Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
92. Mimpi


__ADS_3

Suasana begitu senyap, Hamparan Padang luas menyambut Mata Hani. Ia ikut dalam pertempuran Meskipun Nyonya Hana dan Hiro Melarang.


Sosoknya tidak lagi berpenampilan seperti dulu saat menjadi seorang pelayan. Ia tampil dengan dirinya sendiri memakai baju zirah begitu anggun. Membuat seluruh anggota terkesima melihat meskipun keadaan sangat mencekam.


Kedua kubu saling bertemu. Hani bertemu kembali dengan sosok yang Akhir akhir ini Selalu mengganggu pikirannya. ia dilema Akan keputusan nya untuk membunuh kaisar Ryu yang nyatanya, Sudah masuk terlalu dalam kepada hidupnya.


Hani dapat melihat kedua bola mata Tajam itu Menatapnya Penuh sesal. Kaisar Ryu meminta waktu sebentar Agar ia bisa berunding.


Namun penawaran ditolak secara mentah oleh Hiro. Dia melarang Hani agar tetap diposisi nya.


" Hanya sebentar " Teriak Kaisar Ryu penuh harap. Hiro tetap dalam pendirian nya ia tidak mengizinkan Hani untuk berunding.


" Kak? "Hani meminta Agar kakaknya memberikannya waktu sebentar untuk berbicara dengan kaisar Ryu.


"Baiklah" Menggeram kesal, Hiro mengalah. ia membiarkan Hani untuk berbicara dengan Kaisar Ryu. namun, tetap dalam pengawasan nya.


" Lama Tidak bertemu? " Kaisar Ryu ingin memegang wajah Hani yang selalu ia rindukan setiap malam. Namun Tangan lain sudah menangkis nya lebih dulu untuk tidak menyentuhnya.


" Jangan Sentuh adikku" Larang Hiro dengan Tatapan Tajam. Ia berubah 180⁰ Setelah membuka sifatnya aslinya. Membuat Kaisar Ryu Menggeram marah.


" Mengapa aku tidak boleh menyentuh Kekasihku? "


" Perlu Anda Ketahui yang mulia. Atau lebih tepatnya Pembunuh Ayah kami. Mulai detik ini anda bukan lagi Kekasih dari adik saya. ingat itu" Tegas Hiro membuat kaisar Ryu menaikkan sudut Alisnya Bingung.


" Benarkah? Bukankah Sebaiknya Kau saja yang menjauh dari Kekasihku Penghianat. aku tidak pernah membunuh Ayahmu. Aku hanya menghukum Ibumu Karena telah meracuniku hingga sekarat saat kecil. Ibumu Sudah sepantasnya mendapatkan itu Karena telah mengkhianati kerajaan"


Hiro membelalak terkejut karena kaisar Ryu membongkar fakta yang sebenarnya. Membuat Hani Bingung Beralih menatap Kakak nya meminta penjelasan.


" Kak? "


" Tidak ! Han, dia berbohong . kau harus mempercayai Aku sebagai kakakmu . aku adalah kakakmu " Hiro Meminta Agar Hani tidak Mendengarkan perkataan Kaisar Ryu.


" Penghianat Seperti mu bersama kelompok pemberontak yang mencemari ketenangan kerajaan pantas nya Dihukum mati" Tambah Kaisar Ryu penuh ketenangan. ia berharap Hani mempercayai Ucapan nya.


Sedangkan Hani, ia bingung harus mempercayai Siapa? Keduanya sama sama menyesatkan. membuat Hani Pusing tidak dapat berkutik ditempat.


" Kau Pantas mati Kaisar sialan !" Teriak Hiro menatap nyalang Kaisar Ryu. Ia tidak peduli lagi untuk menunggu Jawaban Hani mendukung pihak yang mana.


CRASSSHHHHH.......


" AKKHHHHHH..... "


" TIDDAAAKKKKKKKKKKKKKK "


Waktu Seperti berhenti seketika. Hani Melihat dengan jelas Kaisar Ryu ditikam oleh Hiro dengan sengaja. Ia memuntahkan darah begitu banyak membuat Hani menangis terisak.


