Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
liburan 19


__ADS_3

"Aku maunya kalau kamu bilang lembur kerja ya lembur kerja, gak lembur yang lainnya " Guman Cinta dengan bibir sedikit dimajukan.


"Iya iya, engak kok. Maaf yaa yang kemarin. Aku gak bakal ngulangi lagi kok. Kamu tenang aja" Jawab Vian sambil menyenderkan kepalanya ke dada Cinta.


"Aku gak mau ada Laura yang kedua atau seterusnya lagi. Aku gak mau ada cerita Laura selanjutnya dibelakang ku lagi" Lanjut Cinta.


"Iya Sayang iya engak lagi"


"Dan...." Belum selesai Cinta bicara, Vian sudah menarik dagu Cinta dan ******* lembut bibirnya. Cinta pun membalas ******* itu. Vian semakin mendalami ciuman panas mereka dan sesekali menghisap nya. Setelah Cinta kehabisan oksigen, barulah ciuman itu dilepas.


"Maaf yaa jika aku kemarin membuat kamu sakit dan kecewa. Akan aku pastikan kemarin adalah yang pertama dan terakhir aku menyakitimu Sayang. Aku akan buktikannya" Kata Vian sembari mengelap bibir Cinta.


"Aku akan memaafkan, asalkan kamu benar-benar menyesalinya " Jawab Cinta tersenyum.


"Sangat menyesal. Jika aku jadi kamu mungkin dia udah aku bunuh. Tapi kamu sangat sabar Sayang. Beruntung banget aku dapat yang seperti mu. Sabar, cantik, bikin nyaman, pengertian,..."


"Sttt......" Potong Cinta dengan jari telunjuknya didekatkan dengan bibir Vian yang sedang mengoceh itu.


"Gak usah di teruskan. Intinya kamu sudah minta maaf dan menyesali nya saja udah bikin aku seneng kok. Pokoknya jangan diulangi lagi karna aku gak suka" Kata Cinta, Vian tersenyum lebar dan memeluk Cinta dengan sangat erat.


***


"Br*ngs*k..... Keluarkan aku dari sini. Hey, kalian keluar kan aku dari sini" Teriak Laura dari balik jeruji besi itu. Tak ada yang merespon nya sama sekali.

__ADS_1


"Br*ngs*k....." Lanjut nya.


"Heh, dari pada loe teriak teriak gak jelas gitu, lebih baik loe pijetin gue sini" Bentak salah satu tahanan itu.


"Cih, Siapa loe nyuruh gue mijetin loe?" Jawab Laura dengan sombongnya.


"Loe gak tau gue siapa ha?" Jawab tahanan itu. Tahanan itu pun melihat kedua temannya dan memberikan isyarat, dan kedua temannya pun mengangguk kan kepalanya dan berjalan mendekati Laura.


"Ngapin kalian ?" Binggung Laura. Kedua tahanan itu pun memegangi kedua tangan Laura.


"Apa-apaan ini, ehh loe gak tau kalau gue bisa beli ini tahanan dan loe semua. Ehhh lepasin " Bentak Laura.


"Mau loe anak orang kaya atau anak sultan sekalipun, disini gak berlaku. Pembunuh yaa tetap pembunuhan sama saja bodoh" Satu tinju melayang ke perut Laura, Laura meringis kesakitan.


"Asal loe tau ya, disini gue ketuanya. Jika loe gak nurutin semua kemauan gue, loe siap-siap aja bernasip kayak gini terus" Ucap tahanan itu dan pergi menjauh dari Laura.


"Br*ngs*k..." Guman Laura sambil memegangi perutnya yang sakit itu.


***


"Hah, belum juga aku bertindak. Dia sudah masuk penjara dulu. Sayang sekali belum ada ucapan perpisahan yang hangat dariku untuk terakhir kalinya " Guman Alex sambil memainkan ponselnya.


"Apanya yang Sayang sekali?" Tanya Kirana yang datang tiba-tiba.

__ADS_1


"Ohh, bukan apa-apa kok Sayang. Tumben kamu gak mengabariku jika ingin kesini?" Jawab Alex sambil menarik Kirana hingga duduk di Pahanya.


"Sengaja" Jawabnya.


"Kamu kenapa? Kok cemberut gitu sih" Tanya Alex.


"Gak papa. Orang yang kamu cari sedang masuk penjara tuh, gak kamu bebaskan ?" Ucap Kirana.


"Siapa?"


"Laura" Jawab Kirana dengan ketus.


"Hahahaha. Mau dia matipun aku gak peduli Sayang " Ucap Alex.


"Cih, yang benar saja. Jika kamu gak peduli lalu mengapa kamu selalu mencari nya?"


"Sayang...." Alex melebarkan paha Kirana yang sekarang tengah duduk diatas pahanya.


"Aku ada urusan dengannya dan berniat ingin membunuhnya. Tapi sudah ada yang memenjarakan dia tanpa aku bertindak. Jadi sekarang sudah selesai tanpa aku mengotori tanganku" Jelasnya sambil tangannya yang sudah masuk kedalam rok Kirana.


"Yakin..." Tanya Kirana sambil mengalungkan tangannya ke leher Alex.


"Sangat yakin " Jawab Alex sambil memasukkan jarinya dan bermain dengan inti Kirana. Sedangkan tangan satunya meremas dadanya. Bahkan bibir mereka sudah saling ******* dengan agresif.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2