Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
14. Menerima Undangan Pertama Seumur Hidup


__ADS_3

"Kumohon bertahanlah "


Itu yang Hani dengar entah mimpinya atau kesadaran nya. Seperti angin segar yang tiba-tiba hadir menyemangati Hani. Ketika ia telah berada dikegelapan yang begitu jauh.


...*********...


Sudah Hari ke 3 Hani masih belum tersadar dari mimpi indahnya.


Kaisar Ryu sangat gelisah bahkan ia sempat merasa bersalah tidak mencegah Hani memakan bubur yang telah diperintah oleh cheche.


Atas menebus kesalahan dosanya ia memerintahkan Para Tabib Untuk berusaha mengobati Hani yang belum sadarkan diri.


Bahkan secara diam-diam ia juga sering mengunjungi Hani tanpa orang lain ketahui. seperti malam malam sebelumnya ia melewati jendela dirumah pengobatan untuk masuk keruangan yang Hani tempati.


ia tidak ingin orang lain mengetahuinya. karena itu akan membuat seluruh istana geger karna seorang kaisar Ryu yang terkenal kejam baru kali ini mencemaskan seseorang sampai rela berkunjung di tengah malam.


"Kaisar?" Seseorang menyapa kaisar Ryu yang baru saja tiba. membuat Kaisar sedikit terkejut mendapati Ichiro berada di ruang pengobatan.


"Ichiro? Apa yang kau lakukan disini?" Kaisar Ryu merasa penasaran Karena keberadaan ichiro.


"Aku hanya memeriksa keadaan nya yang tidak kunjung sadar" Ichiro dengan santainya menjawab. ia berada di sudut ruang pengobatan. membuat dirinya ditelan gelapnya malam.


Bersandar menatap Hani yang masih terpejam. ia begitu memuji kekebalan tubuh Hani . Baru kali ini yang menemukan seorang pelayan Kaisar Ryu yang tidak meninggal setelah memakan Racun. Bahkan pelayan sebelum sebelumnya yang sempat keracunan tidak pernah bertahan hidup lebih dari 3 Hari setelah masa kritis nya.


Namun apa ini? ia menemukan seluruh bagian tubuh Hani baik baik saja. Bahkan Jantung Hani sangat normal setelah ia periksa.


"lalu apa yang membuat seorang Kaisar Ryu Datang kesini? " Ichiro baru tersadar ada yang aneh dari sifat Kaisar Ryu akhir akhir ini. ia menemukan kaisar Ryu sering mengunjungi Hani tengah malam tanpa siapapun tau kecuali dirinya.


"Hanya mencari udara segar, dan tidak sengaja melewati rumah pengobatan. aku hanya ingin tau sekuat apa pelayan baruku ini".


Kaisar Ryu berbohong ia tidak ingin Ichiro tau bahwa dirinya mencemaskan Hani yang belum kunjung sadar.


"begitu kah?" Ichiro memastikan . ia tau Kaisar Ryu berbohong padanya. 'Baru kali ini ia berbohong padaku. Ish ... lalu siapa orang yang kuintip kemarin pada saat pemeriksaan jika bukan dirinya.


Ichiro tersenyum disudut ruangan yang gelap. Semenjak ia menggendong Hani dari ruang perjamuan. ia telah berjanji akan menolong dan mengobati Hani hingga sembuh.


menurut Ichiro mungkin karena ulah adiknya- cheche yang menyuruh Hani memakan bubur beracun. sehingga membuat nya bertanggung jawab atas insiden tersebut. ia tidak ingin Cheche menyakiti orang yang tidak bersalah lagi.


"ya" Kaisar Ryu mengangguki .


"Baiklah , Selagi Kau ada disini aku ingin memberikanmu sesuatu"


"Apa?" Kaisar Ryu penasaran.


"Dari Kaisar William" Ichiro menyerahkan sebuah gulungan kertas kepada Kaisar Ryu "Kami sempat berhenti sejenak di Kerajaan Tan".

__ADS_1


" Bagaimana Kabar William?"


"Dia bar saja Mendapatkan buah hati kembali"


"lagi? hebat sekali dia" Kaisar Ryu memamerkan senyumnya.


"Bukankah kau dan aku kalah kepadanya?" Ichiro menggoda Kaisar Ryu .


"Kau saja, aku tidak. Bahkan jika aku mau, aku dapat menaburkan nya kepada para selirku yang sudah para menteri busuk itu siapkan. Tetapi mereka terlalu murahan bagiku. jika kau berminat aku bisa memberimu salah satu yang terbaik?" tawar Kaisar Ryu menaik turunkan alisnya .


sedangkan Ichiro menggeleng ampun melihat tingkah kaisar Ryu yang sedikit berubah dari terakhir kali ia pergi. Sepertinya ia terlihat bahagia. apa karna gadis ini?


Ichiro menatap Hani yang masih belum sadar. dia belum sadar. namun, pergerakan kecil dari tangan Hani membuatnya sedikit senang .


"Dia akan sadar". Ichiro segera mendekati Hani yang terbaring . ia dapat melihat kelopak mata Hani yang ber angsur angsur terbuka.


Mata lentik itu tidak pernah terlewat oleh tatapan kaisar Ryu yang tetap berada didalam ruang tersebut. ia beralih kearah Hidung mancung Hani dan Bibir Merah nya yang Ahhh Sial Ia mengingat kejadian yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.


Sebaiknya ia segera keluar dari ruangan ini. ia tidak ingin berlama lama melihat pelayan nya yang hanya menatapnya saja ia bisa tergoda.


'Apa aku punya kelainan menyukai seorang gadis yang buruk seperti dirinya? kulitnya saja coklat berbeda dengan para gadis cantik yang para menteri siapkan untukku'


"Aku Pergi" Kaisar Ryu pamit tanpa melihat Hani yang telah membuka matanya dengan sempurna.


