
Semuanya yang dikatakan Satelia benar, Bumi sedang memasuki masa-masa kekuatan adalah segalanya.
Ribuan gerbang untuk menuju ke dunia lain muncul di seluruh dunia. Menyeberangkan penghuninya yang merupakan para monster.
Manusia berada di bawah dasar rantai makanan dan perlu beberapa dekade untuk kembali memulai tatanan dunia, sebagai kaisar dari Bumi.
.
.
.
.
"Fika, hati-hati jalannya! Nanti jatuh!" Peringat seorang wanita pada seorang anak kecil yang berlarian.
Brukkk ...
Benar saja anak laki-laki yang kira-kira berusia 7 tahun itu tersandung oleh kakinya sendiri.
"Aduh, makanya hati-hati. Apa sakit?"
Anak bernama Fika itu menggeleng. "Nggak! Fika kan kuat!"
"Nah, itu baru anak Mama. Jangan kalah sama Vivi, Gray, dan Ciel, ya?"
"Ya." Fika mengangguk dengan semangat. "Fika akan menjadi orang yang hebat, bisa membantu Papa, menjadi penerusnya."
Tak berselang lama, pasangan ibu dan anak bermunculan, mereka langsung menghampiri Fika dan wanita itu.
"Fika, kamu kenapa? Tadi sepertinya ada sedikit ribut-ribut."
"Bukan apa-apa!" Fika menggeleng dengan cepat. Fika memerhatikan anak seusianya yang datang bersama ibu mereka itu.
__ADS_1
"Gray, Ciel ... ayo, bertarung! Tunjukkan siapa yang terkuat?" Fika mendadak memasang pose bertinju. "Kamu juga Vivi!"
"Aku perempuan!"
Ketiga ibu mereka lantas menatap sang ibu dari Fika.
"Ini bukan persaingan, Anya!"
"Tak peduli pertama, tersayang, ter ... ter apalah itu!? Kita masih keluarga." ucap seorang wanita yang menguncir rambutnya ke belakang.
"Ibu ... Fika jahat! Dia menarik rambut Vivi!" teriak anak perempuan yang rambut panjangnya ditarik oleh Fika.
Keributan kecil itu menarik perhatian semua orang, terutama seorang pria dewasa yang kebetulan berjalan ke arah ibu-ibu itu. Dia tersenyum.
"Ini memang happy ending ... untukku, tidak untuk dunia ini!? Tapi, siapa peduli."
Itulah Erick orang yang menyebabkan Bumi harus beradaptasi dengan era baru. Tapi, yah ... dia masih punya nurani dan membuat perusahaan yang awalnya bergerak di bidang teknologi ... sekarang dialihkan ke pembuat senjata militer.
"Papa? Fika yang paling kuat, 'kan?" Fika langsung meminta pendapat langsung dari ayahnya.
.
.
.
.
.
Dan tamat ....
Maaf bila ceritanya gaje dan amburadul. Aku soalnya motong alur cukup banyak. Kerangka cerita yang udah siap terbuang sia-sia. Yah, begitulah ... yang penting tamat.
__ADS_1
Mungkin jika ada mood, novel ini akan direvisi. Tapi, nggak janji lho.
Dah segitu aja.
Spam ... spam ... spam ...
Dan tamat ....
Maaf bila ceritanya gaje dan amburadul. Aku soalnya motong alur cukup banyak. Kerangka cerita yang udah siap terbuang sia-sia. Yah, begitulah ... yang penting tamat.
Mungkin jika ada mood, novel ini akan direvisi. Tapi, nggak janji lho.
Dah segitu aja.
Dan tamat ....
Maaf bila ceritanya gaje dan amburadul. Aku soalnya motong alur cukup banyak. Kerangka cerita yang udah siap terbuang sia-sia. Yah, begitulah ... yang penting tamat.
Mungkin jika ada mood, novel ini akan direvisi. Tapi, nggak janji lho.
Dah segitu aja.
Dan tamat ....
Maaf bila ceritanya gaje dan amburadul. Aku soalnya motong alur cukup banyak. Kerangka cerita yang udah siap terbuang sia-sia. Yah, begitulah ... yang penting tamat.
Mungkin jika ada mood, novel ini akan direvisi. Tapi, nggak janji lho.
Dah segitu aja.
Dan tamat ....
Maaf bila ceritanya gaje dan amburadul. Aku soalnya motong alur cukup banyak. Kerangka cerita yang udah siap terbuang sia-sia. Yah, begitulah ... yang penting tamat.
__ADS_1
Mungkin jika ada mood, novel ini akan direvisi. Tapi, nggak janji lho.
Dah segitu aja.