Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
99. Ngasuh Bocah Setan


__ADS_3

Niat Hanya ingin sebentar untuk mengantar surat Undangan. Justru mendapat Titipan bocah Super Setan. Sangat Sial Ryeon Memang, jika harus dititipkan bocah Tengik satu ini.


" Ada apa paman? "


Gabriel Menengadah ke arah Ryeon dengan wajah Bulat, karena merasa seperti diperhatikan oleh sang paman.


" Ah, tidak ada " Ryeon langsung merubah wajah tajamnya menjadi Tersenyum manis. ketika sosok bocah yang orang lain lihat itu. mungkin Sangat menggemaskan namun bagi Ryeon adalah wujud Titisan Iblis.


Bagaimana tidak, Gabriel meraung kesetanan kepada Diana saat Ryeon akan pergi. Alhasil Ryeon terpaksa atau lebih tepatnya dipaksa oleh induknya yang sangat pemaksa itu untuk Membawa serta Gabriel.


' Ibu dan anak sama saja. sama sama menyebalkan '


Mereka Berdua Telah tiba Di desa tanpa menaiki kuda ataupun kereta yang mengantar. Ryeon melepas begitu saja Gabriel Untuk berjalan kaki Bersama. Sesekali menggendong nya diperjalanan saat kelelahan.


" Roti gratis, Roti gratis silahkan Diambil seperlunya ! roti gratis Roti gratis " seru Seorang anak di tengah tengah pasar dengan gerobak penuh roti.


Beberapa orang hilir mudik Mengambil ataupun tetap membeli seperlunya tanpa Berlebihan. Ryeon mendekat ke arah anak itu. Ia Tidak Asing dengan wangi Roti itu. Namun sedikit terselip wangi lain yang berbeda.


" Yuen " anak itu ternyata Yuen. Ryeon menyapanya bersama Gabriel yang mengekor.


" oh , Tuan " Yuen segera menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat .


" Kau menjual Roti? "


" Ah, tidak. Bibi Athena Memintaku untuk membagikan nya Keseluruh orang Dengan Gratis. Akan tetapi, beberapa orang membayarnya. Apa tuan mau? jika Ingin, Silahkan Ambil Sesuka hati tuan" Tawar Yuen.


Ryeon Tidak berminat. lagipula, ia sudah Sangat sering memakan nya Sedari kecil hingga overdosis. Percayalah, Mama Athena tidak pernah melewatkan Satu haripun Meja makan tanpa tersedia roti.


Melirik kearah Bocah yang Ryeon bawa. Gabriel seperti nya Tertarik Untuk mencobanya. Terbukti dari Tangan Gabriel yang sudah menggenggam dua roti sekaligus tanpa permisi.


" Emm, ini enak " puji Gabriel . Membuat Yuen Bertanya tanya Siapa gerangan Bocah asing yang dibawa Tuan Ryeon.


" Dia-"


" Ayah tidak Ingin mencobanya? Ini enak sekali" Tawar Gabriel Penuh senyum Tidak Menyadari


Tuan Ryeon Sudah melotot tajam Kearahnya. karena seenak jidat memanggilnya Ayah Di keramaian. Orang orang pasti akan berfikir Salah mengenai mereka.


" APA?! " Benar bukan? Tidak Usah menunggu terlalu lama. Mata mata di desa penghubung itu Sangatlah Banyak. Apalagi Jika menyangkut tentang Keluarga Tetua desanya.


Chen sudah menganga lebar Di ujung jalan Dengan sekeranjang Roti yang baru matang. Ia segera mendekat kearah Bocah tengik pembuat masalah.


Gabriel sangat tenang Menikmati Rotinya. tanpa Terusik dengan Chen yang sudah menelisik Tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa terlewat.


" Kau- Anak Kakakku?" Oh ayolah, Ryeon seperti ingin membanting Kepalanya Sendiri saat ini. melihat Para bocah yang sangat polos itu menurut orang tengah Saling pandang. Tetapi, Bagi Ryeon Mereka seperti Jelmaan Iblis.


" Kau Siapa? " Gabriel Menatap Chen ingin tau.


" Aku- Aku Adik Ayahmu. Jadi, aku- Pamanmu. Panggil saja aku Paman Chen" Ingin rasanya Ryeon Meloncat ke jurang terdalam. ketika mendengar Chen sangat serius menanggapi perkataan Gabriel yang tidak masuk akal.


