
Setelah kejadian di Hotel ****, Laura tak langsung pulang kerumah. Melainkan ke apartemennya yang biasanya dia tinggali saat dia bosan dirumah. Sudah 3 hari Laura tak pulang karna tubuhnya yang penuh dengan tanda kepemilikan yang diberikan pria-pria br*ngs*k itu. Tubuh Laura yang dilempar sana sini untuk dimainkan nya. Dan dinikmati oleh Alex yang duduk sambil melihat pemandangan Laura menderita dengan keempat temannya. Laura sangat membenci dirinya sendiri, terutama dengan Alex. Masa depannya sangat hancur dan harus terjebak dengan lelaki br*ngs*k seperti Alex itu, entah sampai kapan.
"Bi, apa Laura sudah pulang?" Tanya Papa Laura.
"Sudah tuan" Jawab pembantunya.
Papa Laura pun menyusul anak semata wayangnya itu ke kamar.
"Laura..." Panggil Papa nya.
"Kenapa Papa masuk sembarangan sih. Ketok pintu dulu kan bisa Pa" Kesal Laura.
"Kamu kemana saja selama 3 hari ini. Gak ke kantor, pulang juga engak. Sekarang kamu nangis-nangis gak jelas gini kenapa? Putus dengan pacar mu yang play boy itu? Apa kamu di khianati ? Diselingkuhi ? Kenapa?" Bentak Papa nya.
"Papa itu gak ngerti apa yang anak Papa alami. Tau Papa cuma Laura anak nakal yang kerjaannya cuma habisin dan main aja kan ! Papa gak tau Laura bagaimana dan sekarang Papa ngomong seenaknya gini. Laura capek Pa capek" Tangisan Laura semakin pecah .
__ADS_1
"Bagaimana Papa bisa tau jika kamu setiap hari pergi tanpa bilang dan pulang seenaknya. Bahkan kamu sekarang gak bisa diatur Laura. Seenakmu sendiri. Papa sudah memberikan apa yang kamu mau, sudah menurutimu. Tapi kamu membalasnya dengan apa? Papa hanya ingin kamu Bahagia dan jadi anak yang baik, tidak seperti ini. Tapi kamu gak mau mendengarkan Papa " Jelas Papanya.
"Sudahlah Pa, lebih baik Papa keluar dari kamar Laura. Laura capek Pa " Bentak Laura.
"Laura, jika kamu seperti ini terus. Jangan salahkan Papa jika Papa akan menjodohkan kamu dengan teman Papa. Biar kamu ada yang mengurus dan mengawasi kamu sepenuhnya" Ucap Papa Laura dan pergi meninggalkan nya.
"Akhhhhhhjj..... Br*ngs*k. Kenapa sih gak ada yang bisa ngertiin aku, aku capek, aku udah gak kuat" Maran Laura dan menangis sejadi-jadinya.
***
"Hallo Vian. Apa kamu sibuk? Kalau engak Papa mau kamu menemui Papa di Cafe dekat rumahmu sekarang " Telvon dari Pak Handoko.
"Sendiri saja ya Vian" Ucap Pak Handoko.
"Baik Pa" Jawab Vian lagi.
__ADS_1
"Kenapa Vian ?" Tanya Cinta.
"Papa mau bahas tentang urusan kantor, dan mau menemui ku di Cafe dekat sini. Sambil makan siang kayaknya. Kamu gak papa siang ini makan sendiri? Atau mau aku bungkus kan setelah ketemu Papa ?" Tawar Vian.
"Boleh deh, tolong kamu bungkus kan soto yang biasa aku beli yaa, sama martabak manis rasa coklat keju " Jawab Cinta.
"Baik Sayang. Kalau gitu aku siap-siap dulu yaa. Nanti kalau kamu udah laperr dan aku belum pulang, kamu makan cemilan dulu ya. Takutnya nanti macet" Ucap Vian lagi.
"Iya" Jawab Cinta sambil tersenyum.
"Ohh iya, Nanti kamu jangan kemana-mana ya Sayang. Kalau kamu mau keluar telvon aku, dan kalau ada yang datang kamu jangan buka pintu sendiri biar bibi aja. Kamu diam dirumah aja kalau bosen kamu minta tolong supir untuk nyusul aku sama Papa di Cafe yaa" Pesan Vian.
"Iya iya, duh. Udah kamu berangkat deh nanti Papa udah nungguin lagi"
"Ya udah, aku berangkat dulu ya Sayang. I Love you" Pamit Vian tak lupa mengecup kening Cinta.
__ADS_1
"Love you too. Hati-hati " Balas Cinta.
...----------------...