Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
66. Ichiro Ryeon


__ADS_3

Dengan kejamnya tuan ryeon mendorong Nana untuk Turun ke sungai sendirian. Sedangkan dirinya hanya asik mengamati Nana dari pinggir sungai.


Butuh waktu yang lama untuk Nana menangkap ikan dengan tangan kosong. ia tidak seperti Ryeonnya dulu yang dengan tangan kosong saja bisa mendapatkan ikan.


Nana membutuhkan alat pancing seperti tombak atau hal semacam nya untuk bisa mendapatkan ikan. ini sedikit susah untuk dirinya karena tamu asing itu tidak sedikitpun membantu.


' sialan ' Nana mengumpat pelan karena tuan ryeon terus memperhatikannya. Baju sudah setengah basah karena berkecimpung dengan air sungai yang sedikit deras.


" Tuan, bisakah anda membantu? Ini terlalu sulit jika tidak Dengan memakai alat pancing". Nana kewalahan mengejar ikan buruannya. ia lelah dan memutuskan untuk beranjak. lebih baik menyuruh si tuan brengsek itu untuk makan dikedai desa saja.


' jika ada yang lebih mudah, Mengapa harus mencari hal yang sulit. sungguh tuan bodoh '


" Mari kita makan di kedai desa saja. jika tuan tidak memiliki uang untuk membayar makanan nya, aku yang akan membayar nya. tuan hanya membuat ku kesusahan tanpa arti ".


" tidak. aku ingin ikan"


" di kedai desa tuan tidak perlu khawatir. disana banyak disediakan berbagai macam masakan ikan. tuan langsung tinggal pilih".


" aku menginginkan ikan dari sungai ini ".


KYAAAA . Nana berteriak keras.


" Tuan tidak melihat sedari tadi aku sudah bersusah payah menangkapnya dengan tanganku tanpa bantuan alat pancing. aku lelah, pakaianku basah. apa tuan tidak melihat nya? hah" cukup sudah kesabaran Nana. ia merasa dipermainkan oleh tuan Ryoen yang menyuruhnya dengan semena-mena.


" Aku hanya ingin menikmati sesuatu yang sering dimakan oleh adikku Ataupun sesuatu yang sering ditekuni olehnya setiap hari. Meskipun aku tidak pernah berjumpa dengannya selama ini. setidaknya dengan melakukan sesuatu yang dia lakukan setiap hari atau yang dia makan. akan mengobati rasa rinduku padanya walaupun sedikit". Nana terdiam seketika. ia merasa tidak enak hati untuk mengomeli tuan ryeon kembali.


' ternyata dia merindukan adiknya. Aku pun sama seperti dirimu tuan. aku merindukan ryeon ku kembali'


" seandainya pagi tadi tuan memperingati ku untuk membawa alat pancing. kupastikan kita sudah mendapatkan banyak ikan sekarang". Cicit Nana merasa bersalah.


" Tak mengapa. Biarkan Han saja yang mencari nya".


" Han? Han siapa tuan?" Nana kebingungan tuan ryeon menyebutkan sebuah nama. sedangkan dirinya tidak mendapati siapapun disekitar mereka.


Tuan ryeon bersiul, lalu datanglah seekor gagak mendarat dipundaknya dengan sempurna.


" Han, Tangkap kan aku ikan" seru tuan ryeon membuat Nana cengo ditempat.


Kuuuakk


Si gagak langsung melesat menuju sungai. Dan tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali dengan ikan hasil buruan diparuhnya.

__ADS_1


"I-itu mustahil. Bagaimana bisa seekor burung menangkap ikan dengan sangat cepat " Nana sangat syok melihat pergerakan Han yang terbang dengan cepat. hilir mudik Membawa ikan hasil buruannya hingga menumpuk dihadapan Nana.


" Tidak ada yang mustahil bagi Han-ku " puji tuan ryeon.


Kuuuakk


Layaknya manusia yang mengerti. Han merasa bangga akan tuannya yang menyanjung kehebatan nya. Sedangkan Nana menggeran tidak suka.


" jika seperti itu. mengapa tidak dari awal saja tuan memerintahkan burung itu? Dan kenapa harus menyuruhku yang turun kesungai sedangkan ada dia yang bisa tuan perintah? hah. menyusahkan saja "


" tidak ada" Hanya itu alasan tuan ryeon untuk pertanyaan Nana yang sangat panjang dan juga lebar.


' dasar menyebalkan ' Nana ingin sekali mencakar wajah penuh pesona yang mirip Ryeon-nya dalam versi dingin itu menjadi pangeran buruk rupa. Tapi, sayang sekali ia tidak memiliki keberanian lebih untuk mengorbankan nyawanya yang hanya memiliki satu stok dalam hidup.


************


Dari satu tempat ketempat lain yang sering ryeon datangi di Desa Nil. hanya ada satu tempat yang terletak agak sedikit jauh karena berada disekitaran bukit dibelakang rumah pengobatan. yakni kebun obat herbal milik Paman Han.


Disitu terdapat berbagai macam tanaman obat yang dibudidayakan langsung oleh Ryeon, paman Han serta nyonya Hana. mereka menanamnya agar mempermudah warga mendapatkan obat segera ketika sakit. jadi, mereka tidak perlu lagi pergi Kekota dalam waktu yang lama untuk mendapatkan obat sesegera mungkin.


menelusuri setiap barisan tanaman obat yang berbeda hingga sampai diujung kebun yang memiliki gudang kecil untuk penyimpanan tanaman obat yang sudah kering.