" Lalu, Dimana ibumu?"


" Ibu? "


" Ya, ibumu dimana dia? Mustahil bukan, kau lahir dari seorang babi" Yuen yang mendengar perkataan Chen menganga lebar. Memang benar Semua Anak Tetua desa tidak ada yang waras.


" Ibuku, akan segera menyusul " Gabriel Segera menghabiskan semua roti ditangannya. Lalu, Melirik roti yang masih Hangat di Keranjang yang Chen bawa.


" Kau mau tambah?" Gabriel mengangguk.


" Sebaiknya kau kerumahku Karena kak Nana dan mama Membuat banyak. Ayo ! " Ajak Chen setelah memberikan Roti yang ia bawa kepada Yuen.


Sementara Ryeon Mencerna Ucapan Chen sebaik mungkin. Pantas Saja wangi rotinya Sangat berbeda. ternyata Nana ikut Serta dalam membuat nya.


" Yuen, Aku Mau satu" Pinta Ryeon Dengan cepat. ia tidak ingin Kehilangan jejak Kedua sosok bocah itu. Apalagi Bocah yang sempat ia bawa.

__ADS_1


" Baik, tuan".


********************


Puk


puk


puk


" Apa sudah mengembang Adonan nya? " Tanya Mama Athena menghampiri Nana yang dibuat sibuk oleh nya sedari kemarin.


" Sudah, mama"


" Baiklah, sudah cukup adonan nya . Kau Dapat beristirahat"


" Baik, mama" Nana mengelap Keringatnya dengan sapu tangan. Ia segera duduk mengistirahatkan badan Sebentar.


" MAMAAAAAAA !!!! MAAMAAAAA !!!! "


Itu Suara Chen yang melengking membuat Mama Athena jengah mendengar nya.


" Anak itu, Selalu saja setiap pulang Seperti itu"


Melepas Apron Bersiap untuk memarahi si pembuat onar. Chen justru muncul lebih dulu.


" Chen, mama Sudah pernah ingatkan kamu Ini Rumah Bukan Hu-tan" Seperti Hilang Entah kemana Kecepatan Suara Mama Athena ketika melihat seorang Bocah 5 yang sangat menggemaskan disamping Chen.


" Oh tuhan. Siapa Ini Chen? " Mama Athena segera menghampiri Gabriel lalu menggendongnya. Gabriel sangat menggemaskan sehingga membuat Mama Athena Tidak segan untuk meninggalkan beberapa bekas ciuman Dipipinya.


" Dia begitu lucu dan sangat menggemaskan. Benarkan Nana? " Nana mengangguk menyetujui perkataan mama Athena.


" Dia Keponakan Chen, mama "


" Kak Ryeon "


" APA?! " Serempak Mama Athena dan Nana terkejut bersamaan.


Ryeon yang mendengar Suara Teriakan yang tidak asing lagi di telinganya. Langsung tancap gas menghampiri tempat kejadian.


" Mama " Sapa Ryeon dengan santai.


" Ryeon. Sayang, kamu sudah menikah dan memiliki seorang anak secara diam diam. Dan Tidak memberitahu kan mama tentang hal ini " Protes mama athena tidak terima.


" Bukan seperti itu, ma" Ryeon Bingung harus memulai nya dari mana . karena ia menangkap Sosok Nana yang tiba tiba menghilang dari penglihatan nya.


' Mengapa dia pergi? '


" Lalu, ini anak siapa? "


" Anak Diana"


" Diana? "


" Ya. Aku titip Gabriel Dulu ma" Ryeon segera melengos pergi. Meninggal kan mama Athena yang nasi penuh dengan pertanyaan.


***************


Setelah mencuci Tangan dan kakinya hingga bersih. Nana berniat untuk berjalan jalan kecil ke Pusat Desa. Lagipula Suasana hatinya sedikit sesak ketika mengetahui Tuan Ryeon sudah memiliki anak.


' Oh ayolah Nana , Tuan Ryeon sudah memiliki putra . Kau tidak boleh memikirkan pasangan orang lain itu tidak Sopan ' Pikir Nana.


" Ehm "


Tenggorokan Ryeon gatal Untuk Berdeham.

__ADS_1


" Ah, Tuan Ryeon " Sapa Nana Segera menyelesaikan kegiatan nya.


