
"Baiklah". itu adalah suara kaisar Ryu paling merdu yang Sassy dengar karna selama ini Kaisar Ryu selalu menolaknya.
seluruh orang langsung mengosongkan ruangan bahkan Kasim Lee pun ikut serta keluar dari ruangan tersebut menyisakan Sassy dan kaisar Ryu yang berada didalam.
Semuanya bertanya-tanya apakah Selir Sassy akan tetap hidup ketika keluar dari dalam ruangan ? Atau berakhir meninggal seperti para selir, yang setiap menghabiskan waktu bersama Kaisar Ryu hanya meninggalkan jasad tanpa ruh.
... *************...
Topeng itu terbuka, memperlihatkan gurat kelembutan yang tidak pernah orang lain tau. disetiap sisi tidak pernah Sassy hindari untuk ia meneliti.
Sassy masih ingat Saat Kaisar Ryu menolongnya waktu kecil . Kaisar Ryu belum menggunakan topeng sehingga orang bisa melihat wajahnya secara langsung.
wajah yang penuh dengan luka dan gores pedang yang memanjang Karena bertarung merebut kerajaan kembali dari tangan pemberontak .
Tetapi , orang merumorkan bahwa itu adalah luka kutukan untuk kaisar karena telah membunuh Selir ok Jung -ibu tirinya beserta saudaranya dengan sadis Sungguh, Rakyat tidak pernah tau peliknya politik seperti apa.
Dan itu membuat kaisar Ryu memutuskan untuk memakai topeng seumur hidupnya. bahkan makan pun hanya melepas sebagian topeng luarnya saja. Sassy merasa penasaran apakah luka kaisar Ryu selama ini belum sembuh. Sehingga ia malu memperlihatkan wajahnya.
'apakah separah itu luka diwajahnya?'
Ruangan itu sangat tenang . Kaisar Ryu tidak mempedulikan tatapan selir Sassy yang semenjak tadi tertuju pada nya.
Kaisar Ryu meletakkan sumpit nya ketempat semula. Ia telah selesai dengan makannya sedangkan Selir Sassy tampak menciut takut karena saat ini arah tatapannya semenjak tadi kini telah terkunci oleh mata tajam milik Kaisar Ryu.
" Masakan nya tidak buruk dan Bisakah kau ikut serta bersamaku menghadiri undangan dari kerajaan sebelah?"
itu adalah kalimat terpanjang yang Baru kali ini Sassy dengar dari mulut Kaisar Ryu serta Apakah ini hadiah tuhan untuknya? Kaisar Ryu mengajaknya menghadiri sebuah undangan yang sangat diinginkan nya selama ini.
" en, saya bersedia yang mulia" Sassy senang . ia pastikan tidak akan membuang kesempatan ini yang belum tentu akan terulang kembali.
Kaisar Ryu beranjak berlalu meninggalkan Sassy yang tersenyum begitu bahagia.
...********...
para selir, menteri yang menjadi juri serta Kasim lee yang masih berada diluar ruangan seakan was-was akan hal yang terjadi didalam .
Brak .
Kaisar Ryu mengejutkan seluruh nya . Astaga, hampir saja Kasim Lee Jantungan karna umurnya yang sudah menua. Kasim Lee mengusap dadanya yang sedikit berdegup kencang karna terkejut.
__ADS_1
"Paman" Kaisar Ryu mengisyaratkan agar Kasim Lee mengikutinya.
" Ya, yang mulia"
"Persiapkan Sassy dengan baik karena ia akan ikut denganku ke kerajaan sebelah Minggu depan" lirih suara kaisar Ryu tidak menyurutkan Para selir yang suka bergosip untuk menguping.
Ada yang terkejut, kasihan bahkan bersyukur karena tidak dipilih kaisar Ryu untuk menjadi pendamping nya.
Dan ketika Kaisar Ryu telah berlalu menghilang dibalik tembok gerbang paviliun Sassy .Para selir langsung bergumul masuk melihat keadaan selir Sassy.
Sungguh hati para selir saling berdegup kencang. sangat disayangkan jika selir Sassy meninggal secepat ini , karena ia telah berjasa begitu banyak bagi Para selir di paviliun Sassy. dia lah sosok ratu paling Sempurna menurut para selir.
tidak ada darah, tidak ada mayat seseorang pun didalam melainkan sosok Selir Sassy yang masih duduk tenang dengan senyum menawannya. Dia begitu cantik dan semakin bertambah cantik ketika tersenyum membuat Para selir tertular tersenyum menghampiri dirinya.
" Apakah ada kabar bahagia?" tanya salah satu selir pada Sassy
" En," Sassy mengangguk " tolong bantu aku mempersiapkan Hanbok paling mewah untuk menghadiri undangan dikerajaan sebelah".
...***********...
