Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Harus bagaimana


__ADS_3

"Ahhh, Sayang. Mengapa tak menghubungi ku jika kamu rindu denganku. Apa kamu ingin aku temani bermain malam ini?" Ucap Alex menarik pinggang Laura kepelukkannya.


"Kenapa Sayang. Kenapa wajahmu lesu seperti ini..Apa kamu mau langsung bermain tanpa pemanasan dulu. Apa serindu itu kamu denganku?" Tanya Alex lagi sambil menciumi leher Laura. Alex melepas baju Laura dengan paksa.


"Sayang.... Kenapa kau sangat menarik malam ini. Lihat, kau membangunkan adikku dibawah sana" Ucap Alex sembari melepaskan pakaiannya. Aktivis panas mereka pun dilakukan seperti biasanya.


"Hah .... Puas.... Sangat puas " Ucap Alex saat selesai menyalurkan hasrat nya dan membaringkan tubuhnya yang masih polos disamping Laura. Laura hanya diam saja tanpa berbicara sedikitpun. Dia mulai menangis membuat Alex menoleh kearahnya.


"Kenapa Sayang ? Apa kamu masih menginginkan nya? Katakan, kamu ingin aku melakukan dengan gaya apa lagi? Aku dengan senang hati akan melakukannya untukmu" Ucap Alex.


"Alex.... Aku ...."


"Apa?" Potong Alex.

__ADS_1


"Aku....."


"Ohhh, apa kamu ingin bermain lagi dengan teman-teman ku yang lainnya. Apa kamu sesuka itu disentuh dan dimainkan dengan banyak orang? Hah, dasar murah" Jawab Alex dengan sinis.


"Bukan Lex bukan itu. Akku.... Aku ha-mil...." Ucap Laura dengan menoleh kearah berlawanan dengan tatapan Alex. Dia sangat takut jika Alex akan marah besar.


"Hahahahahaha" Suara tawa keras yang mengisi isi kepala Laura seperti tawa mengejek untuk nya.


"Kami hamil? Dan kamu memberitahu kan kepadaku? Laura, kamu denganku sudah lama. 2 Tahun Laura 2 tahun. Dan sekarang kamu baru saja bilang kamu hamil. Kamu yakin dia anakku? Bukan anak dari Pria lainnya ?" Jawab Alex santai.


"Hanya denganku? Apa kamu lupa, kamu sudah dua kali bermain dengan teman-teman ku. Mungkin saja itu anak dari salah satu temanku. Pergilah dan cari temanku yang pernah menidurimu" Ucap Alex.


"Gak, aku maunya kamu yang bertanggung jawab Lex. Kamu yang membuat hidupku seperti ini. Kami harus bertanggung jawab" Bentak Laura. Alex yang mendengar bentak an itu langsung mencekiknya dengan wajah marah.

__ADS_1


"Kamu kira aku sudi menikahi barang bekas seperti mu ha? Asal kamu tau, jika aku mau aku bisa saja menjualmu jadi *******. Wanita seperti mu lebih pantas disebut sampah " Bentak Alex. Alex melepaskan cekikikan nya. Dan Laura merasa nyawanya hampir saja melayang.


"Jika kamu tak menginginkan bayi itu, dan aku juga tak menginginkan nya. Aku punya cara agar bayi si*l*n itu tidak lahir keduania ini dan merusak reputasi ku" Alex melirik Laura yang masih mengatur nafasnya dan memegangi lehernya itu.


"Maka dibunuh saja bayinya" Ucap sinis Alex dan menendang perut laura dengan keras.


"Akkhhhhh.... Perutku...." Teriak Laura kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Kamu tak menginginkan nya Sayang, biarkan aku membereskan bayi yang tak diinginkan itu" Jawab Alex menendang sekali lagi perut Laura hingga terjatuh kelantai.


"Ak-aku mohon Alex.... He... hentikan...." Ucap Laura dengan berusaha menghindari Alex terus berjalan kearahnya. Dengan kuat kaki Alex menekan perut Laura dan mendorongnya hingga ketembok. Ditekannya dengankuat samapai dia rasa bayi yang dikandung Laura mati.


"Akhhhh.... Alex .... Sa-sakkith..... le-lepas-kan....."Rintih Laura dan berusaha melepaskan kaki Alex yang terus menekan perutnya. Darah segar mengalir dari jalan bayi Laura. Alex yang mengetahuinya tersenyum bahagia dan semakin kuat ditekankan.

__ADS_1


"Akhhhhhh....." Teriak Laura bergema dikamar Alex.


...----------------...


__ADS_2