Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
64 Pertemuan Nana dan Ryeon


__ADS_3

*********


Desa Nil kini jauh dari kata layak untuk ditempati. Berbagai rumah ada yang hancur porak poranda akibat perbuatan anggota pemberontak yang tidak berperasaan. Membuat desa tersebut seperti desa tanpa penghuni.


Akan Tetapi masih ada sedikit warga yang menempati desa Nil dan bertahan hidup. mereka berharap akan ada bala bantuan dari Kerajaan yang akan datang. namun sejauh ini nihil tidak ada seorang pun yang mendatangi desa mereka.


Para warga berinisiatif saling bekerja sama memenuhi kebutuhan pokok mereka. Mereka yang tersisa berkumpul membentuk suatu kelompok untuk mempertahankan desa yang mereka tempati.


Nana menjadi Pemimpin sementara karena dirinya dipandang sebagai penerus dari tetua desa. Ia dipercaya oleh para warga sebagai pemegang keputusan Desa Nil.


Sudah Beberapa bulan yang lalu, sejak Tamu bernama ryeon itu pergi. Desa Nil tidak lagi didatangi tamu dari luar desa. Dan kini seorang Warga begitu tergopoh-gopoh mendatangi kediaman Nana penuh keringat.


" Ada apa paman? "


" Itu, Nona Nana. ada seorang Tamu dari luar desa. ia menanyakan Arah rumah seseorang".


" Usir dia "


" Tetapi, dia seperti seorang Petarung "


" Uji nyali nya dengan Hantu "


" tidak mempan Nona. ini sudah lebih dari 3 malam dirinya menginap di desa ini. tetapi dia tidak pernah takut Akan percobaan kami" .


" Sial. Dimana dia sekarang? sudahkah paman memberikan nya Racun agar mati saja" kesal Nana.


" itu tindakan berlebihan nona. Hamba tidak berani . lagipula ia datang tidak membawa sebuah Ancaman sama sekali " Warga tersebut sedikit terkejut ketika mendapati reaksi Nana yang terlewat Kejam. Berbeda dari sifatnya Dulu yang Ramah dan begitu baik kepada siapapun.


Warga tersebut segera mengantar Nana menuju Rumah Singgah sementara Sang tamu bermalam.


Nana tidak menyukai ini, ketika tamu asing tersebut memilih untuk menginap di rumah perabotan yang sudah kosong tidak berpenghuni. itu mengingat nana pada rasa sakit hatinya kepada keluarga Ryeon.


" Tamu itu memilih rumah ini dari sekian banyak rumah kosong didesa Nil. Sangat menjijikkan"


Brak


Nana membuka pintu rumah pengobatan dan ia menemukan seseorang tengah duduk tenang menikmati secangkir teh sedang menunggu kedatangan nya.


" Ka ka-kau " tunjuk Nana tidak percaya kepada sosok tersebut. ia menutup mulut syok melihat seseorang yang Berubah total dari terakhir kali dirinya bertemu.

__ADS_1


" Ryon " Air matanya mengalir, Nana segera memeluk tamu asing itu dengan erat. Ia terlalu merindukan sosok ryeon sehingga berhalusinasi memanggil Tamu asing itu dengan nama ryeon.


"Nona, apa kau mengenalku? " Tamu asing itu sangat bingung karena Nana Mengetahui namanya. Ia berbaik hati membalas pelukan Nana dengan mengelus punggung Nana yang bergetar hebat karena menangis. berharap keadaan Nona dalam pelukannya nya tersebut akan segera membaik.


Setelah beberapa saat akhirnya Nana berhenti menangis. Ia melepaskan pelukannya.


" Ryeon- KAU SIAPA ? ! " Nana segera menjauh. ia tersadar bahwa orang yang dipeluknya bukanlah ryeon.


" Aku Ryeon. nona " pria itu mengulum senyum ramah.


" Tidak ! kau bukan ryeon ku " elak Nana


" oh Tuhan. Seperti nya Nona butuh Ketenangan. Mari kita duduk terlebih dahulu dan membicarakan permasalahan kepala dingin ". Pria tersebut segera memberi ruang untuk Nana duduk.


" Wajah anda mengingat kan saya kepada seseorang. sekilas anda sangat miring dengan- Tidak. tidak. aku tidak ingin lagi menceritakan dirinya kepada siapapun".


"Siapa yang nona maksud?"


" tidak ada"


" Apakah wajahnya mirip seperti ku? "


"Ya sedikit " .


" Tidak. dia lebih tinggi dari mu, tuan"


" apakah wajahnya seperti ku?"


" ya. Tetapi, dia memiliki warna mata sebiru lautan "


" Oh begitu rupanya ".


"Anda siapa? dan Ada urusan apa anda mendatangi Desa kecil ini? "


" Aku datang kesini untuk mencari seseorang" Pria tersebut menuangkan Teh hijau ke dalam gelas kosong Nana.


