
Sungguh Hebat Kaisar Satu itu,
" Lalu Dimana Tuan Ryu sekarang? "
" itu- Tuan Ryu mengatakan Bahwa ia akan melanjutkan perjalanan nya".
" APAAAA " tetua pee Syok Seketika, membuat Seluruh Tamu didepan rumahnya, langsung menutup telinga masing-masing dengan sangat rapat. tidak ingin gendang telinga mereka rusak dengan sia sia.
" Sialan, Percuma saja Aku memasak Makanan banyak khusus untuk tuan. Tetapi, orangnya tidak Ada. Hufh" Gerutu tetua pee lirih.
Kelompok puak dan Para utusan Saling melirik satu sama lain memberikan sebuah kode.
" Kami bisa Membantu menghabiskan nya untuk tetua desa. Jika dibolehkan? " Puak mengajukan diri dengan Cengiran lebar wajahnya.
" Betul tetua" Tambah yang lain
"Tidak " Tolak tetua Pee secara mentah. membuat seluruh wajah kelompok puak dan Para utusan seketika Suram.
" Ishh, Jangan perlihatkan wajah kalian seperti itu". Menghela nafas lelah Karena seharian Dirinya Memasak. Apalagi dibantu oleh sang istri yang Banyak mencibir nya ketika memasak dari pada membentu . Akhirnya tetua pee lebih memilih menyerah .
"Baiklah sebelum Kalian pergi Kekerajaan Tan untuk mengambil bahan makanan pokok serta bibit Buah naga Untuk lahan yang kering. Aku persilahkan kalian untuk Masuk Dan makan. Setidaknya Masakan buatan ku yang banyak tidak terbuang dengan sia sia"
" YEAHHH AKHIRNYA MAKAN MEWAH" puak dengan barbar berteriak kencang. Di iringi dengan kelompok nya yang ikut serta.
" YEAHHHH MARI MAKAN BESAR " teriak kelompok puak yang ikut serta Memberi dukungan. Sedangkan para utusan kerajaan hanya Tersenyum lembut mengikuti Ajakan tetua desa yang menyuruh mereka untuk masuk.
Sungguh Perbedaan yang sangat jauh. Tetua pee menggeleng kan kepalanya Menyaksikan kedua kubu yang saling bertolak belakang Sifatnya.
Satu nya seperti sebuah pedang yang belum diasah apapun oleh Suatu pendidikan ataupun pengetahuan. Sedangkan yang satu lagi sudah di asah hingga menjadi tajam. Sehingga membentuk mereka menjadi Pribadi yang bersahaja.
...**************...
Awalnya Hani ingin menjaga jarak saat menunggangi Zero. Perasaan nya masih belum membaik. Kacau ketika melihat secara langsung kekejaman Kaisar Ryu yang tanpa rasa ampun.
Lalu , bagaimana dengan dirinya ketika suatu saat penyamaran nya tidak sengaja terbongkar.
Dan Apakah Kaisar Ryu akan memaafkan nya. Hani perlu menjauh dari kaisar Ryu saat ini. ingin sekali, Namun keadaan tidak berpihak kepadanya.
Rintik Hujan mulai turun mengiringi Perjalanan Hani dan kaisar Ryu. Tidak ada tanda-tanda Kaisar Ryu untuk menghentikan kudanya . Hanya hentakannya yang semakin cepat membuat Hani Berpaling menghadap Kaisar ryu.
Semenjak tadi Kaisar Ryu belum mendengar Sepatah katapun dari mulut hani. Mungkin, sebentar lagi. karena dari sudut matanya kaisar Ryu bisa melihat Hani Yang Berpaling menatap nya. karena dirinya menambah kecepatan zero Akibat hujan.
Kaisar Ryu merasakan hembusan nafas keputusan asaan dari Hani. karena jarak mereka yang begitu dekat.
__ADS_1
" Kenapa ? Hem" Goda kaisar Ryu, Namun tidak ada jawaban sama sekali. Hani tetap dalam keengganan nya untuk berbicara.
beberapa saat kemudian bibir Hani bergetar kedinginan. Kaisar Ryu akhirnya memberikan jubah Luarnya yang begitu Besar untuk Hani. Ia tidak ingin Melihat Hani sakit karena kedinginan.
" Pakailah" Kaisar ryu memberikan jubahnya . Namun dengan halus Hani menolak.
" Aku tidak menerima penolakan" Memang Dasarnya Kaisar pemaksa. Kini tubuh Hani sudah terselimuti oleh Jubah milik Kaisar Ryu.
Tubuh Hani lebih hangat dari Sebelumnya Karena Jubah kaisar Ryu yang sangat tebal.
Ada rasa ingin berucap. Namun, keinginan itu seperti tercekat hingga tenggorokan. Mata Hani terus berkaca kaca bukan karena rintik hujan yang turun. Melainkan tangisan yang tidak dapat terbendung lagi.
