
Setelah semalaman Laura pingsan. Akhirnya dia bangun.
"Emmmm".
Laura melihat sekelilingnya saat sudah bangun, dia sejenak terdiam dan kembali ingat dengan semalam. Dia sangat benci dengan dirinya sendiri, dia sangat jijik melihat tubuhnya yang penuh dengan bekas semalam. Ini semua karena mantan suaminya itu yang membuat nya jadi seperti ini. Laura hanya bisa menangis dengan musibah yang dia alami ini.
"Kamu sudah bangun Sayang?". Tanya Alex yang keluar dari kamar mandi Brayen. Laura sedikit kaget dan dia mencari-cari Brayen dan 2 temannya yang hampir membuat Laura mati diatas ranjang karna keganasan mereka semalam.
"Apa kamu mencari Pria-pria yang memuaskan kamu semalam? Mau aku panggil kan?". Tanya Alex sambil mengelus pipi Laura.
"Aku gak Sudi". Ketus Laura.
"Hah, tak Sudi. Tapi kau sangat menikmati permainan mereka Semalam. Mulutmu bisa menolak, tapi tubuhmu sangat menginginkan nya. Benar bukan Sayang?" Tanya Alex sambil mengangkat dagu Laura dengan jari telunjuk nya. Laura membuang muka, dia tak ingin melihat wajah ******** itu.
"Jangan munafik Sayang. Ohh iya,hari ini aku masih ada urusan. Kamu aku bebaskan, jika aku menginginkan mu, kamu harus datang Sayang".
__ADS_1
"Ini akan jadi yang pertama dan terakhir untuk kita Alex. Aku sudah sangat muak melihat wajah mu itu". Bentak Laura
"Hahaha" Alex tertawa puas dan melihatkan ponselnya.
"Lihat Sayang. Lihatlah betapa menggoda nya kamu semalam saat bersama teman-teman ku. Bagaimana jika Papa kamu, bahkan seluruh dunia ini tau bahwa kamu, anak dari CEO kaya raya dikota ini tidur bersama banyak Pria. Bagaimana reaksi nya Sayang. Apa kamu bisa membayangkan nya? Hahaha. Aku tak akan memaksa Sayang, aku tunggu kamu nanti. Bye Sayang ku". Ucap Alex dan pergi meninggalkan Laura.
"Akhhhhh.... sial.... Awas kamu Alex". Teriak Laura. Dia sangat lah kesal dengan hidupnya seperti ini. Dia benci dengan dirinya sendiri, Dia sangat membenci dan rasanya ingin menghilang saja dari dunia ini.
***
"Belum Pak". Jawabnya.
"Kemana anak ini pergi. Sudah aku ingatkan untuk tidak lupa dengan rapat penting ini masih saja tidak datang. Hah, anak itu sangat mirip dengan mendiang Mama nya". Ucap Papa Laura Sambil menekan kepalanya.
"Coba kamu hubungi ke telvon rumah saya, mungkin dia sudah pulang". Ucapnya ke sekertaris nya dan diangguki.
__ADS_1
"Maaf Pak, katanya Bu Laura masih beum pulang juga"
"Hah, sudahlah biarkan saja". Ucap Papa Laura sambil pergi.
***
"Kita main ketaman dulu yaa Vian, aku ingin makan eskrim sambil duduk ditaman" Kata Cinta.
"Baik Sayang". Jawab Vian dan melajukan mobilnya setelah mereka keluar dari parkiran rumah sakit untuk periksa kandungan Cinta.
"Kamu dengar kan Sayang, usia kandungan mu sudah memasuki semester 2, kamu harus hati-hati jangan kerja yang berat-berat lagi. Banyak makan sayur dan daging, jangan yang cepat saji. Dan bulan depan kita bisa melihat jenis kelamin anak kita" Bahagia Vian lagi.
"Iya, gak kerasa yaa Vian. Aku gak sabar banget buat ketemu sama anak kita, kira-kira laki-laki atau perempuan yaa?" Jawab Cinta ikut bahagia.
"Apapun itu, aku akan menerima nya dan tentunya Sangat bahagia, dan yang terpenting kamu sama bayi kita selamat dan sehat" Kata Vian sambil menggenggam erat tangan cinta.
__ADS_1
...****************...