
"Ya-yang mulia to-tolong". Itu suara lirih yang terakhir kaisar dengar dari mulut Hani. Dan Sebelum mata lentik itu tertutup rapat.
Ketukan pintu membuat fokus Kaisar Ryu teralihkan. Hani yang merasa sangat lemas akhirnya menyerahkan dirinya untuk merosot terjatuh kelantai. Ia sudah rela jika tubuhnya menghantam lantai perpustakaan.
Khayalannya ternyata hanya sebatas ilusi semata. Ia tidak percaya tangan yang mencekiknya begitu erat beralih fungsi mendekapnya dan menggendongnya dengan santai. Ia dapat merasakan mata tajam itu tetap fokus kearahnya meskipun seseorang menunggunya diluar.
Kasur empuk menyambutnya. Beruntunglah Hani karna perpustakaan kerajaan bukan hanya menyediakan sarang buku melainkan tempat istirahat untuk kaisar yang sering ketempat ini.
"Hiro?" Kaisar menyambut panglima Hiro diluar perpustakaan. Ia tidak mempersilahkan Hiro masuk.
Tidak biasanya, pikir Hiro ia merasa curiga kaisar Ryu menyembunyikan sesuatu didalam perpustakaan.
Pintu yang tidak tertutup rapat segera menjadi akses Hiro untuk mengintipnya walaupun akan nihil ia dapat.
Menyadari gelagat Hiro yang penasaran. Kaisar Ryu akhirnya bertanya. "Ada apa? "
"Ah tidak ada". Panglima Hiro gelagapan "maksud saya- Hamba tidak menemukannya".
Mengerti akan hal yang akan dibicarakan Hiro . Kaisar Ryu akhirnya mengajaknya untuk kekediamanya.
"Mengapa tidak di perpustakaan saja yang mulia?" Tanya Hiro penasaran.
"Ada sesuatu yg ingin aku sampaikan padamu . Lagi pula aku sudah bosan dalam perpustakaan" Bohong kaisar.
Panglima Hiro mengangguk paham. Ia tidak menyadari kaisar ryu mengibaskan lengannya menutup pintu perpustakaan dengan sangat rapat.
'Wuuuusssssh '
Tanpa suara berdebum, pintu tertutup sangat rapat.
Hani terhempas. Kepalanya sakit karna membentur rak buku. Jangan salahkan ia yang hanya pura-pura pingsan untuk menyelamatkan nyawa hidupnya yang telah berada diujung tanduk tadi.
Dan ia segera bangun ketika kaisar Ryu keluar. Ia ingin mengetahui pembicaraan kaisar Ryu dengan orang itu. Mungkin saja itu akan berguna untuk dia mencari keberadaan sang ayah.
ternyata Panglima Hiro yang mencari kaisar . Ada apa gerangan? Sepertinya, hal penting. Tunggu sebentar ada sesuatu yang aku lupakan. Bukankah pak tua tadi ingin menambahkan prestasi panglima Hiro dikediaman kaisar? dan kaisar mengajak panglima hiro untuk kesana.
Hani tersadar. petunjuknya Dokumen kerajaan . Ia harus mengetahui tempatnya dengan mengintip kembali.
Lalu, pintu tertutup rapat jika aku membukanya maka keahlianku akan segera terbongkar. Matanya memindai ruangan perpustakaan. Dapat. ia menemukan jendela yang terbuka. Namun terlalu tinggi untuk ia menjangkau.
Sudah beberapa kali Hani mencobanya. Menjinjit dengan sekuat tenaga serta manambah kursi menjadi penopangnya . Namun apa daya tubuh mungilnya selalu menyulitkannya dalam keadaan seperti ini. Keahlian melompat tingginya harus ia pendam karna kaisar sialan itu akan curiga.
Bukankah itu paman lee?. Hani bisa melihat Kasim Lee seperti kebingungan mencari seseorang. "Paman lee ! paman ! tolong aku!" Serunya.
Kasim Lee nampak bingung mendengar seseorang memanggilnya namun tak ada penampakan nya.
"Apa kalian mendengar seseorang memanggil namaku?" tanyanya pada kedua prajurit yang bertugas menjaga pintu perpustakaan.
Salah satu dari mereka menjawab "Ya, kami mendengar nya. Tapi dimana? "
Semuanya terlihat mencari . Penasaran akan suara seseorang yang meminta bantuan terhadap paman Lee.
"Paman lee disini !" . Hani melambaikan tangannya.
"Oh tuhan ". Paman lee tergopoh-gopoh menghampiri Hani . "Apa yang kau lakukan disana? Aku telah mencarimu sejak tadi?".
