Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Liburan 8


__ADS_3

"Pantai.... Hah, liburan kalian akan menjadi liburan terakhir " Guman Laura sambil tersenyum jahat. Laura segera memarkir kan mobilnya dan mengikuti Vian dan Cinta.


Cinta melepaskan semua kekesalannya dan sedihnya. Cinta berlarian dengan ombak, Cinta tertawa puas dan melupakan semua masalah hatinya. Vian sangat bahagia saat melihat istrinya ini bisa tersenyum puas dan bahagia.


"Maafkan aku Sayang. Aku janji setelah ini akan lebih tegas lagi" Batin Vian. Vian pun berlari menuju Cinta dan menggendong Cinta. Mereka tertawa bahagia bersama sambil berlarian di pinggir pantai dengan Vian menggendong Cinta.


"Hah, aku pastikan ini adalah bahagia kalian yang terakhir" Sinis Laura dari kejauhan.


"Sayang, gak capek? Ini udah mau siang. Udah panas sekali. Kamu gak laper?" Tanya Vian yang mulai kecapekan.


"Yaudah kita makan didekat sini aja" Jawab Cinta.


"Yaudah, sini kamu naik. Aku gandong" Ucap Vian sambil duduk didepan Cinta.


"Emang kamu gak capek?" Tanya Cinta.


"Engak Sayang, aku kawatir kalau kamu yang capek. Nanti malam gak bisa main sama aku dong" Jawab Vian.


"Apaan sih, mesum banget" Jawab Cinta dan mulai naik ke punggung Vian. Vian pun menggendong Cinta sampai di tempat mereka untuk makan siang.


"Mau disini?" Tanya Vian.


"Boleh" Jawab Cinta sambil turun dari gendongan Vian.

__ADS_1


"Mau pesen apa?" Tanya Vian.


"Ayam bakar aja sama minum es jeruk, lalu ikan bakar juga enak kyaknya. Atau gak gitu aku mau es nya dua deh soalnya aku haus banget. Sama sate yaa, yang di pojok itu jangan yang lainnya harus yang pojok itu. Kalau ada Snack aku juga mau. Sama aku kepengen susu deh, tapi yang dingin. Susunya yang full cream yaa" Jawab Cinta sambil menompa kepalanya dengan tangannya.


"I-iya Sayang. Kamu tunggu sebentar ya" Jawan Vian kaget. Gak biasahnya istrinya ini makan banyak banget. Apa karna tadi pagi berangkat terburu-buru dan gak sempat makan dengan benar sampai-sampai makan siangnya sebanyak ini.


"Ohhh iya Vian," Vian menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Cinta.


"Kamu pesan makanan mu sendiri. Aku gak mau kamu ambil makanan ku sedikit pun. Awas kalau kamu minta-minta" Lanjut Cinta sambil mengayunkan bibirnya.


"Iya Sayang ku" Jawab Vian dengan tersenyum. Tak lama kemudian Vian datang dan selang beberapa menit makanan satu persatu datang. Vian hanya memandangi istrinya yang sangat lahap memakan Makanannya itu. Walau dia hanya memesan nasi dua piring dan lauk lebih dari satu itu. Namun bisa habis.


"Tumben Cinta makannya banyak. Biasahnya dia makan gak sebanyak ini. Waktu hamil saja dia bisa makan seperti ini. Dan dia akhir-akhir ini juga sering ngambek seperti anak kecil jika semua keinginan nya gak dipenuhi. Apa mungkin dia....."


"Vian......" Panggil Cinta membubarkan lamunan Vian.


"Ihhhh, kamu gak dengerin aku ngomong dari tadi?" Kesal Cinta.


"Maaf Sayang, kami tadi ngomong apa?" Tanya Vian lagi.


"Aku mau es krim.... Setelah ini kita pulang aja deh. Aku udah gak mood. Tapi pulang dari sini aku mau belanja ke minimarket dulu. Aku kepengen makan NuGet sama sosis bakar, tapi kamu yang buat. Dan aku kepingin makan es krim juga"


"Iya Sayang ku" Setelah selesai makan Vian membayarnya dan menuju ke mobil. Saat berjalan ke mobil, tangan Vian ditarik seseorang

__ADS_1


"Vian ...." Refleks Cinta dan Vian menoleh bersamaan.


"Laura?" Kaget Vian.


"Vian ..... Kamu kemana aja sih. Aku telvon gak di angkat, aku kirim pesan juga gak pernah kamu balas. Susah banget sih nyari kamu. Gini akhirnya saat kamu udah dapat apa yang kamu inginkan dariku" Ucap Laura. Cinta menarik nafas panjang. Dia kembali mengingat foto yang dikirimkan seseorang itu.


"Maksudnya?" Binggung Vian.


"Kamu lupa waktu di Apartemen ku? Pura-pura lupa kamu ha?" Jawab Laura.


"Gila kamu" Bentak Vian.


"Kami yang gila. Setelah kamu meniduri ku kamu seenaknya pergi gitu aja" Teriak Laura.


Plakk......


Satu tamparan keras melayang di pipi Laura.


"Kamu....." Kaget Laura sambil memegangi pipinya yang merah.


"Apa? Kamu pantas dapatkan itu. Kamu gak ada bedanya dengan sampah. Segitu murahnya kamu ha, sampai rela memberikan tubuhmu dengan gitu aja ke orang lain. Pacar mu yang gak mau punya anak dari kamu kemana? Udah di ambil orang ya? Hah, memang pantas kamu. Jadi wanita murahan" Ketus Cinta.


"Kamu..... Beraninya" Saat Laura ingin menampar Cinta. Vian memegangi tangannya Laura.

__ADS_1


"Sekali kamu menyentuh istriku. Maka aku pastikan kamu gak bisa menggunakan tanganmu lagi" Ucap Vian sambil mencengkram kuat pergelangan tangan Laura.


...****************...


__ADS_2