" Minumlah " perintah nya membuat Nana tergerak untuk meminum teh yang disajikan nya hingga tandas.


Nana sedikit linglung ketika Sadar bahwa lelaki didepan nya saat ini. sangatlah begitu tampan setara dengan ketampanan yang Ryoen nya miliki. bahkan ada guratan Sama pada wajahnya seperti wajah ryeon.

__ADS_1


" Apakah tuan ini saudara Ryeon ku ?"


" Siapa Ryeon yang nona maksud? bisakah nona menceritakan nya padaku? "


" Dia - tidak. aku tidak dapat menceritakan nya. karena dirinya Kakek ku tiada " Nana mengepalkan tangannya.


" Baiklah. jika Nona tidak ingin membantu ku mencari seseorang yang ingin aku temukan. Setidaknya Nona tidak menyulitkan ku 3 hari kemarin untuk bermalam disini. Jadi, alangkah lebih baiknya jika aku menyulitkan nona juga. bagaimana? " pria itu menyeringai kepada Nana membuat Nana kebingungan.


" Apa yang -tuan " Nana tercekat, suara nya tiba tiba hilang dan tenggorokan nya sangat sakit. ia tidak dapat berbicara. Kepanikan melanda dirinya. rupanya pria didepannya ini sangat berbahaya.


" Kau tau nona, awalnya aku tidak ingin melakukan hal ini. namun, sikap nona yang memaksanya. Sudah 3 hari aku berada didesa ini namun tidak mendapatkan sebuah petunjuk apapun. bahkan paman yang berada diluar itu tidak mau memberi tahukan ku apapun sebelum mendapatkan izinnya darimu. Nona ini ketuanya rupanya ya?"


Nana bangun dari duduknya. ia harus segera meminta pertolongan dari Warga yang menjadi bawahan nya diluar rumah ini. Andai saja meminta nya ikut serta mendampingi nya. mungkin, kejadiannya tidak akan seperti ini.


" Nona mau kemana? pembicaraan kita belum selesai" Nana menangis dalam kebisuannya.


ia melempar barang barang yang berada disekitarnya untuk melarikan diri dari pria asing tersebut. Namun, pria asing itu justru menangkap setiap barang yang Nana lempar dengan gesit sehingga tidak menimbulkan bunyi sekalipun.


Nana terpojok kesudut ruangan. Pria itu mengungkungnya dipojokkan dengan kedua tangan. Nana sangat ketakutan.


" hei tenanglah nona. aku tidak akan menyakiti mu jika nona mau bekerja sama dengan ku secara baik baik". pinta pria tersebut.


Nana tetap menangis. ia sungguh ketakutan. bagaimana bisa ia terjebak dalam tipu muslihat pria asing tersebut dengan begitu cepat. sungguh, ia sangat bodoh sekali.


Pelan pelan tangan pria tersebut menjulur ke bagian pipi Nana. mengusap air mata Nana yang mengalir.


" Apa nona mau bekerja sama dengan ku?" Ucap pria tersebut membuat Nana mengangguk pasrah tidak berkutik karena tangan pria tersebut masih menempel di pipinya.


" Baguslah " Pria tersebut lalu membawa nana untu segera duduk kembali. mempersiapkan sebuah alat untuk menulis. Sehingga membuat Nana keheranan dengan ulahnya.


" Tulislah namamu nona " perintahnya kepada Nana yang menurut dengan baik.


" Nona Nana. em kedengaran nya bagus. Nona Nana bisa memanggil ku Ryeon". jawab pria tersebut setelah mengetahui nama perempuan yang berada didepan nya saat ini.


" Em bisakah nona Nana cerita kan kepada ku siapakah pemilik rumah pengobatan ini? dan bisakah nona menuliskan nya untukku lewat tulisan nona. Jika sudah aku akan memberikan obat penawar nya untuk nona. bagaimana? "


Nana sungguh tidak habis pikir dengan pria asing didepan nya ini. namanya sama dengan ryeon nya begitu juga dengan nama pembunuh sang kakek. Nana benar benar sangat muak. ia ingin sekali berteriak sekeras mungkin. tetapi apa daya suaranya hilang karena pria didepannya saat ini.


Sungguh Nana sangat merindukan ryeon. Walaupun Kakeknya meninggal akibat ulah pria Asing yang mengaku sebagai kakaknya ryeon datang kesini. Dan setelahnya Desa menjadi hancur karena pemberontak yang datang.

__ADS_1


tetapi, Nana tetap saja Menyukai Ryoen hingga saat ini. Bahkan Meskipun masalah desa hadir karena keluarga ryeon . tetap saja Nana Masih harus berterima kasih banyak saat ini kepada Ryeon.


Karena Ryeon lah Nana bisa membaca dan menulis. ia lebih beruntung daripada anak anak yang lain. di ajarkan langsung oleh Ryeon ketika bersama . dan saat ini dapat berguna menyelamatkan hidupnya dari pria asing yang sangat kejam ini.


__ADS_2