
Cinta yang semakin hari sudah memulai mengikhlaskan anaknya membuat Vian merasa lega walau ada yang masih mengganjal di hatinya. Yaitu tentang kejadian waktu Cinta terjatuh, karna Vian sangatlah yakin bahwa kecelakaan itu bukan atas kecerobohan Cinta sendiri, melainkan ada orang lain lagi. Tapi Vian masih tidak berani bertanya kepada Cinta, Vian takut jika pertanyaan nya malah membuatnya jadi mengingat yang seharusnya tak perlu diingat lagi. Apalagi kondisinya yang masih belum sembuh total dan baru juga merasa berbaikan dengan dirinya sendiri.
"Kamu bengong kenapa Vian ?". Tanya Cinta membubarkan lamunan Vian. Vian yang sedari tadi duduk dibalkon kamar mereka menatap kosong keluar.
"Ah, Tak ada Sayang. Aku hanya sedikit memikirkan kerjaan kantor saja. Pasti Papa dan sekertaris ku sekarang sedang sibuk untuk mempersiapkan bisnis baru. Dan aku bisa bersantai disini denganmu ". Jawab Vian sambil mencium lembut bibir Cinta. Membuat Cinta kaget dan malu
"Apasih Vian". Malu-malu Cinta membuat Vian semakin gemas.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia kamu bisa tersenyum lagi Sayang. Apa kamu tau, rasanya hidupku hilang setengah saat melihat kamu hanya bisa menangis dan terus menyalahkan dirimu sendiri. Aku gak mau kamu seperti itu lagi Sayang. Maafkan aku yang gak ada disamping mu saat kamu membutuhkan aku. Maafkan aku Sayang ". Penyesalan Vian Sambil Vian menggenggam erat kedua tangan Cinta.
"Kami gak salah Vian, kamu sudah menjadi suami dan Papa yang sangat baik untukku dan almarhum anak kita. Mungkin memang benar, Bahwa kita masih belum dikasih kepercayaan untuk memiliki anak. Ada disamping mu saja aku sudah sangat bahagia kok. Kita lewati ini bersama ya". Jawab Cinta tersenyum.
"Makasih yaa Sayang, Kamu sudah bisa menerima ini semua. Dan pastinya aku sangat bahagia bisa mengenal mu dan menjadikan kamu istriku. Aku harap kita bisa bahagia selalu yaa Sayang. Kami adalah wanita yang sangat aku cintai dan sayangi setelah ibuku. Love you Sayang ". Ucap Vian dan disenyumi oleh Cinta.
Vian yang sudah sangat merindukan tubuh istrinya itu sangat menikmati nya. Perlahan tangan Vian yang sudah membuka hampir semua kancing Cinta ditanan oleh Cinta. Membuat Vian sedikit merasa kesal
__ADS_1
"Ada apa Sayang ?. Aku sangat merindukan kamu". Bisik Vian dan dilanjutkan tangannya yang masuk kedalam celana Cinta.
"Ta-tapi ini masih diluar Vian. Aku takut nanti ada yang melihat ". Ucap malu Cinta dan disenyumi oleh Vian.
"Hahaha, aku kira apa Sayang. Kalau begitu kita lanjutkan dikamar yaa". Bisik Vian. Vian yang berdiri dan menggendong Cinta menuju kamar mereka. Vian membaringkan tubuh Cinta pelan dan mulai menjelajahi leher putih mulus itu tak lupa Vian meninggal kan bekas kepemilikannya. Tangan Vian yang aktif mencari pengait bra Cinta dan melepaskan nya membuat gunung Cinta terlihat menonjol. Vian mulai memainkan dan sesekali dia hisap membuat Cinta meremas lembut rambut Vian. Setelah itu Vian turun kebawah untuk bermain dengan intinya membuat Cinta tak karuan. Vian sangat merindukan semua yang dia mainkan sekarang. Vian mulai menaiki tubuh Cinta yang sama-sama sudah polos tanpa apapun.
Perlahan pun sudah menuju tempat semestinya. Sejenak Vian membiarkan diam sejenak dan mulai mengatur ritme mereka. Kamar yang hampir lumayan lama sepi, kini sudah mulai hangat dengan suara mereka berdua.
__ADS_1
...****************...