System : Asisten Pribadi

System : Asisten Pribadi
Chapter 24 : Rosi and the gang


__ADS_3

Erick dan kedua adiknya berada di luar komplek apartemen, di pinggir jalan, sedang menunggu taksi online pesanan mereka.


"Hmm ... apa aku beli mobil saja, ya? Repotkan jika ingin berpergian." batin Erick fokus dengan handphone-nya. Berita trending dipenuhi oleh akuisisi perusahaan Meta.


Semua orang masih bertanya-tanya, siapa dia? Tapi, untuk menyebutnya lebih mudah. Semua orang mulai menyebutnya Mr. Meta.


"Statusku sekarang adalah pemegang saham mayoritas. Tentunya punya otoritas untuk melakukan pengelolaan perusahaan. Aku apakan perusahaan itu? Huh ... sepertinya tak sempat? Aku sibuk dengan urusanku sendiri."


"Kak Erick, kak! Ayo berangkat, taksinya sudah sampai!" beritahu Mona menarik-narik tangan Erick. Dia agak terkesiap kaget karena sibuk bergumul dengan pikirannya.


"Hah? Eh, ya. Maaf, kakak kebanyakan ngelamun." balas Erick canggung.


Mereka pun masuk ke dalam taksi. Duduk manis dan menikmati perjalanannya, jarak universitas dan komplek apartemen milik Erick tak terlalu jauh, sedang-sedang saja.


[Master, saya perlihatkan keadaan Fian]


"Kenapa dengannya?"


System pun menunjukkan secara real time kondisi Fian. Di mana dia, sedang apa, bersama siapa.


Semua pertanyaan itu terjawab dengan Fian yang naik kendaraan umum berupa angkot. Dia sendirian di dalam sana, nampak tak nyaman. Fian membekap mulutnya sendiri, menahan rasa mual. Dia tak terbiasa naik angkot.


"Seluruh kartu ATM dan uang cash-nya ada padaku, sih. Tapi, apakah dia benar-benar tak punya uang? Tak mendapat bantuan dari orang tuanya?"


[Menurut saya, Fian tengah dihukum oleh keluarganya. Master ingat apa yang dikatakan pacarnya?]


"Memutus afiliasi——hubungan keluarga. Ah, ok. Aku mengerti. Fian dikambinghitamkan atas putusnya hubungan dua keluarga. Yah, Fian dituduh selingkuh, sih. Huh, begitulah repotnya jika keluarga punya kekuasaan yang besar."


Tak terasa. Mata Erick dan Mona-Mina sudah bisa melihat gedung-gedung kampus yang megah. Angkot mengantarkan dekat gerbang masuk, sontak mereka bertiga menjadi perhatian publik.


"Mahasiswa UN ada yang naik angkot?"


"Haha ... tidak mungkin! Penerima beasiswa saja diberi fasilitas mobil. Mana mungkin ada mahasiswa reguler (membayar) naik angkot!"


"Woi, beneran lah?! Aku ingat dia beberapa hari yang lalu ke sini. Sepertinya untuk mendaftar."


"Hah? Mana mungkin orang miskin seperti mereka mampu kuliah di UN."

__ADS_1


"Yah, siapa yang tau. Mungkin dia menjual seluruh harta bendanya cuma untuk bisa masuk ke sini."


"Sungguh-sungguh ambisius!"


Tentunya sayup-sayup gunjingan datang silih berganti. Para mahasiswa lain merasa janggal dengan kehadiran Erick dan kedua adiknya. Pikiran seperti mempunyai orang dalam juga menyeruak sempat muncul. Kedatangan dengan angkot adalah blunder.


"System, nonaktifkan pembaca pikiran dan suara hati! Sangat berisik, suara hati mereka sangat menganggu." titah Erick berjalan berpapasan dengan hilir mudik orang.


[Baik, Master]


Erick dan Mona-Mina harus terpaksa berpisah. Mereka beda fakultas dan jurusan, tentunya juga beda gedung.


