Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
57. Membuat rencana


__ADS_3

Tersenyum ceria Hani menghiraukan jalanan sekitar. ia tidak menyadari seseorang tengah memperhatikan dirinya dengan ikut tersenyum.


" Hani, kau kah itu?" Sapa seseorang itu menghampiri Hani.


" Oh Panglima Hiro!" Hani segerara memberi hormat kepada panglima Hiro . ia sempat terkejut tidak menyadari keberadaan Sang panglima.


" Bagaimana kabarmu? Sudah lama tidak bertemu . terakhir kali kita bertemu kau memberikan surat untuk keluarga mu" Tersenyum penuh makna Panglima Hiro segera menyerahkan sebuah gulungan surat kepada Hani.


" Ya, aku Menanti dengan sabar Balasan suratku. Apakah ini surat balasan dari keluarga ku? "Hani Sangat Antusias untuk segera membaca surat balasan dari keluarganya.


" Ini dari ibu. untuk Adik" Hani mendadak kaku mendengar perkataan panglima Hiro. menatap penuh selidik kepada panglima Hiro yang sedang tersenyum lebar kepadanya.


" Apa mak-maksud panglima?"


" Kau sudah tumbuh besar rupanya. Kakak sangat merindukanmu " Panglima Hiro mengusap Lembut Rambut Hani.


"apakah Kau, Ka- kakakku?" hani Ragu untuk mengucapkan panggilan itu. Rasanya sangat asing dilidahnya ketika menyebut kan panggilan itu.


" Kemarilah, Apakah kau tidak merindukan kakakmu ini, Adikku?" namun ketika melihat panglima Hiro Tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. keraguan itu hilang seketika tergantikan oleh Rasa haru.


" Kau - aku merindukan mu kakak " Hani tidak kuasa untuk segera berhambur memeluk panglima Hiro. tangisnya pecah Seketika, meluapkan segala kerinduan yang terpendam lama


********


Seharian ini, Hani penuh dengan senyuman. Akhirnya, Kabar bahagia itu tiba juga. Ibu dan pamannya Mengabarinya bahwa mereka baik baik saja. Bahkan mereka sangatlah Bahagia . ketika mengetahui pembawa surat tersebut tidak lain adalah ryeon- kakak kandung Hani sendiri. Sungguh kebetulan yang sangat menggembirakan.


Ibunya berpesan Kepada Hani untuk menjaga kesehatan nya serta Patuh kepada Sang kakak - Ryeon yang baru saja Ditemukan. itu Tentu akan Hani lakukan.


Senyum Hani terukir Indah Ketika membaca setiap Kalimat surat yang ibunya tulis. Namun, Di akhir surat Hani merasa Sedih ketika tidak mendapati tulisan surat dari pamannya Han.


' Apa paman tidak merindukan ku? ' Dengan wajah masam Hani ingin meletakkan Surat itu di atas meja. Tetapi terhenti saat surat tersebut tidak sengaja dibentangkan menutupi cahaya lilin dikamar nya.


'Ada pesan rahasia?' Hani berpikir tidak yakin. ia segera memastikannya dengan membentang kan surat tersebut diatas lilin. Dan benar saja ada pesan rahasia dari pamannya.


untuk keponakan ku, Hani.


Selalu berhati-hatilah ! Terkadang Orang Terdekat Kita Belum Tentu Dapat dipercaya. Jadi, Carilah Bukti terlebih dahulu.


'Apa maksud paman mengatakan ini?' Hani berpikir keras . ia tidak dapat memecahkan Pesan Rahasia dari pamannya. Apakah ia harus bertanya kepada sang kakak? Tetapi, bukankah surat ini hanya untuk dirinya sendiri.


' ini sangat aneh, Seperti nya Aku Harus menanyakan nya Secara langsung kepada kakak ' Hani bergegas Mengganti pakaiannya. Ia telah Sepakat Bertemu dengan sang kakak Diluar wilayah Istana.

__ADS_1


*********


" Maaf, Apa kakak Sudah menunggu ku lama? " Hani segera mengisi kursi kosong yang berada di hadapan Panglima Hiro.


" Tidak masalah, Kakak juga baru saja tiba" Tersenyum lembut panglima Hiro menyambut kedatangan Hani.


