Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Tak bisa menolak


__ADS_3

Cinta yang sangat kesal berlari kekamar dan membaringkan tubuhnya dikasur.


"Hih.... Sebel banget. Kenapa sih, gak Bara gak Vian sama aja. Sama-sama buaya. Awal aja baik, perhatian, ujung-ujungnya sama aja. Kenapa sih sama aku juga, Vian kan baru ku kenal, ngapain juga aku kayak gini. Kenapa aku bisa pusing mikirin Vian sama wanita itu? Harusnya kan aku biasah- biasa aja, apa aku udah mulai jatuh cinta sama Vian ? Akhhh.... tau lah" Kesal Cinta dan menarik selimut nya, Cinta mencoba memejamkan matanya agar cepat tertidur.


Tak lama kemudian setelah Vian menghubungi sekertaris nya, dia masuk ke kamar untuk membujuk Cinta dan minta maaf karena sudah cuek dengannya tadi pagi. Dilihatnya Cinta yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut sampai ke kepala.


"Hah, apa segitu marahnya sampai harus menutupi sampai ujung rambut gitu?" Batin Vian saat masuk kamar.


"Sayang...." Bisik Vian sambil memeluk dari belakang.


"Kamu marah sama aku?". Tanya Vian tapi tak ada jawaban.


"Kamu udah tidur?". Tanya Vian lagi dan masih tak ada jawaban.

__ADS_1


"Beneran ngambek kayaknya ". Batin Vian. Vian mulai menciumi leher Cinta dengan lembut, membuat Cinta sedikit bergerak.


"Oke Sayang, kita lihat seberapa kuat kamu bertahan ". Batin Vian dengan senyum liciknya yang siap menggoda istrinya itu.


Perlahan Vian menciumi lekuk leher Cinta dan tangan Vian yang mencari pengait bra untuk dilepas membuat Cinta sedikit kaget saat branya kendur. Vian mulai memainkan mainan bulatnya semakin kencang Vian memainkan nya semakin kuat Cinta menahannya.


"Hemmm, kuat juga istriku ini menahannya. Kita lihat sampai mana". Batin Vian lagi dan mulai menurunkan tangannya keinti permainan. Vian memasukan jarinya membuat Cinta refleks menahan tangan Vian saat Vian menggerakkan.


"Viannhhh..." Kata Cinta dengan mata sayupnya membuat Vian puas karna Cinta menikmati nya.


"Kalau gitu kita nikmati saja berdua, aku menginginkan mu Sayang ". Bisik Vian membuat Cinta merinding.


Vian menciumi bibir Cinta lembut dan turun menuju dua benda bulat. Vian bermain sebentar dan menjelajah lagi kebawah hingga dia melihat pink merona milik Cinta. Vian menekukkan sedikit kaki Cinta agar bisa lebih leluasa untuk dinikmati nya. Vian menarik sedikit ujung bibirnya dan tersenyum membuat Cinta tersipu malu.

__ADS_1


"Aku bisa gila kamu buat Sayang " Ucap Vian dan mulai men****t Inti Cinta. Sesekali Vian mendorong dengan lidahnya dan dimainkan nya. Membuat Cinta hilang kendali.


"Akuh... Mau kekeluar..." Ucap Cinta sambil meremas rambut Vian dengan cepat Vian menggerakkan lidahnya lagi sampai Cinta Sampai. Dengan cepat Vian memasukan miliknya dan Vian dapat merasakan miliknya yang serasa diremas-remas didalam milik Cinta. Keduanya menikmati malam yang panas bersama dengan suara mereka yang bergema.


***


"Laura.... Dari mana saja kamu hah? Jam segini baru pulang. Apa kamu gak punya etika sama sekali?" Bentak Papa Laura saat mengetahui putrinya pulang larut malam lagi.


"Main" Singkat Laura yang langsung pergi ke kamar nya membuat Papa nya sangat marah.


"Begini caramu bicara dengan orangtuamu? Hei, dengarkan Papa dan kamu kesini jelaskan semuanya. Apa yang kamu inginkan, jawab Laura " Teriak Papa nya tapi tak dihiraukan.


"Br*ngs*k, Jika bukan karna lelaki itu, aku tak akan seperti ini. Akhhhhhh..... Persetanan bisa kenal dengan dia. Dasar b*j*ng*n... Br*ngs*k...." Kesal Laura sambil membanting semua barang dikamarnya.

__ADS_1


"Aku akan buat kamu menderita, lebih menderita dari aku. Awas saja kamu Alex " Kesal Laura.


...----------------...


__ADS_2