
Vian mengetahui bahwa Cinta masih kepikiran tentang Laura tadi. Vian ikut berbaring disamping Cinta dan memeluknya dari belakang. Ingin rasanya dia menceritakan semuanya, namun dia takut jika istrinya ini tak mempercayainya dan malah menuduh yang tidak-tidak.
"Vian, aku lelah" Elak Cinta sambil melepaskan pelukan Vian.
"Aku hanya memeluk tidak meminta yang lainnya " Jawab Vian santai sambil memeluk kembali Cinta.
"Aku gerah Vian, jangan terlalu dekat" Ucap Cinta lagi.
"Mau aku turunkan AC sedikit ?" Tanya Vian.
"Gak usah, kamu cukup agak menjauh saja dariku" Jawab Cinta. Dia menghela nafas panjang dan melepaskan pelukannya lalu berjalan keluar. Cinta hanya menatap dengan tatapan kosong saat Vian pergi.
"Hah, sampai kapan seperti ini. Aku hanya ingin liburan ku dan istriku harmonis tidak seperti ini" Ucap Vian pelan sambil menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
Ting. Suara pesan masuk.
"Laura?" Batin Vian. Vian membuka pesan dari Laura dan betapa terkejutnya saat Vian melihat bahwa foto yang dikirimkan Laura adalah fotonya bersama Laura saat di Hotel waktu itu.
"I-ini kenapa ...... Kenapa bisa?" Kaget Vian dan langsung menghapus pesan itu. Vian sangat panik dan binggung padahal dia tak merasakan apapun saat di Hotel bersama Laura dan sangat yakin bahwa dia tak melakukan apapun.
"Jangan sampai Cinta tau semua ini" Batin Vian dan langsung lari ke kamar. Vian memeluk Cinta dan menciumi lekuk leher Cinta.
"Vian......." Dorong Cinta pelan.
__ADS_1
"Aku kangen Sayang, jangan menolak ku lagi" Jawab Vian yang membalikkan tubuh Cinta dan ******* bibir mungil Cinta.
"Hemmmmm"
Vian membuka kimono Cinta dan menjelajah setiap inci milik Cinta. Cinta meremas kasurnya dan tangan satunya menutupi mulutnya.
"Jangan ditahan" Ucap Vian sambil melepaskan tangan Cinta.
"Boleh aku mulai?" Tanya Vian.
"Kenapa bertanya " Jawab Cinta sedikit malu. Vian hanya tersenyum dan mulai menjelajahi lagi sampai bertemu dengan inti dari permainan. Vian menjulurkan lidahnya dan bermain dengan pink merona itu. Cinta sesekali ******** dan meremas rambut Vian.
Tak lama setelah itu Cinta pelepasan dan Vian langsung melepaskan kimono nya dan mengarahkan miliknya. Sejenak Vian mendiamkan miliknya dan setelah itu mulai menggerakkan secara perlahan. Semakin lama semakin cepat dan mereka ******** bersamaan saat mencapai bersama. Vian memandangi wajah cantik istri nya dan mencium keningnya.
"Engak "
"Bener?" Tanya Vian lagi dan dibalas gelengan kepala oleh Cinta.
"Apapun itu, jika aku melakukan kesalahan aku minta maaf yaa Sayang. Jika aku lupa atau aku terlalu sibuk dengan urusanku, aku minta maaf"
"Dan jika ada kaitannya dengan Laura, aku..... Aku harap kamu jangan mempercayai nya apapun yang kamu ketahui entah itu darinya atau dari orang lain. Kamu harus menanyakan kepadaku dulu" Lanjut Vian. Cinta hanya terdiam tanpa menjawabnya.
"Apapun masalah yang ada dalam rumah tangga kita, aku harap kamu jangan pernah untuk pergi dari hidupku yaa Sayang. Karna, aku gak pernah mengkhianati kamu apalagi bermain api dibelakang mu. Cuma kamu dan hanya kamu yang akan menemani ku sampai maut memisahkan kita. Aku gak pernah memikirkan wanita lain selain kamu. Kamu adalah alasan ku bisa hidup sampai sekarang. Dan dia, adalah masalalu yang sama sekali tak pernah ada di dalam hatiku " Jelas Vian. Vian menaikan wajah Cinta hingga bertemu muka dengan wajah Vian dan mencium lembut bibirnya.
__ADS_1
"Apapun yang di kata oleh Laura, itu semua semata hanya ingin memisahkan kita. Jadi aku harap kamu jangan pernah mempercayai nya ya. Banyak sayang yang ingin kita berpisah, maka dari itu jangan pernah mempercayai siapapun yang ingin memisahkan kita. Dan maaf jika sebelumnya aku sering sibuk dengan urusanku sendiri. Sebenarnya....."
"Apa?" Potong Cinta.
"Tapi kamu janji jangan marah yaa"
"Hemmmm" Jawab Cinta.
"Sebenarnya.... Saat aku pulang dari klien waktu itu. Aku bertemu dengan Laura yang keluar dari kamar Hotel lainnya. Saat itu dia sedang merangkak kesakitan, dia pendarahan hebat dan pingsan didepanku. Aku panik dan kebetulan tidak ada orang sama sekali. Jadi terpaksa aku membawanya ke ke rumah sakit. Saat aku menunggu Dokter keluar, dia mengatakan bahwa Laura keguguran. Aku kaget, karna setahuku dia masih lajang. Setelah dia sadar dia menangis dan gak mau untuk aku memberitahu keluarga nya. Di situ aku tak berfikiran aneh-aneh dan membantunya saat dia membutuhkan ku. Tapi demi apapun aku gak pernah menyentuhnya, kalaupun dia mau kekamar mandi itu suster yang mengantarkan. Aku hanya menemani saat dia di ancam kekasihnya yang menjadi tersangka membunuh bayinya. Dia di siksa pacarnya sampai keguguran karna pacarnya gak mau menikah dengan Laura dan Papa Laura juga sakit-sakitan jadi Laura takut jika Papa nya tau dia akan jatuh sakit atau malah bisa meninggal. Jadi dari situ Sayang Laura terus menjeratku sampai aku ......"
"Apa?" Jawab Cinta sambil menahan tangisannya.
"Terjebak" Jawab Vian sambil memeluk tubuh Cinta yang gemetar. Cinta tak kuat dengan air matanya dan menimpa semuanya.
"Jangan menangis Sayang aku gak suka kamu menangis " Ucap Vian sambil mengusap air mata Cinta yang sangat deras itu. Vian memeluk erat tubuh Cinta dan berusaha menenangkan nya.
......................
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1