" Baiklah, Kakak. Bisakah aku menanyakan sesuatu hal kepadamu? " tanpa berbasa basi lagi Hani langsung menanyakan perihal Rumit yang terus saja mengganggu fikirannya.


" Apa? katakanlah ! Mungkin, kau masih ragu mengenai Diriku yang tiba-tiba saja mengaku sebagai Kakakmu".


"Tidak ! bukan seperti itu, kakak. Hani percaya bahwa panglima memang kakak ku. tetapi - " Hani Ragu untuk melanjutkan perkataannya.


" tetapi apa? katakanlah ! kakak siap untuk menjawab nya"


" Itu - Mengapa kakak mengganti Nama Kakak menjadi Hiro? Bukankah nama kakak adalah ryeon " Menatap Panglima Hiro gusar . Hani melihat raut wajah sang kakak tiba-tiba berubah menjadi suram. Hani takut pertanyaannya membuat sang kakak Marah.


" Ceritanya panjang. Jika adik ingin mengetahui kebenaran nya. Maka bacalah Dokumen Sejarah Kerajaan ini Yang ada di perpustakaan Pribadi Kaisar . itu jika Adik bisa memasuki nya " .


" Itu yang Hani usahakan Sejak Awal Menginjak kan kaki di istana. Apakah kakak tau? Sebenarnya, Hani ingin mencari Kakak beserta ayah lewat Dokumen sejarah. Tetapi, seperti nya Sudah tidak lagi. Karena kakak telah Hani temukan. maksudku, kakak yang menemukan ku " .


" Rupanya, Adik sangat pintar. Kakak beruntung memiliki mu " Hiro mencubit pipi Hani dengan gemas.


" Lalu, Dimana keberadaan Ayah saat ini? " Tersenyum sumringah. Hani tidak lagi melihat kesuraman di wajah Kakak nya. ia sangat antusias menanyakan keberadaan sang ayah Kepada Hiro.


" Apa terjadi sesuatu kepada ayah? " Hiro mengangguk pelan.


" Apa ayah masih hidup ? " Hiro menggelen pelan dengan tatapan sendu. Membuat Hani Seketika lemas mendapatkan jawaban nya. Hani sudah tidak memiliki ayah.


" Bacalah Dokumen Sejarah Kerajaan. maka kamu akan mengetahui Segalanya. Perubahan nama kakak serta penyebab kematian Ayah" Hiro menyarankan Hani untuk mencari tahu penyebab kematian Sang ayah sendiri.


" Mengapa Tidak Kakak sendiri saja yang menceritakannya langsung kepada ku? Mengapa aku masih harus membacanya di sejarah ? sedangkan sudah ada Kakak sendiri yang dapat aku percayai"


" Tidak hani. Kau akan tau sendiri nanti kebenaran nya. jika kamu mengetahui nya dariku. aku takut kau tidak akan mempercayai nya. Secara Kita masih baru dipertemukan setelah sekian lama. coba mengerti lah" Hiro memberikan pemahaman kepada Hani agar ia tidak Dengan mudah mempercayai seseorang yang baru saja dikenal.


" Baiklah, Hani akan mencarinya sendiri " Hani pasrah. Ia akan berusaha mencari tahu kembali Kebenaran peristiwa 17 tahun yang lalu. Mengapa sampai Keluarganya terpecah belah menjadi seperti ini.


" Lalu, Bisakah Kakak membaca Surat ini? " Hani memberikan Gulungan Surat dari sang ibu yang sudah ia baca.


" Apa kau tidak bisa membaca? " Panglima Hiro memandang Hani menelisik. Bagaimana mungkin seseorang bisa menulis surat tetapi, ia tidak dapat membacanya.


" itu- " sedikit berbohong mungkin tidak apa-apa bagi Hani. " Aku meminta bantuan temanku untuk menulis surat Kepada ibu waktu itu" Sungguh sangat lancar kebohongan yang Hani katakan. sehingga panglima Hiro mempercayai perkataanya.

__ADS_1


Hani mendengar kan dengan seksama surat yang panglima Hiro baca sampai selesai. tidak ada yang aneh dari isi surat nya. hanya ucapan kerinduan sang ibu kepada anaknya, nasehat-nasehat yang baik serta berpesan untuk mematuhi Sang kakak yang baru saja Ditemukan.


