
"Aku tunggu 15 menit lagi di Hotel ***". Telvon dari Alex.
Tut... Tut.... Tut.... Sambungan terputus.
"Br*ngs*k" Kesal Laura membanting barang dikamarnya.
"Sampai kapan aku seperti ini" Kesal Laura lagi sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya dan menangis.
Tak butuh waktu lama Laura pun sampai di tempat Alex. Dengan biasahnya dia melihat agenda panas antara Alex dengan wanita j*l*ng lagi. Sungguh ingin rasanya Laura menbunuh dua orang diatas sana yang sedang asik bertarung panas itu. Setelah keduanya selesai wanita itu pergi dengan wajah sinis saat melihat Laura.
"Ahh Sayang. Mengapa kamu berdiam diri disitu ? Kemarilah Sayang, aku sudah merindukanmu " Ucap Alex sambil menyenderkan tubuhnya ditepi kasur. Dengan hati berat Laura menghampiri nya dan duduk disebelahnya.
"Apa kamu merindukan ku Sayang ?" Tanya Alex sambil membelai rambut Laura . Laura hanya mengangguk kan kepalanya pelan. Dengan senyuman sinis Alex melemparkan lingerie **** kepada Laura.
"Pakailah ini. Aku mau kamu sangatlah menggoda saat aku selesai mandi" Ucap Alex bangun dari tidurnya.
"Buat adikku ini bangun dengan tubuh indahmu ini Sayang" Lanjut Alex sambil menggesek senjatanya yang masih berdiri tegak itu ke pipi mulus Laura. Laura menahan tangisannya dan hanya dibalas dengan anggukan saja. Setelah Alex pergi mandi, tangisan Laura pecah. Perlahan dia membuka pakaiannya dan memakai lingerie yang diberikan oleh Alex. Benar sekali kata Alex. Siapapun yang melihat Laura sekarang, pasti akan langsung menerkam nya. Dengan bagian atas yang menonjolkan penuh dan bagian bawah yang sangatlah pendek itu, membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan tergoda.
Tak lama kemudia Alex keluar dengan tanpa menggunakan apapun. Alex berjalan mendekati Laura yang sudah siap. Dengan senangnya, Alex mencakup muka Laura dan diarahkannya untuk bermain dengan milik Alex. Alex sangat menikmati apa yang dilakukannya.
__ADS_1
Alex mendorong tubuh Laura dengan kasar dan menekukkan kaki Laura. Alex bermain dengan pink merona milik Laura dengan kasar, membuat Laura kesakitan.
"Ohh Baby, mengapa kau sangat ****" Ucap Alex mulai memasukkan miliknya dan menggerakkan dengan cepat. Tak butuh waktu lama Alex mendapatkan pelepasan. Dia sangat puas untuk hari ini. Alex kembali memakai bajunya dan memberi kode kepada keempat temannya agar masuk. Keempat temannya sangat tergoda dengan Laura yang lemas.
Tanpa waktu lama keempat teman Alex sudah memainkan tubuh Laura dengan bergantian, hanya air mata yang mengalis dengan deras membasahi pipi mulus Laura.
"Mengapa kamu menangis Sayang. Apa aku terlalu kasar mainnya?" Tanya salah satu teman Alex dan membelai halus pipi Laura.
"Setelah ini kamu akan menikmati nya Sayang" Lanjutkan. Laura hanya bisa menggigit bibirnya dan meremas lengan pria itu saat pria itu mulai menggerakkan pinggulnya.
***
"Apa Sayang, tanya saja" Jawab Vian santai.
"Emmmm, tapi .... Kami jangan marah yaa" Jawab Cinta lagi.
"Iya Sayang. Apa sih?"
"Emmmm, Apa kamu.... " Ragu Cinta
__ADS_1
"Hemmmm?" Binggung Vian.
"Itu, emmmmm .... soal dia" Berani Cinta.
"Dia?" Binggung Vian.
"Iya dia, mantan kamu" Jelas Cinta.
"Ada apa dengannya?" Tanya Vian.
"Apa kamu benar-benar gak ada hati sama dia, walau sedikit pun? Secara dia ****, cantik , pintar dan anak orang kaya seperti mu. Sangat berbeda denganku Vian. Masa kamu gak ada rasa sama dia" Tanya Cinta sedikit kesal.
"Mau secantik dan **** apapun dia, jika aku maunya kamu yaa kamu. Hati gak bisa dipaksa Sayang. Aku milih kamu jadi ibu dari anak-anakku, dan pendamping hidupku itu, karna sejak dari awal aku sudah suka denganmu saat pandangan pertama. Sejak itu aku gak mau wanita lain selain kamu. Bagiku kamu lebih dari segalanya. Bahkan wanita tercantik dan tersexi didunia ini akan kalah denganmu dan aku akan tetap memilih kamu. Jadi kamu jangan berfikir yang aneh-aneh lagi yaa. Jangan sampai kamu stres lagi karna masalah ini. " Jawab Vian.
"Makasih yaa Vian, aku beruntung punya lelaki seperti mu. Jangan ingkarj janjimu yaa" Ucap Cinta.
"Tentu Sayang " Jawab Vian.
...****************...
__ADS_1