" Jangan mati "


***********


" TIDAKKKKK ! JANGAAAAAANNNN ! HIKKSS"


Hani Terbangun, Dalam keadaan menangis. Semuanya terasa seperti nyata. Peperangan itu, Hani tidak dapat membayangkan jika mimpinya nanti akan menjadi nyata. ia tidak mau itu terjadi.


" Sayang " Nyonya Hana Datang, Menghampiri kamar Hani Setelah mendengar suara teriakan.


" Ada apa? mengapa kau menangis? Apa ada sesuatu? " nyonya Hana mengusap wajah Hani Yang Basah. Ia segera memeluk sang anak.

__ADS_1


" Ti-tidak Ada. Aku hanya bermimpi buruk "


" Ada apa? " Hiro tiba tiba datang memasuki kamar Hani. Membuat Hani Segera menyembunyikan sesuatu Yang ia genggam dibalik selimut.


" Tidak ada apa-apa. adikmu Hanya bermimpi buruk" Jawab Nyonya Hana sambil mengusap Punggung Hani Menenangkan.


" Aku kira Terjadi Sesuatu. Baiklah, jika Seperti itu Aku akan Keluar. Dan Hani persiapkan Dirimu untuk ikut dalam peperangan Beberapa hari kedepan" Peringat Hiro.


DEG


'T**idak sesuai seperti mimpiku, Bahkan Dia dengan sangat mudah Menyuruhku untuk ikut berperang tanpa sedikitpun rasa khawatir'


" APA ?! TIDAK !" Tolak nyonya Hana mewakili Hani.


" Apa yang kamu pikirkan Hiro? Bagaimana mungkin adikmu ikut berperang sedangkan ia hanyalah seorang perempuan. Tidak, dia tidak boleh ikut"


" Dia harus ikut ibu. Jika tidak seseorang yang membunuh ayah Tidak akan mati " Hiro menatap Hani penuh Harap agar sang adik mendukung nya.


" Tidak, jika terjadi sesuatu pada adik mu bagaimana? "Nyonya Hana cemas.


" Ibu, dia tidak akan terluka ada aku yang akan selalu menjaganya percaya lah"


" Apa tidak ada jalan lain selain Peperangan?"


" Tidak ada. ini jalan satu-satunya untuk melengserkan Kaisar kejam itu ibu. Dia telah membunuh ayah Dan juga menyengsarakan rakyat. sehingga beberapa Dari mereka bergabung kepadaku dan paman untuk meminta keadilan dan melengserkan tahta kaisar Sialan itu".


" Tapi dia adikmu Hiro. ibu tidak ingin sesuatu terjadi pada Hani. ibu tidak akan mengizinkan Hani untuk ikut " putus nyonya Hana. Namun, Hiro Tetap dalam Kemauan nya.


" Persetan dengan itu . Hani akan tetap ikut dalam peperangan. persiapkan dirimu"


Buummmm


" Hikss, mengapa Kakak mu seperti itu? ibu tidak mengira ia akan sekeras itu untuk membalaskan dendam Ayahmu yang telah meninggal"


" Sudah Bu, sudah. Hani akan membicarakan nya lagi jika dengan kakak jika ibu tidak mengizinkannya"


Hani menenangkan sang ibu yang ia peluk. Melihat kearah luar Jendela. Matanya fokus Melihat burung gagak yang bertengger di dahan pohon.


Kuuaaaakkkkk


' Han, Ternyata selama ini dia terus mengawasi ku dalam diam. Tuan Ichiro memang benar, Aku terlalu gampang di manipulasi oleh orang lain'


**********************


" APA?! HAN-KANG MENINGGAL "


" Ya, sayang. ia ditemukan Di desa Nam dalam keadaan mengenaskan beserta Surat Ancaman Dari kelompok pemberontak "


Mama Athena tidak mengira Adik dari Ayah Ichiro Akan berakhir tragis ditangan Kelompok pemberontak. padahal dulunya dia dikenal sebagai calon Panglima Muda yang hebat karena keahlian nya.


