka pintu ruangan Alex, betapa terkejutnya dia saat melihat Alex bersenang-senang dengan j*l*ng nya. Membuat Laura membeku ditempat. Alex yang mengetahui nya malah semakin cepat menggerakkan pinggulnya membuat j*l*ng itu semakin keras teriak.
__ADS_1
"Br*ngs*k, Dasar b*j*ng*n" Batin Laura. Saat Laura ingin pergi, tiba-tiba ada yang mendorong tubuh Laura hingga jatuh dan mengunci pintu dari luar.
"Akhh...." Kaget Laura.
"Br*ngs*k, Siapa yang berani mendorong ku" Batin Laura.
"Akhhh...." Suara j*l*ng itu saat Alex mengakhiri pertempuran panas mereka.
"Sangat menjijikkan " Batin Laura lagi dengan air mata yang sudah tak bisa dibendung lagi.
"Kenapa kamu sangat nikmat Sayang. Aku masih ingin menikmati lagi" Goda Alex.
"Akhh .... Kamu nakal Alex. Aku sudah capek, kamu sudah 4 kali menaiki ku, aku lelah. Lihatlah bercak darah ini, ini semua ulahmu" Renggeknya sambil mengelus-elus pusaka milik Alex.
"Sayang, jika kamu bermain-main dengannya kamu akan semakin membuat nya menginginkan lagi" Goda Alex.
"Kalau begitu lakukanlah " Jawab wanita itu sambil duduk diatas Alex sesekali dia menggoyangkan pinggulnya membuat Alex tersenyum puas.
"Menjijikkan, sangat menjijikkan " Batin Laura sambil memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Hey, j*l*ng. Lihat dan pelajari, bagaimana cara wanita ini memuaskan ku. Tidak seperti mu yang hanya bisa menangis dibawahku. Sangat memuakkan " Sindir Alex membuat laura tersenyum ditangisannya.
...----------------...