
Hutan rimbun sudah menjadi teman hidupnya sedari kecil. ketika paman Han terlalu keras melatihnya. ia akan kabur ke hutan larangan bersama Nana yang bawel kepada nya setiap waktu.
Dan kini, ia harus berburu dengan tenggang waktu semalaman dihutan. itu bukan masalah besar baginya karena sudah terbiasa.
Para peserta yang lain telah berpencar ke segala arah. Sehingga Isabella tidak terlalu menjumpai ataupun berpapasan dengan mereka. Sepertinya, Mereka fokus untuk mencari hewan buruan masing-masing.
Tidak terkecuali dengan Nona angel. Isabella sempat mengira ia akan mengikuti nya terus-menerus. namun ternyata tidak, Nona Angel memilih berpisah setelah dirinya diperingati habis habisan untuk tidak berdekatan dengan Kaisar Ryu.
Isabella melupakan sesuatu untuk membalas peringatan Nona Angel mengenai kaisar Ryu.
' mengapa dia menyalahkan ku ? sedangkan Kesalahan nya ada pada kaisar Ryu sendiri. jangan salahkan aku jika Kaisar Ryu menyukaiku. salahkan saja kaisar Ryu yang tidak pernah menyerah untuk menyukai ku. Dasar Nona bodoh karena cinta. semua orang disalahkan. aku bisa saja menyerah menyukai kaisar Ryu, tetapi tunggu saat kaisar Ryu tidak menyukai ku lagi. aku akan mengabulkan permintaan mu, nona angel'.
Isabella ingin sekali mengatakan hal itu. ia ingin melihat reaksi dari nona angel dengan senyum merekah. seperti nya nona angel akan marah besar kepada nya karena membantah.
Sutttttttt
Sudah lama Isabella tidak melesat kan panah sebegitu bebas. setelah hari itu dimana ia pertama kali bertemu dengan kaisar Ryu. Isabella masih ingat wajah terkejut dibalik topeng itu menatap penuh penasaran kepadanya.
'Dan sialannya wajah dibalik topeng itu begitu sangat tampan'.
Panah melesat secara tepat kearah seekor rusa yang Isabella temukan tanpa sengaja sedang memakan rumput. Buruan pertama yang akan Isabella dapatkan, ia merasa sangat senang.
Berlari kecil menghampiri buruannya, betapa terkejutnya ia bersamaan dengan seorang pria yang juga mendekati hewan itu.
Ada dua panah disana, panahnya yang tepat sesuai sasaran. dengan panah Asing yang seperti nya milik pria itu meleset jauh mengenai pohon.
" Ah sialan" pria itu mengumpat dengan bermandikan keringat. terlihat pasrah dan lelah.
Sama sama terkejut ketika mata mereka saling bertubrukan.
" no-na Isabella".
" tuan- siapa?" Isabella mengkerut memikirkan sosok pria yang lebih mengetahui namanya lebih awal.
" Ah- perkenalkan nona, namaku Dior dari kerajaan kilan" betapa senangnya pria itu ketika tidak sengaja menjumpai Isabella. ia sampai terkesima memperkenalkan diri hingga Isabella mengingatkan kembali dirinya. mengenai insiden tempo lalu. sehingga dirinya memilih bungkam.
" Bukan kah tuan yang telah mengatai Permaisuri Diana ? " pangeran Dior mematung. jika waktu bisa diputar kembali pangeran Dior tidak ingin mengatakan hal itu. Sehingga membuat dirinya kini teramat rendah Dimata nona Isabella yang begitu sempurna.
Pangeran Dior berharap kesan pertama nya tidak akan sememalukan ini. betapa pecundang nya ia sekarang telah mengatai ratu dari kerajaan Tan dalam batinnya.
" maaf kan aku. aku tidak bermaksud mengatai Ratumu. Lagipula siapa yang akan tau jika permaisuri Diana memiliki kelebihan untuk membaca isi hati seseorang". menggaruk leher tidak gatal, pangeran Dior merasa tidak enak mengakui kesalahannya. begitu sendu pangeran Dior mengaku mengharapkan Isabella untuk memahaminya.
