Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Menikmati


__ADS_3

Kirana yang sangat cantik menggunakan lingerie **** nya itu. Dia terus memandangi tubuhnya didepan kaca kamar mandi di apartemennya.


"Bagaimana tidak tergoda olehku, tubuh ku yang sangat se*i ini dan wajahku yang cantik ini juga Pria mana yang tak menginginkan nya" Ucap Kirana sambil menampilkan sedikit buah dadanya. Nampak dari belakang seorap Pria yang sudah polos tanpa apapun mendekat ke arah Kirana. Pria itu menggesek kan miliknya yang sudah berdiri saat melihat Kirana yang menggunakan lingerie itu. Kirana nampak menikmatinya dan sedikit mengeluarkan suara manjanya. Pria itu mengangkat tubuh Kirana agar duduk di depan kaca, dan membuka p*h* Kirana untuk melepaskan cd-nya.


"Emmmmmhhhhhh" Ucap Kirana saat jari Pria itu mengusap halus pink merona Kirana. Pria itu memasukkan jarinya keluar masuk, membuat Kirana meraung kegirangan. Semakin cepat gerakannya semakin keras suara Kirana. Kirana sudah tak sabar dan melepaskan lingerienya. Kirana ******* bibir Pria itu dengan sangat agresif. Kegiatan panas mereka pun dilakukan dengan lancar bersama di kamar mandi itu.


***


"Cinta, Sayang. Kamu dimana Sayang. Kamu dimana" Ucap lirih Bara sambil melihat foto mereka saat masih SMA. Air mata Ayah Bara tak bisa ditahan dan keluar begitu saja saat melihat anak semata wayangnya ini menderita. Belum lagi istrinya yang terus-menerus berusaha untuk bunuh diri karena tak kuasa melihat anak semata wayangnya itu menderita.


"Maafkan Ayah nak, maafkan Ayah. Jika Ayah tau kamu dan Mama mu akan seperti ini, Ayah lebih baik hidup susah tapi bisa melihat kamu dan Mama mu hidup bahagia nak. Maafkan Ayah nak...." Tangisan Ayah bara semakin keras sambil memeluk putranya ini. Hidup Bara yang sudah musnah, dan usaha Ayah nya yang bangkrut. Membuat Ayah Bara semakin sengsara. Hutangnya di bank pun tak bisa dilunasi nya sampai rumah mereka pun disita, dan mereka hidup di rumah almarhum orangtua Mama Bara yang sudah lama tak ditinggali ini. Sangat sederhana, bahkan untuk mereka ber tiga pun sangat lah kecil. Hati Ayah Bara seperti tersayat melihat kehidupannya sekarang yang sangatlah bertolak belakang dengan dulu.

__ADS_1


***


"Yah, Kenapa yaa kok Cafe sebelah sudah lama sekali gak buka. Apa keluarga Bara semua pindah rumah?" Tanya Bunda Cinta ke Pak Bram.


"Apa Bunda gak tau kalau keluarga Bara sudah bangkrut. Bahkan rumah mewah mereka yang di dapat dari menantunya yang jadi model itu, sudah disita bank karna gak bisa melunasi hutang mereka" Jawab Pak Bram.


"Ayah serius? Kok Bunda gak tau sih Yah" Kaget Bunda.


"Sudah lama Bunda, sengaja Ayah gak bilang karna sudah pasti Bunda akan mengolok-olok mereka" Jawab santai Pak Bram.


"Bukannya Bunda sendiri yang bilang ingin menjadi orang pertama yang akan menertawakan mereka jika mereka dibawah kita jauh dan hidup mereka sengsara !" Ucap Pak Bram lagi.

__ADS_1


"Ah, it... itu kan dulu Yah. Bunda hanya marah saat mereka sering membuat anak kita menderita. Sekarang kan anak kita sudah bahagia dan Bunda juga sudah memaafkan kok"


"Allhamdullillah kalau begitu Bun " Jawab Pak Bram.


"Tapi, jika memang keluarga Bara sedang gak baik-baik saja, mengapa Mama Bara juga gak pernah kelihatan yaa Yah. Bara pun juga, mereka apa pindah sangat jauh ya Yah. Setau Bunda rumah almarhum orangtua Mama Bara didekat sini kok. Apa jangan-jangan Bara gila dan Mama Bara malu untuk menerima semuanya ?" Tebak Bunda.


"Hust, ngomong apa sih Bun. Gak mungkin lah Bun, mungkin mereka sibuk bekerja untuk membangkitkan ekonomi mereka. Sudah-sudah, gak baik ngomongin orang lain. Lebih baik kita perbaiki kesalahan kita sendiri, jangan sibuk mencari-cari kesalahan orang lain" Nasehat Pak Bram.


"Kan cuma menebak Yah, lagian kan gibahnya juga sama Ayah aja. Gak sama yang lain" Elak Bunda.


"Sudah-sudah, jangan diteruskan "

__ADS_1


"Ihh, Ayah gak seru ahh" Jawab Bunda sambil berjalan pergi.


...****************...


__ADS_2