Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Terbangun


__ADS_3

"Hemmmm " Vian terbangun karna merasa lapar.


"Maaf yaa Sayang jika aku kasar" Ucap Vian dan mencium kening Cinta. Vian beranjak dari tidurnya dan mandi.


"Kenapa Laura senekat itu. Apa yang direncanakan nya. Apa jadinya jika tadi aku tak bangun dan aku gak bisa mengendalikan nafsuku " Batin Vian sambil mengguyurkan tubuhnya dibawah shower.


"Apa jadinya jika semua terjadi tanpa sadar ku" Lanjut Vian lagi.


"Stthhhh ..... Sakit banget " Ucap Cinta saat ingin beranjak dari tidurnya.


"Vian kenapa ya tadi. Kenapa dia begitu. Seperti...."


"Udah bangun Sayang " Potong Vian.


"Ha? Ohhh iya" Jawab Cinta kaget.


"Mau mandi?" Tanya Vian.


"Iya ...." Jawab Cinta dan ingin turun dari kasurnya.


"Awww" Teriak Cinta sambil memegang pinggul nya.


"Mau dibantu?" Tawar Vian.


"Gak kok, aku bisa sendiri" Cinta berusaha berdiri tapi kakinya sangat lemas.


"Ahhhhh" Hampir Cinta terjatuh dan ditolong Vian.

__ADS_1


"Kan aku bilang, aku bantuin Sayang. Gak aku apa-apa in kok. Gak usah takut" Ucap Vian dan mencium sekilas bibir Cinta. Cinta sedikit malu dan menundukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Maafkan aku ya Sayang jika tadi sedikit kasar"


"Apa tadi sakit?" Tanya Vian lagi.


"Ga-gak papa kok" Jawab Cinta malu.


***


"Hemmmmm, enaknya aku datengin Vian ke kantornya atau aku datengin kerumahnya ya?" Ucap Laura.


"Atau aku datangi saja Cinta dan berikan ini ke dia. Biar langsung cerai. Hahahaha " Lanjut Laura sambil tertawa lepas.


"Hah, aku akan membuat kalian berpisah dan gak akan bisa kembali lagi" Ucap Laura sambil memandangi foto dia dengan Vian.


***


"Hallo Sayang. Ya Tuhan, mimpi apa Bunda semalam akhirnya bisa melihat anak Bunda yang cantik ini. Ayo masuk Sayang, bunda udah masakin sarapan kesukaan mu" Ucap Bunda sambil memeluk Cinta.


"Iya Bun " Jawab Cinta.


"Ayo nak Vian silahkan masuk"


"Iya Bun " Jawab Vian.


"Nak Vian kamu tunggu di ruang makan dulu ya, setelah ini Ayah akan nyusul. Bunda dan Cinta mau nyiapin sarapan dulu" Ucap Bunda

__ADS_1


"Baik Bun " Jawab Vian.


"Ayo Sayang bantu Bunda kedapur " Ajak Bunda.


"Baik Bun "


Tak lama kemudian Ayah pun datang dan menghampiri Vian yang duduk sendiri di meja makan.


"Lho sudah datang nak Vian. Mana Cinta ?" Tanya Ayah.


"Ahh iya Yah. Barusan, dan Cinta ikut Bunda nyiapin sarapan " Jawab Vian sambil mencium punggung tangan Ayah.


Sarapan pun sudah datang dan ditata rapi oleh Bunda dan Cinta. Dan mereka mulai sarapan bersama.


"Ohhh iya Bun, Cinta kesini mau pamit kalau besok kita mau liburan. Mungkin disana agak lama sedikit. Boleh yaa" Pamit Cinta.


"Iya Sayang, hati-hati yaa. Jaga kesehatan dan jangan jauh-jauh dari suamimu. Kalau ada apa-apa langsung hubungi Ayah dan Bunda ya nak" Pesan Bunda.


"Dan Cinta, kamu sudah jadi istri orang. Jangan seperti anak kecil lagi ya. Jika ada apa-apa bicarakan dengan suamimu, jangan membantah suamimu. Dan jangan sampai kamu memecahkan masalah sendiri, apalagi saat sedang emosi. Dan kamu nak Vian, jangan sampai membuat Putri kesayangan kami sedih atau menangis, karna jika Ayah tau kamu membuat anak kesayangan kami menangis, disaat itu juga Ayah akan mengambil kembali hak Ayah dan tak akan memberikan nya kembali. Kamu faham?" Tegas Ayah.


"Iya Yah " Jawab Vian sedikit gugup.


"Semoga apa yang aku lihat dan fikirkan tak akan pernah terjadi" Batin Cinta.


"Apa jadinya jika Ayah dan Bunda tau tentang kemarin. Dan apa jadinya jika kemarin aku kelewat batas" Batin Vian sedikit panik.


"Sudah-sudah, kita lanjutkan sarapannya. Yang penting kalian baik-baik saja Bunda dan Ayah sudah bahagia. Semoga rumah tangga kalian bahagia dunia akhirat ya Sayang" Jawab Bunda dan di angguki bersama.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2