Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
32. Hani dijebak


__ADS_3

Sudah malam Dan Hani hanya seorang diri Dalam perjalanan kali ini. Sesekali ia melihat Kearah Belakang Memastikan Kaisar Ryu mengikuti nya atau tidak. Dan ia tidak menemukan Siapapun Dibelakang nya.


Wajahnya menjadi Sendu. Ada rasa kesal dalam dirinya. Mengkhawatirkan seseorang yang tidak mau di khawatir kan. Sungguh menyebalkan. Kesehatan nya belum pulih Total Tetapi, sudah berani mengusir orang yang merawat nya dengan baik.


Dasar Kaisar sialan. Hani Sangat Pastikan ia tidak akan bertemu lagi dengan Kaisar itu. semoga saja Perbanyak berdoa.


Dan untuk kesekian kalinya. Hani bertambah cemas.


Bagaimana jika ia ditemukan oleh Kelompok itu? dan terbunuh. Aku akan menjadi orang pertama yang akan diburu diseluruh kerajaan karena ia Terakhir kali terlihat bersamaku. Entah Dijadikan Saksi Atau Tersangka?. Hani menggigit bibir bawahnyanya nya resah.


" Aku harus bagaimana? Apakah aku harus kembali? ". Hani berpikir keras mencari sebuah Jawaban.


Tidak. tidak. jika aku kembali, Maka perjanjian itu akan batal Dan Aku tidak jadi dibebaskan sebagai seorang pelayan. Ah sial. Hani merasa Disini ia di buat bingung oleh Kaisar Ryu.


tuk


tak


tuk


tak


Hani mendengar suara langkah kaki kuda mendekat . ia segera bersembunyi dibalik rimbunan semak semak. Mengintip dengan seksama Seseorang yang akan melewati nya.


Sebuah kereta Kuda Melaju sedang melewati dirinya yang sedang bersembunyi. seperti nya Rombongan saudagar yang hendak dalam perjalanan. Syukurlah, Hani tidak salah memilih jalan. terbukti jalur tersebut mungkin sering dilewati oleh orang orang.


Sebelum rombongan kereta Tersebut menghilang. Hani segera Bangkit dari posisi persembunyian nya . ia berniat untuk mengikuti Jalur kereta tersebut pergi. mungkin, jika Tujuan Mereka ke suatu daerah. Hani akan dapat menanyakan posisi Dimana ia berada dan Mencari Arah dimana desanya berada.


Setelah lama mengikuti Kereta tersebut. Hani akhirnya mendapati papan nama di Gerbang sebuah desa. Namanya Adalah " Desa Penghubung " . Sangat unik, Baru kali ini Hani menemukan desa yang begitu berbeda dari yang lain.


Kreuukkkkk


Perut Hani Keroncongan Meminta untuk di isi. Sebaiknya Ia harus menambah tenaga Sebelum melanjutkan perjalanan menuju desanya.


Hani menelusuri Jalan setapak di desa tersebut. Keadaan sangat Ramai. Hani merasa Berada di suasana festival . Lampion Berwarna warni berjejer di setiap rumah. Ia Mengira mungkin ada suatu perayaan Malam ini.


Banyak stand Makanan yang berjejer. Dari yang Makanan ringan hingga yang berat. Dari yang manis hingga yang pedas. Hani sangat tergiur untuk mencicipi nya.


Ada tontonan memanggang Daging hewan secara langsung. membuat Para pengunjung Terusik untuk melihat proses Memasak nya dan membelinya.


Dan Hani salah satu pengunjung itu, ia tidak tahan lagi . untuk kali ini saja Ia mau makan daging sepuasnya. Air liur nya tidak dapat ia tahan lagi.


" Bibi, Aku pesan salah satu paha Daging domba itu?" Pinta Hani kepada bibi penjual untuk Menghidangkannya Paha domba yang di pertontonkan Tadi.


Hani sungguh sangat kelaparan. ia sudah menghabiskan beberapa mangkok nasi dalam Hitungan menit. Membuat seorang remaja Terpana melihat makannya yang sangat cepat. ia berada disebelah dirinya duduk.


" Woahh Kakak ini cepat sekali makan. Sudah berapa hari kakak tidak makan?" Tanya remaja tersebut dengan wajah penasaran.


Hani Merasa Dirinya ditanya oleh seseorang. ia menoleh Kesebelas dirinya duduk. mendapati seorang remaja tengah tersenyum lebar padanya.

__ADS_1


Hani tersinggung dengan perkataan remaja tersebut . Seperti mengatakan dirinya layaknya seorang gelandangan yang tidak makan ber hari-hari. ya, Hani Akui bahaw penampilan nya saat ini tidak jauh beda dengan apa yang dikatakan Remaja tersebut.


Bajunya lusuh, Ada robekan memanjang di rok Hanboknya. itu karena kainnya ia gunakan untuk membalut luka di dada sang kaisar. Seperti nya ia harus membeli pakaian. Nanti, jika ia sudah selesai makan.


" Hei, kakak tuli. ya? Pantas saja" Remaja tersebut terus mengoceh meminta Jawaban Hani. Sedangkan Hani bertambah geram Karena kegiatan makannya telah diganggu oleh orang tidak tau sopan santun.


Hani mengeluarkan Kantong koin emasnya yang diberikan Kaisar Ryu. berniat untuk membungkam Mulut kasar remaja disebelahnya Agar tidak mengoceh kembali. ia ingin membuktikan bahwa dirinya Bukanlah seorang gelandangan melainkan seseorang yang masih mampu membayar karena Memiliki uang.


Tak.


Hani Menempatkan kantong koin emasnya di atas meja. Namun, setelahnya ada tangan Lain yang begitu cepat Mengambil Kantongnya.