' Sungguh Perintah yang sangat bijak dari sang ibu' panglima Hiro mengulum senyum samar.


" Apakah Kakak tidak menemukan pesan dari paman? " tanya Hani membuat Hiro seketika merubah pandangan kearah Hani .


" Kurasa Paman tidak mengirimkan pesan untuk mu "


" Apa kakak tidak menemukan pesan dari paman disurat itu?" Sekali lagi, Hani berharap kakaknya menyadari suatu hal yang hanya Bagian dari Keluarganya Sendiri saja Dapat mengetahui.


"Tidak ada. ini hanya satu gulungan surat Hani. paman tidak menuliskan surat untukmu " tegas Hiro kepada Hani yang langsung terlihat lesu. seperti nya ia berharap ada tulisan surat dari sang paman. Namun, takdir berkata tidak.


" Lain kali, aku akan menyuruh paman untuk menulis surat juga untukmu. bagaimana? " Tersenyum Canggung Hani menyetujuinya. Ia berharap perkiraan nya salah.


***********


Sementara di bagian dalam istana. keributan sedang terjadi kepada Nona Angel yang tidak mau memakan hidangan makan malam sedikitpun. Bahkan dengan Kejamnya ia menghempaskan Hidangan yang telah susah payah para koki buatkan.


Prang


" Aku tidak ingin Makan " melipat tangannya Cemberut . ia tidak memiliki rasa takut sama sekali ketika Kaisar Ryu sendiri berada dihadapannya Sedang makan.


" Apa Maumu, Angel? " Kaisar Ryu telah selesai dengan Makanan nya. Ia beralih Menatap Beban hidup yang bukan tanggung jawabnya.


" Dimana Tameng Baru yang mulia itu? Bukankah yang mulia telah berjanji untuk memperkenalkan nya kepadaku?" rengek angel.


" Dan Kau akan segera melenyapkan nya" Tidak dipungkiri. Karena Pelayan sebelum sebelumnya yang memiliki Tugas penting berada berdekatan dengan kaisar Ryu. Pasti akan Segera Terbunuh dengan cepat. ntah itu karena musuh atau pun Karena kecemburuan Angel. maka dari itu kaisar Ryu tidak akan mau Angel mengetahui Gadis coklat nya.


" Itu- Jika pelayan itu menjadi sebuah ancaman untuk ku memiliki yang mulia " Angel tersenyum menggoda kepada Kaisar Ryu.


" Ini peringatan terakhir kalinya kepadamu. Jika Sampai orang orang ku kembali engkau jadikan korban. jangan berharap tempat ini bisa menerima kedatangan mu kembali. Sekalipun kakek mu memohon kepada ku atau mengibarkan bendera perang. Kepastikan Kerajaan Tin menerima nya dan Siap untuk menbumi hanguskan Perguruan Tianyi dan orang orang nya. Kau mengerti?! " Kaisar Ryu segera meninggalkan Ruangan Setelah memperingati Angel agar tidak macam macam Kepada para orang orang nya yang telah banyak menjadi korban kecemburuan Angel.


Sialan, Rupanya Kaisar Ryu Sudah tidak lagi ingin menuruti dirinya. 'Kita lihat saja yang mulia, kau akan bertekuk lutut padaku segera '


" Bibi Zuang ! " Teriak Angel memanggil Kepala pelayan yang berada diluar ruangan.


" Ia, nona "


" Kumpulkan Semua pelayan baru yang melayani Kaisar ryu. Cepat ! " perintah Angel dengan seringai kejam.


" ba- baik nona" Tanpa melalui kaisar Ryu pun ia bisa mengetahui nya sendiri. Mengapa tidak? para pelayan tidak akan mau menolaknya Jika tidak ingin nyawa mereka melayang ditempat.

__ADS_1


' Ha ha ha bukankah untuk menjadi pendamping mu harus memiliki kekejaman sepertimu juga Kaisar Ryu? Dan akulah Satu-satunya Kandidat itu yang paling sempurna untukmu Ha ha ha' Tersenyum menyeringai Angel tidak sabar berkenalan dengan para pelayan baru Kaisar Ryu terlebih Tameng barunya.


__ADS_2