Hani bisa melihat Kaisar Ryu berlalu dari ruangan yang ia tempati. karena fokus pertama ketika ia sadar adalah kaisar Ryu yang berada didepannya.


"Kau sudah sadar , apa kau ingin minum?" Tanya Ichiro mengejutkan lamunanan Hani sehingga membuat Hani mengalihkan pandangannya kearah samping.


Hani merasa ingat dengan sosok orang yang berada disampingnya. bukankah ia salah satu tamu diperjamuan malam itu? ia sangat bingung melihat Ichiro berada disampingnya.


"apa tuan yang telah menolong Hamba?" Hani bertanya pelan karena tenggorokan nya kering.


"Minum " perintah Ichiro dan Hani menurutinya tanpa protes. sungguh diluar dugaan Biasanya Hani akan menolak jika seseorang memaksanya.


"Istirahat lah kembali, Kau butuh istirahat yang cukup. "


"tapi..." belum sempat Hani bertanya, Ichiro sudah menyelanya terlebih dahulu.


"sudah sebaiknya kau beristirahat. jika kau sudah pulih aku berjanji akan menjelaskan semuanya". Ichiro mengusap rambut Hani dengan lembut tidak mengetahui seseorang yang hendak berlalu pergi telah mengintipnya dari balik jendela.


'Kemarin Hiro, sekarang Ichiro. dimasa depan siapa lagi? ' Kesal kaisar Ryu


" jika kau butuh sesuatu kau tinggal memanggil Tabib yang berjaga dan ini adalah bingkisan dari para temanmu yang berkunjung" tunjuk Ichiro kearah beberapa bingkisan makanan yang diantar oleh teman-teman Hani ataupun orang lain yang Hani kenal diistana.


"mereka sempat menjengukmu ketika kau tidak sadarkan diri"

__ADS_1


"Benarkah??"


"hm, aku harus pergi . ada sesuatu yang harus aku urus. dan perkenalkan Namaku Ichiro"


"Tuan Ichiro terimakasih atas pertolongan anda dan semuanya" Hani sangat terharu masih ada orang yang mau menolongnya ketika tidak ada siapapun keluarga nya yang berada didekat nya saat ini.


"tidak apa apa itu adalah tanggung jawabku" Ichiro tersenyum sesekali mengusap rambut hitam Hani dengan lembut.


" Tetap kuat, Kau memang tameng terhebat" jelas Ichiro menyemangati Hani untuk sembuh. ia tersenyum tulus untuk kali ini,


selama ini Ichiro tidak pernah tersenyum untuk orang lain. Bahkan orang terdekat nya pun hanya bisa melihat senyum menyeringai nya bak iblis yang siap membunuh .


" Apakah Ichiro sudah gila?" gumam Kaisar Ryu ketika hendak ingin beranjak pergi.


"Apa?" Ichiro telah berada dibelakang Kaisar Ryu dengan santai mengikuti Kaisar Ryu tanpa suara.


" Apa itu tadi? Kau tersenyum? Kau menyukai Gadis coklat itu? " Kaisar Ryu langsung melancarkan pertanyaan.


Ichiro yang melihat Kaisar Ryu mengoceh menarik sudut alisnya tidak mengerti.


"apa maksud yang mulia?"


"kau" tunjuk kaisar Ryu kepada Ichiro "apa kau tertarik kepada gadis itu? apa kau menyukainya? seumur hidupku baru kali ini seorang gadis bisa membuatmu tersenyum seperti itu".


"seperti apa?" Ichiro masih tetap berada diketidak tahuannya. ia ingin mempermainkan Kaisar Ryu se cemburu apa dirinya kepada gadis yang bernama Hani itu.


" Lupakan" putus Kaisar Ryu tidak memperpanjang ucapan nya.


......***********......


Malam telah larut tetapi kaisar Ryu tetap terjaga setelah mengunjungi Hani dirumah pengobatan. Pekerjaan kekaisaran nya telah usai . Sehingga Sekarang ia bisa sedikit merenggangkan otot dan otak nya beristirahat untuk menyambut hari esok.


Seperti nya ia tidak akan berhasil. Bola matanya masih nyalang tidak ingin diistirahatkan. Dan berakhirlah ia berada diruang pribadi kediaman nya. membuka gulungan surat dari Kerajaan Tan.


ternyata isinya sebuah undangan perkenalan untuk anggota kerajaan baru Tan yang baru lahir. 'aku tidak akan hadir' sama seperti dulu disetiap undangan yang diterima oleh kasiar Ryu ia akan mengutus seseorang untuk menghadirinya. ntah itu panglima Hiro atau siapapun yang bisa mewakilinya.


netra Kaisar Ryu terus bergulir membaca undangan tersebut Dan ada kata yang mengusik netranya.


***kau diharuskan Hadir membawa pasangan. Kau, bukan orang lain perwakilanmu. jika tidak? kau tidak menghargai ku lagi.


-Kaisar William***


'Dasar, jadi sepupu itu mengancam ku' Sudah berulang kali Kaisar Ryu mengatakan bahwa ia tidak berminat untuk menghadiri sebuah undangan. ia terlalu bosan mendengar penuturan orang-orang yang slalu membicarakan dirinya. Dan hal itu membuatnya tidak suka keramaian. karena disitu pembicaraan buruk tumbuh dan berkembang.


Kaisar Ryu menghela nafas 'baiklah untuk menyambut penerus kerajaan Tan apa salahnya aku hadir'

__ADS_1


Akhir keputusan Kaisar Ryu ia akan datang kesebuah acara untuk pertama kalinya.


'lalu selir mana yang akan aku ajak untuk menjadi pasanganku?'


__ADS_2