Hanya memberikan tanggapan datar saja, itu membuat pangeran Dior merasa bertambah bersalah.
" Tolong, maafkan aku".
Kriuukkkkk
Perut pangeran Dior berbunyi ikut mendukung permohonan maaf tuannya. tidak dapat diajak berkompromi . sehingga membuat pangeran dior merasa malu.
Pufhhh hahahahahahah~
" Apa kau lapar?" Sungguh Hani tidak mengira bahwa ia akan bertemu dengan seorang pangeran yang begitu kocak.
__ADS_1
"bisakah aku memembeli hewan buruanmu? aku akan membayar nya dengan- " pangeran Dior mengecek seluruh saku pakaian nya, mencari sesuatu yang ia harapkan berada disana.
'koinku, koinku, dan koinku'
"Tidak ada". pangeran Dior tidak menemukan apapun. semua koinnya raib ntah kemana.
"Kenapa? Tidak jadi pangeran". Isabella menunggu keputusan pangeran Dior untuk jual-belinya.
"koinku hilang semua". alasan yang sangat bodoh sekali untuk membuat Isabella memberikan hasil buruannya secara percuma. memang nya Isabella seseorang yang bodoh untuk di kelabui.
" Bisakah kau memberikan nya secara percuma kepada ku? sedikit saja"
" Tidak " . Isabella Segera mendekati Hasil buruan nya untuk di Ambil. ia tidak memperdulikan keberadaan pangeran Dior yang menyedihkan karena lapar. sementara dirinya terlalu mencolok untuk dikatakan kesusahan membawa hasil buruannya yang begitu besar.
" Bi-bisakah aku membantumu? "
" oh ayolah nona, sampai kapan kau akan menggeretnya. sementara tidak seincipun hewan itu bergerak ketika kau menggeret nya" .
" baiklah, kau bisa membantuku. dan aku akan membayar nya" .
" bayar aku dengan makanan " .
" Baiklah". Hanya sekedar makanan saja tidak akan membuat Isabella bangkrut. itu yang dipikirkan Isabella ketika melihat cengiran pangeran Dior yang penuh kebahagiaan.
*******
Dan Isabella tidak berharap keputusan membayar pangeran Dior dengan makanan akan menjadi kerugian besar baginya.
bagaimana tidak, perbekalannya hampir habis akibat mulut besar pangeran Dior yang tiada henti untuk mengunyah. lain kali ia tidak akan lagi meminta bantuan kepada pangeran Dior karena porsi makan nya tiada kira.
' Dasar mulut babi ' Isabella mengumpat tidak tahan.
" Hah-apa nona mengatakan sesuatu? "
" Tidak ! tidak ada " suara Isabella meninggi.
" cepat habiskan makanmu dan segera tinggalkan tempat ini. aku tidak ingin prajurit patroli penilai berfikir mengira kita sedang bekerja sama dalam perburuan ". itu akan membuat seseorang terdiskualifikasi karena dianggap Bekerjasama. sedangkan didalam peraturan perburuan tidak diperbolehkan.
" baiklah. tapi- bisakah aku meminta sedikit lagi daging rusanya untuk dijadikan perbekalan ku" .
" apa ?! kau berkata apa? Dasar mulut babi. kau ingin lidahmu aku potong atau mulut mu aku tusuk. sehingga kau tidak bisa makan banyak lagi. kau mau?"
Sangat mengerikan, Isabella menyeringai kepada pangeran Dior yang bergidik ngeri. menyurutkan niat pangeran Dior untuk meminta makanan kembali.
" Tidak. tidak jadi " dengan Cepat pangeran Dior menghabiskan makanan nya yang tersisa.
" Bagus ". Tersenyum Manis Isabella tidak mengendurkan kengerian di wajahnya.
' Cantik sih, tapi jika auranya seperti itu'.
pangeran Dior akan berfikir beribu kali lagi untuk mendekati nya. pantas saja Kaisar kejam itu tergila gila kepadanya. ternyata sama saja, sama sama memiliki sifat yang menyeramkan. pangeran Dior bergidik ngeri.
