
17 tahun yang lalu.
Malam yang sunyi dengan gelapnya malam. salju pertama mulai turun menghujani Kerajaan Tin. Nyala obor menjadi penerang disetiap sudut sudut tempat.
Dinginnya udara membuat seluruh makhluk menyembunyikan diri mencari kehangatan. Demikian juga Dengan para warga yang tinggal. Mereka menyalakan Api disetiap Rumah. Terlihat jelas dari cerobong asap yang mengepul keluar.
Namun suasana itu berbeda dari salah satu sudut istana bagian belakang. Seseorang telah melempar sesuatu dengan sengaja ke dalam sebuah tumpukan jerami yang ditimbun untuk pakan para kuda.
Awalnya hanya api kecil saja yang timbul. karena sifat jerami yang mudah terbakar. Akhirnya merambatlah api sampai ke paviliun Sakura.
Dilain sisi, Ruangan terdalaman istana Kaisar Hyun Shik terlihat cemas. Ia tidak menduga Selir Satu-satunya yang telah ia istemewakan menyimpan banyak kebohongan.
Dan saat ini ia telah mengetahui nya. Semua kebusukan Selir ok Jung. Keracunan calon putra mahkota-anaknya Dengan permaisuri utama. bukan karna ketidak sengaja an melainkan sudah direncanakan.
Panglima besar Han telah memata matai seluruh penghuni istana atas izin Kaisar Hyun Shik secara diam-diam. Beberapa hari ini istana terlihat mencekam dan Panglima segera menemukan kejanggalan nya.
Malam ini akan menjadi malam paling panjang bagi seluruh penghuni istana. Karena dari kabar yang panglima Han berikan. Selir ok Jung dan para pemberontak akan menyerang istana secara diam-diam.
Dan dengan kabar yang begitu tiba-tiba tersebut Kaisar Hyun Shik menitahkan Panglima Han untuk mengamankan calon putra mahkota dan permaisuri utama ketempat yang lebih aman. Tanpa tau menau paviliun Sakura telah hampir hangus terlalap api karna jarak antara kediaman Kaisar yang terlalu jauh.
Salah satu prajurit melaporkan dengan segera kepada Kaisar Hyunshik. Dan dengan kecepatannya, kaisar Hyunshik mendatangi paviliun Sakura. Kayu telah menjadi abu.
Hati Kaisar Hyunshik telah hancur, amarah membara tanpa pengobatnya. Ia telah pergi dalam kobaran api didepan matanya. Belum pulih calon putra mahkota dari keracunan nya. Dan kini ia telah melihat pujaan nya, kebahagiaannya, cintanya terbujur kaku hangus didepan mata.
" Persiapkan seluruh prajurit yang tunduk dibawah titahku malam ini. seluruh nya! Kita akan memusnahkan para iblis itu"
" Baik yang mulia"
Panglima Han menunduk patuh segera melaksanakan tugasnya.
...************...
__ADS_1
Tujuan akhir Panglima Han sebelum membasmi para pemberontak malam ini. Ia mendatangi kediamannya terlebih dahulu. Merasa cemas dengan istrinya yang tengah hamil anak keduanya.
Firasatnya mengatakan akan ada pertumpahan besar malam ini dan ia tidak ingin keluarganya terluka.
"Istriku pergilah kedesa Nam. kau akan aman disana." Perintah panglima Han kepada istrinya. Tangannya menggenggam erat sang istri.
"Lalu bagaimana denganmu ?" tanya sang istri dengan linangan air mata. Ia sudah mengetahui akan apa yang akan terjadi malam ini karna Panglima Han telah menceritakan nya secara keseluruhan.
"Aku akan baik-baik saja istriku, ini sudah tugasku melindungi istana. aku berjanji akan segera menjemputmu jika situasi sudah membaik" . ucap panglima mendekap tubuh istrinya meskipun sedikit mengganjal. karena adanya nyawa yang ia tunggu akan segera lahir dalam waktu dekat.
"Ryeon kemarilah!" panggil panglima kepada Ryeon anak pertama nya. Ia memegang pundak anaknya
"Ryeon bisakah kau berjanji pada ayah?" Tanya panglima tegas.
"Apa itu ayah?" Tanya Ryeon kecil dengan wajah datar tanpa menampakkan kesedihannya. Sejak kecil ia sudah dilatih menjadi sosok pria yang kuat dan tangguh sebelum waktunya.