" Apa itu gudang? "


Nana dan tuan ryeon berjalan beriringan menuju ujung kebun tempat gudang penyimpanan berada. sesekali Nana memperhatikan sepetak kecil lahan yang berisi berbagai macam bunga. Ia tersenyum kecut ketika mengingat bahwa orang yang menanam nya sudah pergi jauh entah kemana. menyadari hal itu, tuan ryeon tertarik untuk Bertanya.


" mengapa nona tersenyum? apa ada sesuatu?"


" Tidak ada. Hanya saja dulu kami sering menghabiskan waktu bersama disini Untuk membantu paman Han menanam tanaman obat ataupun Menanam bunga. Dia mahir sekali merawat bunga bunga itu daripada aku. bahkan sangat jarang atau langka seorang lelaki mau bergelut dengan tanaman yang berjenis bunga" tunjuk Nana kearah lahan kecil yang berisi berbagai bunga tersebut.


" Sudah tentu. Memang kodrat dia sebagai perempuan menyukai bunga dan juga dia masih Sadar jati dirinya sama seperti mu". bersedekap kedua tangan tuan Ryoen tersenyum miring ketika mendapati Nana memanyunkan bibirnya cemberut.


" ryeon seorang laki-laki "


" Ya, Aku memang seorang laki laki"


" Bukan tuan, tetapi adik tuan . Adin tuan seorang laki-laki" Nana tetap menyangkal bahwa Ryeon nya tetap lah seorang pria. Bagaimana mungkin Ryeon berbohong kepadanya dalam waktu yang lama.


" Lalu, bagaimana bisa ada pakaian seorang gadis di rumah pengobatan. ketika hanya ada tiga orang yang hidup disana. bahkan pakaian itu terdapat dikamar Ryoen mu itu"


" hahahahaha Tidak mungkin tuan hanya mengada ada saja"

__ADS_1


" baiklah. Nanti ketika pulang akan aku tunjukkan "


Mereka berdua sampai di depan gudang. Namun ketika Tangan tuan ryeon terulur untuk membuka pintu. Nana menghalangi nya.


" Ada apa? "


"Gudang ini tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang tuan. hanya paman Han lah yang bisa memasukinya. bahkan aku dan Ryeon tidak pernah Masuk kedalam nya"


" Benar kah? " tuan ryeon semakin tertarik pada isi gudang penyimpanan. sehingga ketika Nana mengangguk mengiyakan. Ia langsung menggeser tubuh Nana dari pintu hingga terjatuh.


Bughh


Awwwww itu suara ringisan Nana yang terjatuh.


"Maaf, Aku Sangat penasaran. badanmu terlalu besar menghalangi ku untuk masuk". Tuan ryeon membiarkan Nana yang terjatuh.


" Sialan " umpat Nana memegangi lengannya lalu mengikuti tuan ryeon masuk.


***********


" ini... " Nana terkejut menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat. ada banyak peralatan tempur diruangan itu. Bahkan Nana jatuh terduduk ketika melihat sebuah pedang yang mengingatkan Kejadian pembunuhan sang kakek.


" Ada apa?" Tuan ryeon menghampiri Nana yang tiba-tiba menggigil ketakutan.


" Tu-tuan bisakah anda Membawa ku keluar?" Pinta Nana dengan muka pucat. Sedangkan Tuan ryeon hanya bisa menurutinya. ia langsung menggotong Nana keluar. mendudukkan Nana di kursi yang ada di depan gudang.


" Apa kau tidak apa-apa? mukamu pucat? " Tuan ryeon memeriksa suhu tubuh Nana. tetapi tidak mendapati gejala sakit.


" A-aku takut " Nana mendekap dirinya sendiri. menenggelamkan kepalanya pada bagian kedua lutut. ia menangis membuat tuan ryeon sedikit iba kepada nana untuk menenangkan nya.


" Apa yang terjadi? " Tanya tuan Ryeon ketika merasakan tangis Nana sudah mereda dalam pelukannya.


" Kakek ku dibunuh oleh seseorang yang mengaku sebagai utusan istana. Ia datang mencari seorang gadis bernama Hani sedangkan didesa ini tidak pernah ada nama gadis tersebut. Kakek berinisiatif Membawa nya kerumah paman han karena paman Han mungkin bisa membantu. Tetapi Setelahnya, ia menusuk kakek dengan pedang yang hampir sama dengan pedang didalam gudang. itu membuat ku mengingat kembali betapa kejamnya orang itu membunuh kakek didepan mata kepalaku sendiri. Dan aku tidak dapat menolong kakek karena kakek memberi isyarat untuk aku Segera bersembunyi" Nana menangis kembali.


" Aku sudah menjadi cucu yang sangat bodoh tuan hiks"


" Hani, ya? berarti benar aku tidak salah mengenali adikku. Mata sebiru samudera itu sudah menjamin bahwa dia memang adikku" tuan ryeon menepuk pundak Nana lembut agar lebih tenang. Sedangkan nana mengernyit heran dan Langsung menghentikan tangisnya.


" Apa maksud tuan? Apa tuan mengenali Gadis itu " Nana menatap tuan ryeon meminta penjelasan.


" Ya, Pria yang nona Anggap bernama Ryeon itu. anak dari Nyonya Hana adalah adikku yang bernama Hani. sedangkan Aku? Dengar kan ini secara Baik baik karena aku tidak akan mengulangi nya lagi. namaku adalah RYEON ICHIRO. nona Nana bisa memanggil ku dengan sebutan Ichiro" Nana segera menutup mulutnya agar tidak menyemburkan tawa dihadapan tuan ryeon. Karena pengakuan Tuan ryeon yang dianggapnya sangat konyol.

__ADS_1


' sangat tidak masuk akal sekali jika ryeon ku memiliki seorang kakak. sedangkan dari dulu ia tidak pernah bercerita mempunyai seorang kakak. ini sangat konyol '


__ADS_2