" Lama tidak bertemu " Ryeon memulai pembicaraan lebih awal.


" Selamat datang kembali tuan Ryeon. Apa perang sudah usai? " Nana meneliti setiap inci tubuh Tuan Ryeon.


" Ya, seperti yang kau lihat"


" Anda tidak terluka? "


" Haruskah aku terluka? "


" Ah tidak, tidak. bukan seperti itu tuan. maksud ku adalah Syukur Tuan pulang dengan Selamat Dan Tidak Mendapatkan luka sedikitpun" jelas Nana.


" Hahaha begitu ternyata. Aku Seorang tabib mana mungkin berperang. Posisi ku hanya berada dibelakang. Menanti pasukan yang terluka untuk diobati " Bohong Ryeon.


" Syukurlah "


" Kau mau kemana? " Ryeon penasaran ketika Nana terburu-buru seperti ingin meninggalkan nya.


" Aku hanya ingin berjalan jalan sore ke pusat desa. Tuan Ingin ikut? " Ajak Nana.


" Boleh " Ryeon siap Menemani Nana untuk Berkiling Desa . namun suara melengking Seorang Bocah mengganggu nya.


" AYAAHHHHH "


' Sialan. mengapa bocah itu memanggilku seperti itu. Dasar bocah tengik ' Kan Nana akan beranggapan salah faham padanya.


Ryeon menatap kedatangan Gabriel garang sedangkan Nana Menyambut Gabriel tersenyum lembut.


" Tuan sudah memiliki putra? "


" Wahhh Bibi Cantik " Celetuk Gabriel Membuat Rona merah Hinggap dipipi Nana.


" Kamu bisa Saja, Tampan " Puji Nana kembali seraya mengelus Pipi gembul Gabriel yang menggoda untuk di cubit.


" Gabe " Peringat Ryeon untuk tidak Berceloteh sembarangan . Sedangkan Gabriel Berkedip polos tanpa Dosa.


**************


Mereka berakhir berjalan bersama, menikmati senja Menuju Pusat desa. Sesekali Gabriel tertawa karena Nana Menghiburnya dengan Bercerita hal hal lucu.


Membuat Ryeon ikut serta tersenyum kecil . Karena Interaksi mereka tidak pernah lepas dari penglihatan nya.


" Bibi, apa bibi kekasih ayah? " Celetuk Gabriel membuat Ryeon Menyesal membawanya.


" Bukan. Bibi hanya teman ayahmu"


" benarkah? lagipula Gabriel setuju jika Ayah bersama dengan Bibi" Bocah gila pikir Nana. Baru kali ini ia menemukan seorang anak menyetujui Ayahnya Bersama dengan wanita lain selain ibunya.


" Lagipula ibunda Sudah Tidak lagi tertarik dengannya. Mungkin sekarang Ibunda sedang Berduaan bersama Ayah William"


Nana melotot kan matanya mendengar penjelasan Gabriel. Keluarga macam Apa yang kini sedang Nana Hadapi. Ini terlalu Luar binasa bagi Nana yang hanya seorang anak yatim piatu.


" Jangan dengarkan dia. Dia bukan putraku" Sekarang Apalagi, Kini giliran ayahnya yang tidak menganggap Gabriel sebagai seorang anak.


" memang benar, Dia bukan putraku. Dia Anak dari mantan kekasih ku dulu. Aku hanya Sedang Dititipkan Sementara Sekarang. Karena ibunya memiliki urusan lain"


Cukup sudah, Ucap Ryeon Secara lantang. Ia tidak lagi Dapat membendung kesabaran nya yang setipis Debu. Kejahilan Gabriel perlu Di berantas sesegera mungkin agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dimasa depan.


Nana Yang mendengar nya hanya dapat mengerjabkan matanya polos. Ia Sangat terkejut ketika Tuan Ryeon rela Menjelaskan semua tentang Gabriel Kepada dirinya. Bahkan Nana sekalipun tidak meminta karena itu bukan urusan nya.


" Ah, Begitu Rupanya" Jawab Nana setelah Ryeon kelabakan menjelaskan nya secara terperinci. Sedangkan Gabriel cekikikan kecil karena berhasil dengan keusilan nya.


" Jadi, maukah bibi Bersama Paman?" Tawaran Gabriel membuat Nana Kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2