
"Vian... Vian bangun.... Vian..." Ucap Cinta sambil mencubit lembut pipi Vian.
"Apa Sayang". Jawab Vian yang masih mengantuk bahkan tak membuka matanya.
"Aku ingin makan pizza". Jawab Cinta.
"Pizza? Sayang, ini hampir subuh. Dan kamu mau pizza. Sayang yang lain aja yaa. Atau besok siang aku belikan". Kata Vian yang bangun dari tidurnya.
"Tapi aku pengen dan mau sekarang". Renggeknya membuat Vian gelisah karena tak ingin melihat istrinya itu sedih. Vian menghela nafas panjang dan berdiam sejenak.
"Baiklah, aku carikan dulu yaa. Kamu tunggu dulu". Kata Vian bangkit dari tempat tidurnya.
"Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku yaa, jangan kemana-mana. Kalau haus kamu minum air putih yang sudah aku siapkan disampingmu. Kalau laper atau mau sesuatu telvon pembantu saja yaa. Jangan turun kedapur sendirian, karna masih petang. Aku berangkat dulu yaa Sayang". Ucap Vian mencium kening istrinya. Dan mencium perut Cinta.
"Hati-hati Vian". Jawab Cinta dengan tersenyum Bahagia.
"Kita tunggu Ayah yaa Sayang". Kata Cinta berbicara dengan bayinya didalam perutnya sambil tersenyum bahagia.
Disepanjang jalan Vian mencari toko pizza yang buka. Sangat mustahil jika hampir subuh begini masih ada yang buka. Hampir setengah jam Vian mencari. Vian meminggirkan mobilnya dipinggir jalan dan beristirahat didalam mobil sebentar, dia memundurkan kursi mobilnya dan bersandar.
"Harus kemana aku mencari nya. Semakin hari semakin sulit yang diinginkan Cinta. Entah memang itu benar mengidam atau hanya ingin memngerjaiku". Ucap Vian sambil memejamkan matanya.
"Ohh, iya. Bukannya Andre punya toko pizza yaa. Pasti dia bisa membuat kan 1 untukku. Kalaupun tak mau membuat kan paling tidak dia punya simpanan kan". Ucap Vian sambil meraih ponsel disakunya.
Dia mencari-cari nomor Andre dan menelfon nya.
__ADS_1
Tut Tut Tut. Sambungan telvon Vian.
"Ayo angkat dre, temanmu ini sedang membutuhkan mu" Ucap Vian sambil terus menelvon temannya itu.
"Hemmm". Jawab Andre yang masih mengantuk.
"Loe masih tidur ?". Tanya Vian.
"Apa loe buta, ini masih petang dan loe tanya gue masih tidur apa engak? Loe sehat kan ?". Jawab Andre sedikit kesal karna membangunkan tidurnya.
"Hehehehe, maaf deh. Ohh iya, gue mau minta tolong sama loe nih. Boleh yaa?". Tanya Vian lagi.
"Minta tolong apa sihhh, gak bisa nanti pagi apa ". Jawab Andre lagi.
"Gak bisa, istri gue ngidam pingin makan pizza. Loe kan punya toko pizza nih, pasti loe bisa bikin kan?". Jawab Vian.
"Yaa buatin gue 1 yaa. Gue bayar 10 kali lipat deh. Gimana". Tawar Vian.
"Gila loe, jam segini enak tidur tau. Ganggu aja". Kesal Andre.
"Ayolah, loe gak mau kan kalau anak gue nanti ileran gara-gara gak jadi makan pizza. Gue mohon yaa, demi anak gue". Mohon Vian membuat Andre jadi gak tega.
"Yaudah, loe bantu gue. Jangan mau pas jadinya aja". Jawab Andre mematikan ponselnya.
"Yes, huh. Akhirnya dapet juga". Kata Vian dan langsung melajukan mobilnya ketempat Andre.
__ADS_1
Sekitar 30 menit pizza nya pun jadi. Karna bahan untuk membuat pizza masih ada yang disimpan Andre, jadi menghemat waktu Vian.
"Makasih yaa bro. Ini imbalan buat loe karna sudah membantu gue". Kata Vian memberikan beberapa lembar uang merah.
"Gak usah, udah itu gue kasih aja. Udah sana pulang kasian anak istri loe nungguin". Ucap Andre.
"Gak, ini buat loe. Gue udah ganggu istirahat loe dan loe gak mau nerima ini gue malah gak enak sama loe". Jawab Vian.
"Ahahaha, sejak kapan loe kayak gini. Udah bawa aja kayak sama siapa aja loe. Loe udah bantu gue banyak banget vian,sampai gue bisa punya usaha gue ini. Jadi nyantai aja". Ucap Andre lagi.
"Udah sana pulang nanti keburu dingin jadi gak enak". Ucapnya lagi.
"Makasih yaa, semoga usaha loe semakin lancar". Jawab Vian sambil menepuk pundak sahabatnya ini. Mereka berteman sejak SMP, Andre dari anak yatim piatu yang dititipkan saudara ibunya kepanti asuhan. Dan dia menutuskan untuk keluar dari panti untuk bekerja sambil sekolah. Dia anaknya pendiam dan tak banyak bicara, banyak temannya yang menjauhi nya karna dia anak yatim piatu. Vian berbeda, dia sangat menyukai Andre masih remaja bisa bersekolah dan setiap bulan memberikan sumbangan untuk panti asuhan dimana dia tinggali dulu, dengan jerih payahnya. Akhirnya mereka berteman baik sampai lulus SMK. Andre yang meneruskan kuliah sambil bekerja. Dan Vian kuliah diluar negeri. Mereka bertemu kembali saat sama-sama lulus SMK. Vian yang meneruskan bisnis Papa nya. Dan Andre merintis toko pizza kecilnya. Vian kerap membantu perekonomian Andre dari SMP sampai dia kuliah. Dan dia juga membuat toko Andre semakin ramai dan besar.
"Oke, hati-hati dijalan". Jawan Andre. Vian pun bergegas pergi dari rumah Andre dan pulang.
Sesampainya dirumah Cinta masih setia menunggu dikamarnya.
"Kamu udah pulang". Gembira Cinta dan langsung berlari menghampiri Vian.
"Sayang. Jangan lari-lari, nanti kalau jatuh bagaimana". Jawab Vian panik.
"Hehehe, engak kok. Lagian kamu lama sekali Vian, aku sudah lapar. Sampai aku habis cemilan banyak ini". Jawab Cinta sambil melihatkan beberapa bungkus cemilan.
"Maaf yaa Sayang. Tadi temanku membuat kan dulu. Mangkanya lama" Jawab Vian membuka pizzanya. Tanpa banyak bicara Cinta langsung memakannya dengan lahap membuat Vian tersenyum Bahagia.
__ADS_1
"Pelan-pelan Sayang. Nanti kamu tersedak". Ucap Vian mengelus rambut Istrinya itu.
...****************...