Grep


Remaja tersebut Langsung berlari cepat membawa Kantong milik Hani. Membiarkan Hani melongo ditempat Atas perlakuan nya.


" pen, pen-PENCURIIIIIIIIIII SIALAN" Teriak Hani membuat pengunjung disekelilingnya heran. ia langsung tancap gas mengejar si pencuri.


Sialan aku di tipu.


"HEIII, NONA. KAU BELUM MEMBAYAR MAKANAN MU ! ! ! " Bibi penjual meneriaki Hani yang masih belum membayar makanan nya. dengan terpaksa, akhirnya bibi tersebut ikut mengejar Hani juga.


**************


Remaja Itu Berlari kearah Kerumunan orang-orang membuat Hani langsung mempercepat larinya. bisa bisa ia akan ketinggalan Jejak Remaja pencuri itu.


Hap...


" Kembalikan Kantong koin ku!" Pinta Hani dengan menarik kantong koin di tangan remaja tersebut.


" Tidak ini Milikku" Memasang tampang tanpa dosa telah mencuri milik Hani. kini remaja tersebut mengakui Kantong Hani sebagai miliknya.


" KEMBALIKAN !" teriak Hani.


"TIDAK ! INI MILIKKU" Sama sama tidak mau mengalah . mereka berakhir dengan adu tarik menarik kantong satu sama lain. Membuat orang-orang disekitar kini memperhatikan tingkah mereka. Membuat sebuah lingkaran.


" Kenapa mereka?" seseorang bertanya


" tidak tau"


"Hei ada apa dengan mereka?"


" Seperti nya hal biasa"


Orang orang Hanya Sibuk berbisik Tanpa melerai perkelahian Hani dengan sang remaja.


" HENTIKAAAANNNN !" bibi penjual Makanan Akhirnya Sampai dengan nafas memburu. Ia mengatur nafasnya perlahan. Membuat Hani dan sang remaja terkejut dan menghentikan perkelahian mereka.


" Kau - Nona. Kau belum membayar makanan mu . cepat bayar Sekarang" Bibi tersebut Meminta Hani segera membayar.

__ADS_1


" Tunggu sebentar bibi. Uangku ada pada remaja ini. Dan ia mencurinya dari ku tadi" .


" Siapa yang mencuri uangmu kakak . ini milikku. Kau jangan mengada-ada" Jelas remaja tersebut dengan wajah Polos. membuat orang disekitar berpikir bahwa Hani tidak sanggup membayar makanannya.


" Kau- itu uang milikku . kau merampas nya dari ku tadi ketika aku sedang makan" .


Hahah


Remaja tersebut tertawa " mana mungkin aku merampas uang milik Kakak. jangan mengada-ada ya, kakak. Remaja Baik seperti ku Mana Mungkin mencuri Uang dari kakak yang Seperti itu".


Semua orang kini melihat penampilan Hani. Mereka saling berbisik lagi Membetulkan perkataan remaja yang telah di fitnah mencuri milik Hani . sedangkan Hani sendiri seperti gelandangan yang tidak memiliki uang.


" Hei nona, Apa kamu tidak salah bicara?" Salah seorang warga menanyakan Perkataan Hani.


"Apa kau berbohong nona? yang lain menimpali.


" Wah sepertinya nona ini seorang pencuri yang sedang mencoba trik baru"


" Pencuri. nona ini pencuri"


Hani tidak mengira dirinya akan Di kambing hitamkan. Dasar manusia sialan . jelas jelas itu milikku.


" itu tidak benar . itu Kantong uang milliku. Dia mencurinya dari ku ketika aku makan tadi. Bibi, apa kau melihatnya mengambil kantongku tadi? " tanya Hani kepada bibi penjual mencari Pembenaran.


" Tidak. aku tidak melihat apapun tadi. aku sibuk melayani Pembeli yang lain". Dan Saksi mata paling berpeluang besar untuk dijadikan bukti. Menjadi Kesialan yang tidak diharapkan untuk Hani saat ini. Bibi itu tidak melihat kejadian Perampasan kantong Hani. Sangat jelas Hani kalah telak tanpa bukti yang kuat.


" Wah nona ini , Sangat pintar berbohong"


"Ya, betul. Apa jangan-jangan dia benar seorang pencuri?"


" mungkin benar. Dia pasti seorang pencuri".


" cepat tangkap dia sebelum kabur"


Hani merasa Dunia saat ini bertambah kejam. Keluar dari lubang buaya masuk kandang harimau. Ah rasanya, mantap. Warga setempat langsung mengepung Hani tanpa memberi kesempatan Hani untuk berbicara.


"Aku bukan pencuri. Jelas jelas dia yang telah mencuri milikku. Tidak ! bukan aku" Hani memberontak Karena beberapa orang ingin menangkap nya.


" Lepaskan ! "


" ikat saja nona ini" warga yang lain memberi masukan .


" Tidak ! aku mohon lepaskan aku" Hani memelas dengan penuh iba . mungkin saja itu akan berpengaruh.


" kau tidak akan bisa berbohong lagi nona. trikmu sudah Terbongkar. Ayo cepat bawa dia" Perintah seorang warga ke yang lain.


Tuk


tak

__ADS_1


Langkah kaki seekor kuda berhenti. Para warga yang disekitar memberikan jalan kepada si penunggang kuda untuk melihat pertunjukan yang terjadi.


" Wah wah. Hani, apa kau beralih Profesi menjadi seorang pencuri sekarang? Mulanya seorang pelayan dan sekarang berakhir seperti ini. Aishhh tragis sekali" . Sipenunggang kuda mengolok-olok Hani tanpa rasa bersalah.


__ADS_2