"Paman tolong aku. Aku terkunci di perpustakaan".
"Mengapa bisa? "
" Sepertinya Kaisar meninggal kan aku ketika aku melihat-lihat buku. ia tidak menyadari jika aku belum keluar". Bohongnya dengan raut menyedihkan.
" Sebentar aku akan membukakan pintunya. Kau tunggu disitu". Perintahnya pada Hani .
Berulang kali paman Lee mencoba membuka pintu perpustakaan tetapi hasilnya nihil . Pintunya tetap tidak bisa terbuka. Apa mungkin pintunya bermasalah? Tapi, mana mungkin pintu perpustakaan rusak sedangkan kayunya dari bahan berkualitas.
"Kalian, bantu aku ". Paman Lee meminta kedua prajurit penjaga perpustakaan untuk mendobrak membantunya membuka pintu.
Peluh sudah membanjiri ketiganya tetap saja hasilnya nihil. Mereka tak dapat membukanya . Seperti nya pintu perpustakaan meminta untuk diperbaiki.
Paman Lee menghampiri Hani yang masih setia berdiri di dekat jendela. "Bagaimana paman? Apa tidak bisa? "Hani sudah memprediksinya kalau itu tidak akan berhasil. Jadilah ia termangu sejak tadi didekat jendela mendengarkan suara paman Lee dan kedua prajurit yg berjuang keras membuka pintu perpustakaan.
"Pintunya bermasalah , tidak ada pilihan lain jika ingin keluar kau harus melompat dari sana. Paman akan meminta prajurit untuk mendatangkan tukang memperbaikinya nanti".
Pintu apa yang harus diperbaiki? Dengan jelas aku melihat kaisarmu itu yang menutup nya dengan keahlian nya. Hani cemberut karena tidak bisa mengeluarkan uneg-uneg nya.
"Ayo! paman akan menangkap ku" . Paman Lee telah siap dengan kursi dibawah agar tubuhnya bisa menjangkau Hani. Sedangkan kedua prajurit terlihat was-was dengan jarak jendela yang agak tinggi serta badan Hani yang mungil.
"Baiklah" . Hani bersiap. Cukup sudah ia tak ingin berlama-lama diperpustakaan .
1
2
__ADS_1
3
Hap.
Sretttttttt
Hani bisa mendengar suara robekan rok hanboknya serta kedua prajurit yang langsung mengalihkan arah pandangan dengan tawa tertahan.
menggelikan bukan?
Kaisar sialan , ia bersumpah kelak ia akan merobek baju kaisar kejam itu menjadi compang camping.
Sedangkan paman Lee terlihat bingung menatap raut Hani yang mendadak menyedihkan.
Bukankah ia sudah menangkapnya dengan tepat.
"Ada apa? "Tanyanya
"Paman ? "Suaranya terdengar menyedihkan. "Rok hanbok ku seperti nya robek tersangkut paku".
"Apa?!" Paman lee melongo
------------------------------
Alhasil Hani meminjam rok hanbok yang disediakan dirumah pengobatan. Paman Lee langsung membawanya kerumah pengobatan yang begitu dekat dengan perpustakaan.
hanbok yang begitu bersih seperti para tabib. Hani menyukainya mengingatkan pekerjaan sang paman beserta ibunya didesa. Ah aku merindukan kalian. Bagaimana kabar kalian Sekarang?
"Apakah lebih baik? "Tanya paman lee melihat Hani terdiam sejak dari rumah pengobatan.
Hani tersenyum. "Iya , terimakasih banyak paman atas bantuannya".
Melihat hal itu paman Lee merasa lega.
Terlihat dari kejauhan ziu terburu-buru membawa nampan yang berisi kudapan serta teh . Menghampiri Hani dan paman Lee.
"Ziu, ada pa? " Tanya Hani khawatir melihat raut temannya begitu resah.
Akhirnya ziu berangsur lega karena dapat menemukan paman Lee. "Paman Lee ada pesan dari nyonya zuang . Anda harus segera menuju halaman istana karena akan ada tamu penting yang akan datang".
Paman Lee mengerutkan alisnya bingung .
" siapa yang akan datang? ".
"Saya tidak terlalu mengetahuinya paman. Dan Hani bisa kau bantu aku untuk mengantarkan ini kekediaman kaisar . Karna dapur saat ini membutuhkan aku untuk memasak segera".
Malapetaka .
Baru saja Hani bernafas lega karena tak ingin bertemu kaisar. Dan sekarang temannya meminta bantuannya. Apa boleh buat
"Aku ?, sekarang?" Tanya Hani memastikan.
"Ya, aku tak ingin melihat murka kaisar Ryu. Tolong bantu aku kali ini saja. Dapur sangat genting karena tamu penting itu".
