
"Bagaimana ?" Tanya Pak Handoko kepada Bawahannya yang memantau Laura.
"Nona Laura sudah menemukan Hotel Tuan dan Nyonya, Tuan besar" Jawab bawahan itu.
"Terus pantau dia dan jangan biarkan kesempatan datang kepada Laura " Jawab Pak Handoko lagi.
"Baik Tuan"
***
"Kamu mau jalan-jalan kemana?" Tanya Vian.
"Gak tau, lagi gak kepikiran aja" Singkat Cinta. Vian menghela nafas panjang.
"Mau keluar makan?" Tanya Vian lagi.
"Kalau kamu mau, yaudah ayo" Jawab Cinta sambil berdiri menuju kamar.
"Kamu mau kemana?"
"Mau ganti baju" Jawab Cinta tanpa menoleh maupun menghentikan langkahnya.
"Kapan waktu yang pas untuk jujur denganmu Sayang, jika kamu seperti ini terus" Batin Vian sambil mengusap rambutnya.
Merekapun memutuskan untuk pergi ke Cafe dan dilanjutkan menuju pusat kota untuk melihat indahnya malam Minggu di kota mereka liburan. Nampak banyak sekali pasangan yang saling mencintai satu sama lain.
"Hah, sangat indah" Batin Cinta dengan senyum terpaksa nya.
__ADS_1
"Apa aku juga bisa sebahagia itu?" Batin Cinta lagi.
"Lagi mikirin apa?" Kaget Vian sambil menyodorkan minuman dingin ke pipi Cinta.
"Ahh, bukan apa-apa " Kaget Cinta.
"Kalau ada sesuatu jangan dipendam sendiri yaa, kamu bicarakan denganku. Aku suamimu, jadi kalau ada apa-apa kamu jangan diam saja" Ucap Vian.
"Hah, lalu kamu apa Vian " Batin Cinta sambil meminum minumannya.
***
"Vian...." Panggil seseorang dengan refleks Vian dan Cinta menoleh kearah panggilan itu.
"Laura..." Batin Cinta dan Vian bersamaan.
"Ahhh, iya" Jawab Vian bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu disini dari kapan? Aku disini baru 3 harian lahh" Ucap Laura lagi sambil memegang lengan Vian. Dengan cepat Vian melepaskan tangan Laura.
"Ahhj, Cinta. Kamu semakin hari semakin cantik yaa. Pakai perawatan apa?" Tanya Laura sambil menyematkan rambutnya ke telinga.
"Gak ada, hanya pakai skincare biasahnya aja" Singkat Cinta.
"Ohhh, memang wanita itu harus cantik. Apalagi kalau sudah pernah turun mesin, yah walau gak jadi sih" Jawab Laura lagi
"Maksudnya ?" Jawab Cinta sambil mengerutkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Ahhj, tak apa kok" Jawab Laura cepat.
"Awwww" Teriak Laura sambil memegang perutnya.
"Kamu Kenapa ?" Kaget Vian dan di lihat terus oleh Cinta.
"Perutku masih sakit, setelah keluar dari rumah sakit waktu itu perutku selalu begini kalau lagi kecapekan. Padahal dokter sudah bilang kan Vian kalau aku gak boleh capek-capek setelah pendarahan waktu itu" Terus Laura sambil terus memegangi perutnya.
"Pendarahan ?" Kaget Cinta.
"Ahhh, hanya masalah kecil kok bukan apa-apa " Jawab Laura lagi.
"Ahhhh, Vian. Aku pulang dulu ya. Maaf mengganggu " Ucap Laura dan pergi meninggalkan mereka
"Hemmmm, kita lihat setelah ini Vian dan Cinta " Batin Laura sambil berjalah kesakitan kearah mobilnya.
"Maksudnya Laura tadi apa?" Batin Cinta.
"Kamu kenapa Sayang ? Kok diam terus dari tadi?" Tanya Vian.
"Cuma capek. Kita kembali ke hotel saja ya" Jawab Cinta sambil berdiri dan berjalan pergi.
Setelah di Hotel, Cinta langsung mandi dan membaringkan tubuhnya ke kasur. Cinta ingin melupakan semua kejadian saat bersama Laura tadi. Dia tak ingin berfikir negatif dengan Vian dan Laura.
"Pendarahan, dan wakti itu? Kapan, mengapa Vian sepertinya ikut terlibat juga" Batin Cinta
...****************...
__ADS_1