Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Jujur.


__ADS_3

Setelah permainan panas mereka, Akhirnya mereka oun tertidur pulas hingga pagi hari. Cinta yang masih tidur pulas tak menyadari jika Vian sudah beranjak dari tidurnya.


"Bik, jika nanti Nona Cinta bangun. Tolong sampaikan jika saya keminimarket sebentar untuk belanja. Dan mampir kerumah Papa sebentar untuk membahas proyek". Pesan Vian kepada asisten rumah tangga mereka.


"Baik tuan" Jawabnya. Vian oun berangkat dengan mobil sport nya. Sesampainya diminimarket, Tak sengaja Vian bertemu dengan Laura yang sedang belanja dengan sosok pria gagah disamping nya.


"Siapa dia? Kekasih nya? Atau temannya?" Batin Vian binggung.


"Ahhh, mengapa aku malah memikirkan siapa yang bersama wanita itu. Lebih baik aku menghindari dia, dari pada aku kena masalah dengan istriku tercinta dan gak dapet jatah" Batinnya lagi. Vian pun berjalan ketempat buah untuk membeli stok buah yang hampir habis.


"Alex, Ini tempat umum. Dan juga banyak cctv. Kamu jangan aneh-aneh " Hindar Laura saat Alex meremas b*k*ngnya.


"Memangnya kenapa jika banyak cctv nya. Bukannya kamu suka jika publik tau tubuh indahmu ini?" Goda Alex lagi.


"Alex... Aku mohon "Renggek Laura sambil menahan tubuhnya agar tam terbawa hanyut permainan Alex. Alex yang tak mau mendengarkan ocehan Laura semakin memajukan jarinya sampai sampai diinti Laura membuatnya kaget saat jari Alex masuk dan digerakkan dengan cepat keluar masuk. Alex yang menyuruh laura memakai rok mini dengan tanpa memakai CD agar bisa Alex mainkan benda pink merona itu kapan saja. Dan Laura yang tak bisa menolaknya. Semakin cepat gerakkan Alex membuat Laura mengigit bibirnya dan meremas rak buah didepannya. Alex menarik sudut bibirnya saat merasakan cairan hangat membasahi jarinya.


"Kamu menikmati nya Sayang ?" Bisik Alex kepada Laura. Laura hanya diam sambil meneteskan air matanya. Mau sampai kapan hidupnya seperti ini. Jadi budak nafsu lelaki br*ngs*k ini.

__ADS_1


"Apa senikmat itu hingga kamu meneteskan air mata Sayang ?" Tanya Alex lagi sambil mengelap tangan nya dengan tisu.


"Kita lanjut dimobil Sayang ku" Ucap Alex menarik tangan Laura meninggalkan mini market. Sesampainya dimobil, Alex menyuruh anak buah nya untuk mengambil belanjaan mereka dikasir dan memberi kode untuk tidak kembali kemobil sebelum Alex memberi perintah. Dengan cepat Alex menarik tubuh Laura dan melanjutkan permainan mereka didalam minimarket tadi. Laura hanya bisa pasrah dengan perlakuan Alex karna jika melawan pun tak ada gunanya.


***


"Non, tadi tuan berpesan. Kalau tuan sedang belanja diminimarket dan pulangnya mampir kerumah tuan besar untuk membahas proyek" Ucap asisten mereka.


"Ohhh, iya bik. Makasih " Jawab Cinta.


"Kalau begitu saya permisi Non" Jawab asisten lagi


"Kenapa gak membangunkan ku. Kan aku juga mau pergi belanja" Ucap Cinta pelan sambil menikmati sarapannya.


***


"Papa mana bik?" Tanya Vian saat sampai dirumah Pak Handoko.

__ADS_1


"Tuan besar sedang sarapan tuan" Jawab pembantunya.


"Oh, baik" Jawab Vian sambil berjalan menuju meja makan.


"Papa" Panggil Vian.


"Ehh, tumben pagi-pagi sudah kesini. Ada apa? Dan mana istrimu? " Tanya Pak Handoko.


"Cinta gak aku ajak pa. Pa, Vian ingin bertanya sesuatu sama Papa" Tanpa basa basi Vian langsung menanyakan masalah Laura dengan Papa nya


"Apa? "


"Laura pa, dia kemarin datang kerumah Vian dan memberitahu Cinta bahwa dia mantan tunangan ku. Cinta sampai ngambek berhari-hari dengan kedatangan nya"


"Lalu?" Tanya Pak Handoko santai sambil menyantap sarapan nya.


"Vian mau Papa melanjutkan bisnis ini sebentar sampai kontrak dengan perusahaan Papa Laura selesai. Vian gak mau terlibat lagi dengan dia pa. Vian gak ingin rumah tangga ku jadi kacau hanya karna kedatangan Laura" Tegas Vian. Pak Handoko tersenyum puas dengan pemikiran Vian yang bisa menjaga perasaan wanita yang dia sayang itu. Sama seperti dirinya yang selalu menjaga hati dan kepercayaan mendiang istrinya dulu

__ADS_1


"Papa bangga denganmu Vian. Bisa melepaskan pekerjaan mu untuk membahagiakan istrimu. Jangan kamu sakiti dia,dan jaga dia dengan nyawamu sendiri. Karna itulah yang namanya pria sejati. Dan lagi, tanpa kamu minta Papa akan mengurus bisnis ini tanpa melibatkan kamu" Jawab Pak Handoko membuat Vian lega.


...****************...


__ADS_2