
"Baru selesai mandinya ?". Ucap Vian saat Cinta keluar dari kamar mandinya sambil menggosok lembut rambutnya dengan handuk.
"Akhhh... Kakamu mengagetkan ku" Kaget Cinta.
"Lama amat mandinya, Aku kira tadi kamu ketiduran didalam. Hampir mau aku susulin". Jawab Vian sambil tersenyum.
"Apaan sih, Gak jelas". Cuek Cinta dan berjalan menuju meja riasnya. Cinta merias wajahnya dengan makeup dan lipstik natural.
"Tumben dandan, biasahnya juga cuma sisiran aja. Ehhh, gak sih, sisiran aja aku yang nyisirin. Ini kok dandan segala. Mau kemana?" Tanya Vian binggung. Karna gak biasanya istrinya ini jika dirumah memakai makeup jika tak ingin keluar rumah.
"Memangnya gam boleh jika aku dandan cantik, terus gunanya punya makeup untuk apa kalau gak dipakai. Atau maksud kamu aku gak boleh dandan supaya makeup aku awat gak boros dan kamu gak sering-sering beliin untuk aku? iya? maksud kamu gitu?". Omel Cinta membuat Vian binggung, Padahal Vian hanya heran saja dengan kelakuan istrinya belakangan ini.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih akhir-akhir ini sering banget marah-marah. Aku ada salah ?". Tanya Vian binggung.
"Apa? Maksudnya, aku sekarang jadi lebih sensitif gitu. Marah-marah gak jelas gitu, gak ada sebabnya gitu?". Tanya balik Cinta dengan nada kesal.
"Cint kenapa sih akhir-akhir ini jadi lebih sensitif dari pada hamil kemarin. Apa dia mau datang bulan? Kan bulan ini udah masa mau datang lagi? Kan nanti kalau aku minta masa harus puasa lagi selama 7 hari? Hah....." Batin Vian sambil mengusap pelan rambutnya. Membuat Cinta semakin kesal karna mengerti bahwa Vian sedang memikirkan sesuatu.
"Lagi mikirin apa sih nih cowok. Aku lagi ngomong bukan nya di jawab atau apa kek biar gak nambah badmood, ini malah mikirin yang lain. Dasar emang yaa cowok, kalau punya Berlian dirumah malah nyari batu dikali" Batin Cinta semakin kesal
"Kamu denger gam sih aku ngomong apa? Lagi mikirin apa sih kamu? Ini dirumah bukan dikantor. Bisa gak sih kamu fokus ke aku kalau lagi sama aku jangan lainnya" Kesal Cinta lagi . Vian menarik nafas panjang.
"Sebenarnya aku gak mau berfikir jelek sama Vian sih, Tapi kalau aku diam terus aku takut akan kehilangan untuk yang kedua kalinya lagi. Maaf Vian ". Batin Cinta sambil mengambil ponsel Vian. Cinta melihat isi pesan dari wanita itu, dan ternyata benar ada pesan dari wanita itu.
__ADS_1
"Batal ? Harusnya kan aku seneng, tapi kok aku masih kesal yaa. Apalagi nih cowok bales nya juga gitu, lusa ? Berati malam Minggu dong? Jadi dia lebih milih jalan sama mantan tunangannya dari pada aku istrinya ?". Kesal Cinta dan membanting ponsel Vian kekasur. Cinta pergi menuju tempat makan dan mulai makan sendiri tanpa menunggu Vian.
Tak lama kemudian Vian turun kebawah sambil membawa ponselnya, karna masih ada urusan kantor yang belum selesai.
"Segitu penting kah dia, sampai-sampai makan aja bawa ponsel? Hah, Ternyata dia sama saja, Sama-sama buaya". Batin Cinta kesal sambil mengaduk-aduk makanan nya.
"Kamu kenapa sayang ? kok makanan nya gak dimakan ?". Tanya Vian.
" Gak selera " Singkat Cinta dan berjalan meninggalkan meja makan. Membuat Vian memijat keningnya.
"Kenapa pula istriku ini, Masalah kantor belum selesai sekarang Cinta uring-uringan. Hah, ".
__ADS_1
"Lebih baik aku bujuk Cinta saja, urusan kantor biar diurus sama Bagus saja. Jangan sampai karna masalah ini aku malam ini gak dapat jatah lagi". Pikir Vian lagi dan menghubungi sekertaris nya itu.
...----------------...