"Ya baiklah" kali ini saja . Hani menyerah dengan ketidak berdayaannya.
----------------------
Setelah penulis dokumen kerajaan selesai melaksanakan tugasnya-memasukkan prestasi panglima Hiro dalam buku sejarah kerajaan. Ia berlalu undur diri kepada kaisar Ryu.
Tersisalah kaisar Ryu dan panglima Hiro dalam ruangan tersebut.
"Bagaimana? "Tanya kaisar Ryu Dangan raut wajah serius.
"Sepertinya hamba harus ke kerajaan sebelah. Tusuk rambut kayu yang anda berikan bukan dari kawasan kerajaan ini. Hamba telah menanyakannya kepada para pedagang . Dan mereka tidak mengetahui nya. Alhasil saya menemukan petunjuk dari tukang kayu yang yang tak sengaja mendengar percakapan hamba dengan para pedagang. Ia menyuruh hamba untuk ke kerajaan sebelah karna disana adalah rumah dari para ahli kayu. Mungkin hamba dapat menemukan Jawabannya disana".
"Baiklah, kau boleh pergi, berhati-hati lah!" Peringatan kaisar ryu.
"Lalu bagaimana dengan para pemberontak serta gadis itu ?. Hamba takut ia adalah salah satu pemberontak yang menyamar menyelamatkan Anda. Itu mungkin taktik baru mereka". Panglima Hiro resah . Ia takut terjadi sesuatu saat meninggal kan kerajaan.
"Itu, bisa kuatasi Kau tenang saja".
Ketukan pintu membuat keduanya langsung berpaling kearah pintu.
"Masuk" perintah kaisar Ryu.
Hani terlihat gugup . Ia merasakan mata tajam kaisar Ryu terkejut melihatnya disini. Tak menyangka tawananya bisa keluar dari perpustakaan.
" Hormat kepada yang mulia. Hamba membawa kudapan yang mulia minta".
Hani metekkannya secara hati hati. Ia dapat merasakan tatapan tajam dari kaisar Ryu serta tatapan keingin Tahuan dari sang tamu kaisar- panglima Hiro.
Sepertinya bukan waktu yang baik untuk mencari tau dokumen kerajaan saat ini.
__ADS_1
Hani undur diri membungkukkan badannya dan berlalu. Sebelum pintu ter tutup sempurna. Hani bisa mendengar suara panglima Hiro yang hendak berlalu juga.
Ia tak menyangka panglima Hiro akan mengejarnya . Ada apa gerangan? Apa hanya pemikiran ku saja. Ia, mempercepat langkahnya.
"Hani Tunggu!" Seru panglima Hiro.
Hani menghentikan langkahnya. Ia berbalik menghadap panglima Hiro dan membungkuk hormat. "Ada yang bisa saya bantu tuan? "Hani kebingungan karena panglima Hiro mengejarnya.
"Apa kau berasal dari desa nil?" Tanya panglima Hiro.
Hani menambah kan kerutan didahinya ketika panglima menanyakan asalnya . Sepertinya ada sesuatu yg tidak beres.
"Iya tuan".
"Maaf jika membuatmu bingung. Aku mengetahui nama dan asalmu dari paman Lee, ia selalu bercerita kepadaku tentang tameng baru kaisar yang cukup unik . Dan ternyata itu adalah kau. Bukankah? kita pernah bertemu waktu itu".
Hani langsung menegang ia tak menyangka penyamaran nya selama ini terbongkar sangat mudah Dimata panglima Hiro.
"Waktu itu kau tak sengaja bertabrakan denganku . Kau ingat?" Panglima Hiro menambahkan penuturannya agar Hani lebih mengerti.
"Ah itu" Hani ingat waktu itu, Dimana ia bertabrakan dengan panglima Hiro secara tak sengaja. Ia bersyukur panglima Hiro tidak mengetahui kegugupannya.
"Ya, siapa nama temanmu itu? "Tanya panglima Hiro . Membuat Hani tak mengerti lagi.
"Temanmu yang bersamamu ketika aku menabrakmu" jelas panglima.
"Ah dia, Lily . Ada apa dengan Lily tuan? ".
"Lily ya? "Panglima Hiro tersenyum membuat Hani bertambah bingung.
Ada apa dengan panglima Hiro , apakah dia waras? Hani menatap panglima Hiro heran. Panglima Hiro segera menormalkan wajahnya menjadi datar kembali. Ia lupa akan seseorang yang diajaknya bicara.
"Ah ya, apa kau ingin mengirim surat kepada orang tuamu didesa? Kau bisa menitipkannya padaku karena aku akan melewati desamu".
