
Hebat didalam pertempuran dan tidak terkalahkan. Belum tentu di Dalam sebuah asmara Ia memiliki keberanian yang sama layaknya malaikat maut.
Itu yang terjadi Kepada Kaisar Ryu saat ini. Setelah terjadi perdebatan yang sangat panjang dengan Ichiro . Mereka bertiga berakhir dalam keadaan canggung.
Hani tidak dapat berkutik sejak tadi karena ia adalah bahan utama didalam pembahasan. Dan ia tidak merasa berbangga hati dapat dibicarakan. melainkan mempunyai rasa jengkel kepada Kaisar Ryu yang terus membantah Akan tuduhan Ichiro.
Alasan Kaisar Ryu tidak masuk akal untuk Hani ambil Dalam suatu Perizinan nya keluar bersama Ichiro. Hanya karena ia Sebagai Pelayan biasa yang tidak memiliki kekuasaan. bukan berarti Lingkup aturannya seperti tahanan penjara yang harus diikuti kemanapun ia pergi. Sangat menyebalkan.
"Dia pelayan ku, Jadi tanggung jawabnya masih berada di bawah pengawasanku. Aku Khawatir ia melarikan diri dari Daerah ini"
Alasan yang sungguh tidak masuk akal. Bahkan Ichiro pun yang mendengar Alasan kaisar Ryu hanya dapat Mendecih sinis tidak sependapat.
Mereka berakhir pergi bersama. terdiam satu sama lain tanpa pembicaraan . membuat Hani Merasa Tidak enak Menjadi satu satunya wanita yang seperti dikawal oleh para penguasa Bisu.
Ia memilih Berjalan paling depan setelah mengetahui Posisi Rumah keluarga Paman Yuen. Mengetok pintu rumah Paman yuen Mewakili Kedua pria bisu yang berada disampingnya. mereka memilih diam.
tok tok.
Rumah terbuka segera, Namun hanya sebatas pandangan Hani saja. Yuen mengernyit terkejut mendapati Seorang Gadis berkulit coklat Yang ia curi kantong emasnya Sekarang berada didepan rumahnya.
" Mengapa nona Jelek mendatangi Rumahku?" Nada Sarkas terdengar dari mulut Yuen. sepertinya ia memiliki Kebencian tersendiri kepada Hani. Dan Hani bisa simpulkan itu karena Insiden Malam itu.
Mendengar Seruan yang tidak mengenakkan dari Balik pintu yang belum terbuka lebar. Kaisar Ryu Gatal untuk melihat siapa Tuan rumah yang mengintip tidak sopan menyambut tamunya.
" Hei bocah, Bisakah kau buka pintumu lebar lebar. Agar kau mengetahui Siapa orang yang akan kau ajak bicara?" Perintah Kaisar Ryu.
" Tidak, Aku sudah melihatnya dengan mengintip seperti ini tuan bertopeng". Balas Yuen dengan suara mengejek.
" Yuen, Apa ayahmu berada di rumah saat ini? " Kini bertambah Ichiro yang menampakkan wajahnya untuk Yuen bisa lihat. Dan pintu segera terbuka lebar. Diiringi Dengan Ayah Yuen yang tiba tiba Keluar dari dalam rumah mempertanyakan siapa tamu yang datang.
" Siapa yang datang Yuen? Tuan !" Ayah Yuen terkejut Mendapati Pemimpin Klan Bertamu ke rumahnya.
" Mengapa Kau tidak Mempersilahkan Mereka masuk Yuen? Tolong maafkan ketidak sopanan Anak Saya tuan" Ayah Yuen segera mempersilahkan para tamu nya masuk. Menghiraukan Yuen yang terdiam Kaku Karena Mendapatkan Tekanan Batin Secara tiba tiba.
__ADS_1
Hani yang melihat reaksi yuen hanya bisa tersenyum lucu. Ia memaklumi Tindakan Remaja tersebut yang masih dalam tahap Pertumbuhan Kedewasaan.
...***********...
Makan malam tidak berjalan dengan sangat lancar. Akibat keberadaan Kedua singa berbentuk manusia yang tidak mau saling akur. Dan Hani akan menjadi penengah nya ketika mereka berulah.
"Terima kasih banyak sudah mau Memenuhi undangan makan malam kecil Keluarga kami. dan Nona, Bisakah anda menerima hadiah ini sebagai permintaan terimakasih saya karena Anda sudah mau membantu persalinan istri saya Dengan sukarela". Ayah Yuen memberikan Sekantong Koin emas kepada Hani.
"Tidak Paman, Tidak usah. Hani tulus Membantu persalinan istri paman. Hani berharap Semoga putri kecil paman bisa menjadi wanita yang begitu cantik dan baik hati kelak" . Hani mengelus pipi lembut Adik Yuen yang berada di gendongan sang nenek.