"Kita berpisah di sini. Kakak berpesan, jangan mudah percaya pada orang. Pilih-pilihlah orang yang ingin kalian jadikan teman!" ucap Erick memberikan nasehat.


Mina dan Mona mengangguk mantap. Mereka ikut menasehati Erick.


"Jangan cari pacar!" ucap Mona yang seketika berbalik, bergegas masuk ke gedung yang dimaksud.


Erick lantas mengembuskan napas berat. Dia masih belum dapat tenang, cemas pada adik-adiknya.


"System, aku ingin memberikan Mina dan Mona penjaga. Kau punya sesuai yang bagus? Aku terlalu was-was."


"Oh. Si mbak-mbak asisten. Tapi, dia sekarang orang terkenal. Jika mendadak muncul di kampus ini, bukannya gawat? Apa mukanya bisa direkonstruksi?"


[Dia bukan makhluk hidup. Jadi, semuanya bisa diatur]


"Kalau gitu. Siapkan identitas lain untuknya. Hmm ... namanya Rita saja. Asisten pribadi dari Erick Brown!"


[Baik, Master. Sekarang asisten pribadi memiliki dua identitas. Bawahan Mr. Meta dan bawahan Erick]


"Hmm ... ok. Sepertinya dia bisa muncul di tempat berbeda dalam waktu yang bersamaan, bukan?"


[Tepat sekali, Master]


"Hei, bro ... kau mahasiswa baru, 'kan? Juragan angkot? Mau bergabung dengan kami?" sapa seseorang yang tiba-tiba merangkul Erick begitu saja. Dia tersenyum kaku.


"Aku dikira juragan angkot. Yah, wajar sih. Tadi aku ketahuan menggunakan angkot." batin Erick menengok——menelisik beberapa laki-laki yang bersama orang yang sok akrab dengannya.

__ADS_1


"Maaf, tapi aku tak tertarik. Bisa kau lepaskan tanganmu ini?" mohon Erick baik-baik. Di hari pertama kuliah dia tak ingin mendapat masalah.


"Aku sibuk. Lepas!" paksa Erick.


"Eh? Kenapa?" kejutnya. Laki-laki dengan rambut pirang disemir akhirnya melepaskan rangkulannya. Dia menatap Erick.


"Circle paling menyebalkan di kampus. Yah, valid sih!" batin Erick.


"Padahal jika bergabung dengan kami. Kau bisa mendapat banyak cewek, kita juga sering s*x bebas dengan mahasiswi-mahasiswi cantik, lho." tawar laki-laki berambut pirang itu, tersenyum sinis.


"Terima kasih, aku gak butuh. Bisa kudapatkan sendiri!" Erick memaksa lewat. Tapi, beberapa laki-laki di belakang si pirang maju, menutupi jalannya Erick.


"Hah? Memang pingin dihajar——permalukan di depan umum." Erick mulai kesal.


"Kau sombong, ya? Padahal banyak sekali orang yang ingin bergabung dengan kami, sampai mau sujud lagi. Katakan ... kenapa kau tak mau berga——aaarghh!"


Si pirang hendak mencengkeram baju Erick, tapi dengan mudah ditangkap.


"Jangan sok! Kalian itu bukan apa-apa! Manusia yang masih nyusu dengan orang tuanya!" ucap Erick seraya mencengkeram kuat. Dia merendahkan mereka. Semuanya jadi emosi.


Erick melepaskannya tangan si pirang.


"Cih, kau ...! Habisi dia!" perintah si pirang, yang sibuk memegangi lengannya.


"Kuat sekali cengkramannya!" batinnya merintih kesakitan.


Erick segera menjauh, menjaga jarak. Di hadapan ada 8 orang. Yah, satu lawan delapan.


[Misi dikonfirmasi]


[Permalukan Rossi and the gang]


[Tingkat kesulitan : D]


[Hadiah : ???]


[Batas waktu : 30 menit ]

__ADS_1


[Pinalti : Anda akan babak belur]


__ADS_2