"Maksud tuan? "
"Panggil saja kakak, aku sangat risih bila seseorang memanggil ku tuan ketika umurku terbilang masih muda".
Hani menganggukkan kepalanya mengerti ."Aku akan bepergian jauh dan pastinya jalur yang kutempuh melewati desa Nil. Maka dari itu aku ingin membantumu melepas rindu dengan orangtuamu walaupun hanya sebatas surat".
"Mengapa panglima sangat baik kepada ku? "Hani masih tetap waspada ia takut panglima Hiro memiliki alasan tertentu dibalik bantuannya. Bukankah ini terlalu tak masuk akal ketika seorang panglima membantu seorang pelayan istana mengirim surat.
"Kau tau? paman Lee mengatakan bahwa kau ingin sekali mengirim surat kepada orang tuamu. Namun para kurir menolak karena desa mu terlalu jauh untuk dijangkau dan itupun diperbatasan wilayah kerajaan".
"Itu benar". Hani ingat ia pernah bercerita kepada paman Lee bahwa ia merindukan orang tuanya.
"Jadi bagaima? apa kau ingin menitipkannya? " Tanya panglima memastikan. Ia sangat ingin membantu gadis berkulit coklat didepan nya saat ini. Entah mengapa? Mata biru itu tetap tidak asing dipenglihatannya.
"Baiklah . Saya akan mengantarnya nanti sore kekediaman tuan. Maksud saya kakak dan terimakasih" Hani gugup mengucapkannya.
Ada rasa haru dalam hati Hiro. Ada apa ini? Mengapa hatiku tampak senang . Ketika ia memanggilku.
Panglima Hiro mengulurkan tangannya menepuk rambut Hani perlahan.
"Jangan sungkan meminta bantuan ku ketika kau ingin mengirim surat atau apapun. Dan terimakasih telah menjadi tameng Kaisar kejam itu Sampai saat ini. Sejauh ini kau adalah tameng terlama yang dimilikinya. Jaga kesehatan mu ". Panglima Hiro tersenyum lebar kearah Hani ia seperti melihat ibunya dulu ketika menjadi seorang tabib. Ya, pakaian putih ciri khas seorang tabib. Ah ia baru sadar.
"Lalu, mengapa kau berpakaian seperti seorang tabib. Kemana baju pelayanmu?" Panglima hiro penasaran.
"Ah itu", Hani menceritakan perihal kejadiannya saat diperpustakaan terkecuali saat kaisar Ryu mencekiknya . Ia beralasan berjalan jalan melihat buku perpustakaan yg begitu banyak.
Mendengar hal itu panglima Hiro tak dapat menahan tawanya. Itu sangat menggelikan menurutnya.
Namun, berbeda hal dari raut Hiro yang ceria. Seseorang yang tanpa sadar melihatnya sejak tadi. Tampak datar tak berekspresi. Ia seperti merasakan kecemburuan ketika panglima Hiro dan Hani bersama.
Matanya yang tajam seperti ingin menembus punggung hani. Ada kemurkaan disana. Entah mengapa ada rasa tak suka dihatinya .
Ada apa dengan hatiku? Tidak seperti biasanya. Tanya ia dalam sekat kegelapan disebuah jendela.
Dan tanpa sengaja Hani mengedarkan penglihatan nya ada sesuatu yg mengganjalnya sejak tadi seperti ada seseorang yang mengintainya.
Tepat sasaran mata biru itu langsung ber siborok dengan mata elang yang menusuknya tajam saat ini. Bingung melandanya dan juga rasa takut seperti ancaman.
"Oh maafkan aku menertawakan mu. Maaf".
"Ah ya, tidak apa-apa kakak". Hani mengalihkan pandangannya kearah panglima Hiro . Ia tak ingin panglima tau seseorang yang mengintainya sejak tadi. Lebih baik ia cepat berlalu.
Belum sempat ia berpamitan panglima Hiro telah menangkap keberadaan seseorang.
"Oh bukankah itu Lily ?" Tanya panglima Hiro pada Hani.
Oh sial, niatnya gagal untuk menghindari orang yang mengintainya sejak tadi.
"Mengapa dia ada disana?" Panglima Hiro bingung dengan Lily yang terlihat sedang mengintip namun, oh tuhan seluruh badannya saja kelihatan. Hani terlihat kikuk melihat Lily.
__ADS_1
"Baiklah kalo begitu titip salam untuknya, dariku". Sebuah kejutan tak terduga. Hani langsung terkejut mendengar perkataan seorang panglima Hiro menitip salam kepada seorang pelayan seperti Lily.
Apakah dia menyukai Lily?