" Terimakasih banyak sudah menyelamatkan hidup cucu dan anakku" Nenek Yuen Sangat terharu dengan perkataan Hani.
" Itu sudah kewajiban saya sebagai manusia untuk saling tolong menolong nenek" Hani tersenyum lembut.
" Ini, Jika kau tidak mau menerima hadiah dari anakku . Maka setidaknya kau bisa mengambil Hadiah sederhana dariku. Kuharap kau menyukai nya" Nenek Yuen memberikan sebuah pita rambut berwarna Merah Muda yang memiliki sulaman burung Phoenix ditengah tengah nya.
" Ini sangat indah. Bisakah Aku menerima nya nenek?"
" Baiklah, Kita harus segera pulang. Aku takut Mama mengomeliku Karena membawamu terlalu lama". Sindir Ichiro Dengan penekanan kata mama Sambil melirik Kaisar Ryu yang memelototkan Matanya tajam.
" Ka-kakak" . Panggilan Yuen membuat seluruh orang kini beralih kearah remaja yang terdiam semenjak tadi tanpa pembicaraan.
" tolong maafkan aku. Maaf atas segala ketidak sopanan Diriku Kepada kakak. Aku mohon kakak mau memaafkan ku" Yuen membungkuk kan Badannya Menandakan ia sangat bersungguh-sungguh.
Ayah Yuen yang melihat tindakan sang anak hanya bisa tersenyum Ramah menunggu reaksi Hani. Ia berharap Hani mau memaafkan putranya yang sangat nakal itu.
" Tidak Masalah. Lain kali jangan lakukan Hal itu lagi . Dan Aku berharap Kamu bisa menjadi kakak yang baik untuk adikmu kedepannya. Tumbuhlah menjadi seseorang yang Melihat orang lain tidak pada fisik nya kecuali hatinya. kau mengerti?" Yuen mengangguk faham . Ia segera menegak kan badannya. Mengantar Sang tamu terhormat Dengan Sopan.
...******************...
Rumah ayah Yuen terbilang Agak sedikit Jauh Sehingga Hani merasa Kakinya sedikit sakit. Ia berhenti sejenak untuk memeriksa kondisi kakinya.
Ada lecet dibagian Bawah kakinya Karena terlalu lama menapaki Tanah bebatuan. Dan juga dulunya ketika masih menyamar. ia hanya terbiasa memakai Sepatu laki laki yang sedikit tebal daripada milik wanita.
__ADS_1
Menyadari Hani yang tertinggal dibelakang. Ichiro Menghentikan langkahnya bersama Ryu. ia segera menghampiri Hani Sebelum Keduluan Ryu.
" Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Ichiro segera berlutut memeriksa kaki Hani.
"Awww sakit" Hani mengaduh Kesakitan saat Ichiro tidak sengaja menyentuh lecet dikakinya.
" Maaf. sepertinya ini harus segera diberi olesan agar tidak bertambah parah" Saran Ichiro. Sedangkan Kaisar Ryu yang melihatnya Langsung Berjongkok membelakangi Hani. berniat untuk menggendongnya.
" Naiklah ke punggung ku. Aku akan menggendong mu" Perintah kaisar Ryu.
Tidak menerima Hani Sampai dipundak Kaisar Ryu . Ichiro memilih cara cepat. Ia langsung merangkul Hani dan membawanya lari dengan kecepatan Anginnya.
Wushhhh
Kaisar Ryu kecolongan. ia ditinggal dalam keadaan berjongkok menunggu Hani untuk di gendong.
...Ichiro sialan, ia langsung bangkit mengejar Ichiro yang membawa Hani. ...
" Berikan dia padaku?" pinta Kaisar Ryu kepada Ichiro.
"Tidak akan ha~ha~ha" Ichiro Tertawa senang karena dapat mempermainkan Kaisar Ryu yang mengikutinya. Sudah lama ia tidak melakukan permainan seperti ini.
Aksi kejar kejaran memperebutkan seorangpun wanita berlangsung. mungkin, orang lain berfikir betapa beruntungnya wanita tersebut.
terkecuali untuk Hani seorang. ia sudah muak sejak tadi melihat tingkah Kedua lelaki dewasa yang memiliki riwayat kegilaan tinggi.
Sungguh , ini sangat melelahkan dari pada merawat Seorang bayi yang baru lahir.
Mereka tidak dapat diperintah atau pun diatur oleh Hani Karena memiliki Kekuasaan masing-masing. Dan Hani hanya bisa menjadi penengah yang selalu mengalah.
Ia lebih memilih diam dalam bopongan Ichiro. Mencari posisi terenak untuk melepas lelah nya. dan menghiraukan perkelahian adu mulut Ichiro dan Ryu didalam perjalanan pulang.
Sepertinya ketika tiba di rumah. Mengadu kepada mama Athena tentang tingkah laku kedua anaknya yang buruk adalah ide terbaik.
__ADS_1