Hik hik hik
Hani langsung berhambur kepelukan Kaisar Ryu. Ia tidak sanggup lagi menahan semuanya.
Sedangkan kaisar Ryu menerimanya dengan Pasti. ini yang diharapkan Kaisar Ryu semenjak tadi.
Kaisar Ryu mengerti Hani takut akan sosok dirinya yang seperti iblis ketika membunuh orang . Namun, ketahuilah. ia melakukan Aksi tersebut agar dirinya diterima oleh Hani luar dalam sikapnya.
Lebih baik seperti ini, menampakkan keburukan diri sendiri kepada pasangan lebih awal dari pada ditinggalkan Karena kebohongan yang terus di tutup tutupi.
" Sudah, sudah. Maaf aku melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kamu lihat, maaf". Runtuh sudah Harga diri seorang kaisar Ryu yang terkenal kejam dan bengis kepada sang lawan. Kini ia telah menemukan pawangnya.
Hik hik hik
Ha ha ha
Kaisar Ryu malah menjawabnya dengan tawa syahdu dibawah guyuran hujan.
" Itu memang aku" pengakuan terbaik dari seorang pria sejati. Kaisar Ryu menjawab nya dengan pasti.
" Anda jahat tuan " Hani memukul kecil dada Kaisar Ryu.
" jika aku tidak memberikan pelajaran se awal mungkin kepada mereka Calon calon pemberontak. lalu, apa kabar dengan kerajaan ku yang pastinya sudah hancur dari dulu? lalu, juga apa kabar dengan nona manis ku ini jika diriku tidak menjadi kaisar saat ini. Apakah nona manis ku akan menjadi seorang Gisaeng bagi kaum pemberontak? Apa kekasihku ini mau? "
Bug
bukan pukulan kecil lagi yang diberikan Hani melainkan sebuah Bogeman mentah dari kepalan tangan.
'Akkhh '
Ringis kaisar Ryu mengetahui Bogeman Hani yang begitu kuat. Tenaga nya tidak bisa diremehkan juga meskipun sosok nya kecil nan imut.
__ADS_1
" Apa tuan mau lagi? " tawar Hani dengan Muka suram berlinang air mata.
Ha ha Ha
" Tidak, cubitan mu sakit sekali. nona " Jawab kaisar Ryu Masih dalam nada menggoda.
Hani menyentuh wajah kaisar Ryu yang tertutup topeng dalam guyuran hujan. Sisa cipratan darah para utusan masih membekas di wajah kaisar Ryu.
Hani mengusap nya dibantu air hujan yang menetes. Membersihkan Darah penuh dosa itu Dengan Suara Isak tangis yang kembali hadir.
" Kenapa Kamu hidup seperti ini? hiks"
" Sudah takdirku"
" Kenapa kamu tidak mengubahnya? hiks"
" Perlahan aku sudah mengubah nya"
" Dengan apa? Dengan pertumpahan darah yang terus menerus setiap hari hadir di hidupmu begitu?"
Kaisar Ryu menggeleng pelan. Tersenyum diantara hujan yang menghalangi penglihatan nya.
" Dengan Adanya dirimu itu sudah cukup. Saya berjanji Tidak akan lagi menumpahkan Darah seseorang dihadapanmu. Kecuali Orang itu bersalah. Apa kekasihku setuju? "
Hiks.
Hani mengangguk pelan. Tersenyum diantara Hujan yang terus mengguyur Semakin cepat.
Sehingga Kaisar Ryu Mengeratkan jubahnya Agar Hani tidak kebasahan.
" Kau harus berlindung, Hujan semakin deras"
perintah kaisar Ryu kepada Hani untuk tidak menengadah menatap wajahnya. karena percikan hujan Rupanya juga membasahi wajah Hani.
" Tidak, Mengapa kita berteduh saja yang mulia?"
" Tidak ada waktu untuk itu. Insiden di desa Mak pastinya sudah didengar oleh kelompok pemberontak. Aku takut mereka menyerang istana secara tiba-tiba karena tidak adanya diriku. Lagipula Ichiro saat ini dalam masa liburnya."
Hani mengerti, Keamanan istana tidak dalam keadaan Baik baik saja. lagipula Orang orang istana Belum tentu bisa dipercayai satu sama lain. terkecuali mereka benar-benar orang yang telah mengabdi lama Kepada kaisar Ryu seperti panglima hiro. bahkan panglima hiro pun saat ini tidak berada didalam wilayah istana.
" Meski begitu, Setidaknya yang mulia tetap harus menjaga Kesehatan yang mulia"
Wushhhhhh
__ADS_1
Hani mengembalikan jubah Kaisar Ryu kepada tempat nya. ia memasangkan lagi jubah besar tersebut ke tubuh yang Kaisar Ryu.