" Lalu apa keputusan yang akan diambil Ryu selanjutnya? " Mama Athena menggigit Benang, mengakhiri Sesi menjahitnya.


" Entahlah, Mereka masih merundingkan nya" Menyesap kopi yang disajikan sang istri, paman Dwayne merasakan Nikmat Tiada Tara dilidah. Kopi hitam memang andalan untuk menghilangkan penat.


" Tapi, Ichiro memberikan pesan kepada ku untuk mengirimkan beberapa pasukan khusus Untuk persiapan perang? "


" APA?! TUAN RYEON AKAN BERPERANG?"

__ADS_1


Nana Menutup mulutnya malu setelah Ketahuan menguping Dibalik pintu. Sungguh, ia benar benar tidak sengaja Melakukan hal itu.


" Maaf, maafkan Nana" Nana menundukkan kepalanya Setelah dirinya memilih untuk masuk.


Mama Athena dan Paman Dwayne saling berpandangan. Hingga Setelahnya mereka tertawa bersama Atas tingkah Nana.


Merasakan kehadiran seseorang sudah Menjadi hal kecil Bagi mereka berdua. Jadi, Saat Nana menguping mama Athena dan Paman Dwayne sangat sadar dan tidak mempermasalahkan hal itu.


' Apa ada yang salah? mengapa mama tertawa? bukankah seseorang yang menguping sembarangan akan dihukum?'


Nana sangat bingung melihat respon keduanya yang tidak Marah.


" Tidak, tidak apa-apa. Kemarilah " Pinta mama Athena dengan lembut.


" Sekali lagi, maafkan Aku mama dan paman" Nana menyesal telah menguping sembarangan.


" Sudah, kemari. Apa yang kau bawa?" Tanya mama Athena penasaran. melihat Nana yang membawa keranjang.


" ini- Aku memanen Buah Kurma bersama Cheche"


Nana menyerahkan Sekeranjang Buah Kurma yang begitu manis itu ke hadapan Mama athena untuk dicicipi.


" Em, ini sangat enak " ucap mama Athena membuat Nana merasa lega.


" Ya, sangat lezat " tambah Paman Dwayne mendukung.


Tidak sengaja Mama Athena Meneliti Pakaian Nana yang terlihat Robek sana sini. Dan juga Tangan Nana yang diperban.


" Ada apa dengan tanganmu sayang? " Mama Athena penasaran.


" Ah- Ini Aku memanjat pohon kurma tadi saat memanen. Dan tanganku tidak sengaja tergores Duri yang berada dipohonnya"


Nana Menjelaskannya Dengan tenang. sedang mama Athena telah melotot tidak percaya.


Byurrrr


Sedangkan paman Dwayne tidak sengaja menyembur kan kopi yang sedang ia minum ketika mendengar penjelasan Nana.


" Kau- kau memanjat pohon kurmanya?" Nana mengangguk Mengiyakan pertanyaan mama Athena.


" Apa kau tau, pohon kurma itu seharusnya tidak dipanjat? " Nana menggeleng tidak tau.


" Tidak, Cheche menyuruh ku untuk memanjat pohon itu jika ingin mengambil buahnya. Maka aku lakukan" Ucap Nana .


Byurrrr


Uhuk uhuk uhuk.


untuk kedua kalinya paman Dwayne menyemburkan Kopinya disertai batuk. Sedangkan mama Athena memegang kepala pusing. memikirkan Para anaknya yang begitu Nakal mempermainkan Nana yang sangat lugu.


' Harus Bagaimana aku ? Cheche yang terlalu Nakal? Atau Nana yang sangat bodoh? '


Sekali lagi, mama Athena menatap Kondisi Nana yang memprihatinkan. akibat ulah sang Anak yang sering menjahili orang tanpa pandang bulu.



...POHON KURMA...

__ADS_1



...BUAH KURMA...


__ADS_2