****************
__ADS_1
Isabella bertanya tanya, sejak awal bertemu dengan pangeran Dior. ia tidak mendapati pangeran satu ini menunggang kuda. justru ia menjumpai nya berjalan kaki. Mulutnya gatal untuk bertanya.
" Err- pangeran Dior?"
" Ya, nona" Sibuk dengan makanan nya, pangeran Dior dengan cepat menghabiskan makanannya agar tidak mendapatkan ceramah untuk kedua kalinya.
" kemana kudamu?"
" kuda?"
" ya, kuda. apa kau tidak menunggangi kuda selama perburuan ?"
" Tidak. Ayah tidak menyediakan kuda untuk ku. Bahkan ia langsung menendang ku untuk mengikuti perburuan ".
Dengan tampang polos penuh kesedihan. pangeran Dior memberitahu Isabella bahwa dirinya terpaksa ikut serta dalam perburuan karena kerajaannya tidak memiliki kandidat seorang pun.
" Benarkah? "
" Ya "
" bukankah, kau melarikan diri dari ayahmu karena tidak diperbolehkan untuk ikut perburuan karena belum cukur umur?" Isabella menyeringai tipis karena tebakannya benar.
" bagaimana kau tau?" pangeran Dior terperanjat kaget. ia tidak percaya bahwa dirinya yang kabur diam diam untuk ikut berburu harus tertangkap basah oleh Isabella .
" karena setiap kandidat kerajaan selalu di sediakan perbekalan beserta kuda dari kerajaan nya Walaupun mereka ikut Serta dalam keadaan terpaksa " seperti ku. lanjut Isabella dalam batin.
" aku hanya - hufh, aku hanya ingin mengasah kemampuan ku akan tetapi ayah melarang ku. Dan itu malah membuat tekadku semakin kuat untuk mengikuti perburuan secara diam-diam".
" Kemampuan mu sudah cukup baik pangeran "
" benarkah? "
" En, Hanya saja kau harus lebih fokus lagi ketika ingin menembak sasaran. Apalagi ketika Angin datang. Jangan malah melawan arah angin justru akan membuat panahmu meleset jauh dari Sasaran. ikuti saja arah angin dan Lesatkan panah mu lebih jauh sedikit. kau akan berhasil nanti".
" Benarkah?" pangeran Dior mendengar kan dengan antusias saran dari Isabella.
" en, cobalah sendiri".
" Baik " Pangeran Dior mengangguk faham. ia telah selesai dengan makanan nya. Lalu, bersiap untuk pergi.
" Terimakasih banyak atas makanan yang telah nona berikan " .
" Sama- " belum sempat Isabella menyelesaikan ucapannya. mereka berdua sudah dikejutkan oleh suara burung pengintai dari tim penilai.
Kuakkkkkkkkkk
' Sialan ' Pangeran Dior mengumpat . jika sampai ditemukan bersama dengan seseorang saat perburuan. maka otomatis akan dinilai sebagai pelanggaran bekerjasama dalam masa perburuan.
Pangeran Dior bergegas. ia langsung mengamb il sisa daging rusa yang dimiliki Isabella dengan sengaja. berlari kencang meninggal kan Isabella yang tiba-tiba menjadi suram.
" HEI, KAU MAU KEMANAKAN DAGING RUSA MILIKKU. KEMBALIKAN PANGERAN SIALAN" geram Isabella.
" HEHEHE, TIDAK . MAAFKAN AKU NONA. LAIN KALI AKAN KU BAYAR RUSA INI. UNTUK SEMENTARA AKU PINJAM DULU KARENA SANGAT DI BUTUHKAN " Tanpa rasa bersalah melambaikan daging rusa yang telah dicuri. pangeran Dior meninggal kan isabella yang mencak mencak ditempat.
__ADS_1
" KEMBALI KAU PANGERAN SIALAN " Isabella kecolongan dari pangeran Dior. Sisa daging rusa hasil buruan nya telah ludes dicuri pangeran Dior Secara terang terangan. Isabella sangat rugi besar hari ini akibat bertemu dengan pangeran Dior.