Ayahnya mengajarkan bahwa pria tidak boleh menangis jika ingin menjadi kuat dan tangguh disituasi sesulit apapun itu.
"tolong jaga ibumu dan adikmu selagi ayah berperang" pinta panglima menatap Ryeon.
Ia bisa dikatakan sudah menguasai ilmu bela diri sejak kecil akibat tempaan sang ayah yang seorang panglima. Sehingga membuat ryeon yang masih berumur 8 Tahun saat ini menjadi suka belajar taktik berperang.
"Bagus, ayah bangga padamu Ryeon" ucap ayahnya sambil memeluk Ryeon dan istrinya.
Mereka bertiga saling berpelukan beberapa saat saling menguatkan satu sama lain. Sampai Han kang paman Ryeon sekaligus adik dari panglima Han shin yang berusia 20 tahun hadir mendekati mereka bertiga.
" kalian harus pergi. Han kang akan menjaga kalian." ucap panglima sambil melepas pelukannya.
"Ayah harus berjanji akan memenangkan pertempuran" pinta Ryeon menatap panglima Han shin.
"Ayah janji, pergilah. Han kang ! aku percayakan padamu. Jaga istriku dan Ryeon baik-baik" pinta panglima pada adiknya yang sedang menunduk.
__ADS_1
Han kang mengangguk pelan mengangkat wajahnya. menatap panglima Han shin entah yang terakhir kalinya atau tidak .
"Aku berjanji akan melindungi kakak ipar dan keponakanku dengan segenap hidupku, kakak bisa pegang janjiku". Tegas suara Han kang membuat kesedihannya tidak terlihat.
Sebenarnya ingin sekali rasanya ia ikut serta dalam perang tersebut. namun kakaknya melarangnya, karena usianya belum genap 21 tahun.
Tanpa membuang-buang waktu lagi. Segera sebelum pemberontak menyerang istana istri panglima Han beserta Ryeon dan Han kang pergi meninggalkan istana secara diam-diam dimalam salju yang turun dengan penuh lebatnya.
...****************...
Istana telah gempar dengan terbakarnya paviliun Sakura yang ditempati oleh permaisuri utama serta berkumpulnya seluruh Pasukan besar istana tanpa tau apa yang sedang terjadi.
Kediaman Calon putra mahkota pun tampak di jaga dengan ketat oleh pasukan khusus yang ditugaskan Kaisar Hyun Shik untuk mengamankan putranya .
" Paman ada apa? kau ingin membawaku kemana ? dimana ibunda?" tanya Calon putra mahkota yang masih terlihat lemas. Ia masih belum terlalu sembuh .
Panglima Han menggendong Pangeran Ryu dengan hati-hati. "pangeran , kita harus pergi . istana sedang tidak Aman saat ini"
"apa maksud paman?" rasa curiga mulai tumbuh dalam pikiran Pangeran Ryu.
"Lalu dimana ibunda dan ayahanda? apa mereka telah aman? " Pangeran Ryu sangat cemas dalam gendongan panglima Han karna tidak mendapati ayah dan ibunya tidak pergi bersama dengan dirinya.
"Paman jawab aku" pinta Pangeran Ryu
"Paman ! " teriak Pangeran Ryu melihat kebakaran besar dari arah belakang daerah istana . tepatnya paviliun Sakura tempat ibunya tinggal .
"paman turunkan aku" pangeran Ryu memberontak dari gendongan Panglima Han .
air matanya telah berlinang menatap Bangunan yang telah terlalap hangus oleh api.
"ibunda ! ibunda ! kumohon jangan tinggalkan aku. ibunda!" Sungguh teriakan yang menyayat hati bagi siapapun yang mendengar.
__ADS_1
"Pangeran , Jadilah kuat seperti apa yang diinginkan oleh Kaisar. Bertahanlah Hamba akan melindungi pangeran sampai mati". pesan Panglima Han sebelum melesat menambah kecepatan nya berlari.
ia melihat dari kejauhan Bendera pemberontak telah berkibar dipuncak istana . menandakan Kaisar telah kalah. Pangeran Ryu dalam gendongan nya pun juga menyaksikan. Kerajaan nya telah Hancur, ibu dan ayahnya telah pergi . dan kini hanya tinggal dirinya seorang diri. sebatang kara tanpa seorang keluarga.