Berita itu tersebar cepat dari mulut ke mulut. Seluruh istana geger karena baru kali ini seorang kaisar Ryu mau mendatangi sebuah undangan dengan membawa pasangan.
'mengapa di seluruh penjuru istana tidak jauh berbeda gosip yang dibicarakan? Sungguh telingaku sangat panas mendengar Kaisar kejam itu'
" Hei , Apa Kau baik-baik saja Hani?" tanya Ichiro membuat lamunan Hani pecah.
" Y-ya aku baik Tuan"
"Seperti nya Kau sudah sembuh total. kurasa kau tidak perlu lagi mendapatkan obatnya".
Ichiro memeriksa persendian Hani. semuanya nampak baik dari yang terakhir Ichiro lihat beberapa hari lalu ketika Hani telah dinyatakan sembuh tetapi masih harus mengkonsumsi obat yang diberikan Ichiro.
"baik tuan" Hani mengangguk paham ia bisa merasakan tubuhnya kembali sehat seperti sediakala . Beberapa hari yang lalu ia sudah pulang ke kamar asramanya dan hanya sesekali pergi ke rumah pengobatan untuk memeriksa dan meminta obat kepada tuan Ichiro.
"Kau mengingat kan ku pada seseorang" Ichiro menatap Hani lembut.
"maksud tuan?"
"Ah tidak apa-apa. Aku hanya mengingat cheche" Ichiro tersenyum kepada Hani membuat Hani bingung melihat wajah tampan Ichiro
__ADS_1
"Jika Aku boleh tau dari desa mana Kamu berasal?" Tanya Ichiro menatap Hani serius
" Tuan menanyakan daerah asalku?" Hani bertanya balik.
"en"
" Aku dari desa Nil, Desa yang berdekatan dengan hutan larangan. Apakah tuan Ichiro tau?"
'ternyata bukan' Ichiro meyakinkan hatinya kembali. " itu sungguh jauh, Aku hanya sesekali melewatinya ketika pergi ke negri sebelah" Hani ber oh ria mendengar penuturan Ichiro.
"Baiklah. Mungkin sampai disini perjumpaan kita. hufh sebenarnya aku ingin lama disini tetapi ada tugas menantiku. lain kali kita bertemu lagi"
"maksud tuan?" Hani belum paham akan Ichiro yang hanya tinggal sementara di kerajaan tin.
"Ada hal yang perlu aku urus, para adik ku sudah berangkat terlebih dahulu. menyisakan aku seorang diri karena mengobati mu"
"maaf kan aku tuan" Hani merasa bersalah karena dirinya tuan Ichiro tertinggal dari adik-adiknya yang telah pergi.
"tidak apa, Aku tidak keberatan mengobatimu hingga sembuh. lagi pula Sakitmu adalah ulah adikku" Ichiro tersenyum meyakinkan Hani untuk tidak merasa bersalah.
"Ini untukmu" Ichiro memberikan sebuah giok pengenal kepada Hani berbentuk burung Phoenix.
"Ini?" Hani merasa familiar dengan giok pengenal ini. 'Bukankah ini adalah Giok pengenal Yang bisa memasuki Kerajaan Apapun. Bahkan para Perampok pun akan segan kepada orang yang memiliki nya. Pasalnya giok ini adalah tanda pengenal bagi Klan Setan merah yang ditakuti seluruh orang. bagaimana Tuan Ichiro mendapatkan nya?" Hani bertanya tanya dalam angannya.
seperti bisa menebak apa yang dipikirkan Hani , Ichiro langsung menjawab secara otomatis" Itu kudapatkan dari seorang pendekar yang kutemukan sekarat dihutan. Dan ia menghadiahkannya untukku sebagi imbalan menolongnya . Dan kuharap kau menjaga nya dengan baik serta mempergunakannya diwaktu yang tepat . jangan sampai orang lain tau . mengerti?"
"en, terimakasih tuan" Hani tersenyum bahagia.
'Bahkan ketika tersenyum pun aku seperti melihat nya kembali , aku berharap kau benar benar dirinya yang kucari .Ichiro ikut tersenyum melihat Hani bahagia dengan pemberian nya.
...********************...
Ichiro telah pergi, Hani mengerti akan tugas Ichiro sebagai Tabib yang sangat ahli. banyak pasien yang membutuhkan nya diluaran sana.
Mungkin saja tuan Ichiro memiliki rumah pengobatan sendiri sehingga mengharuskan ia pulang dengan segera.
Hani bertanya Jawab dengan dirinya sendiri. ia berjalan santai menikmati indahnya senja yang akan menghilang ke peraduannya. Sesekali menyipitkan penglihatan nya kearah depan .
awalnya ia tersenyum menemukan sosok berbaju zirah yang ia tunggu untuk menitipkan surat kepada ibunya tetapi ketika melihat sosok disebelahnya
__ADS_1
'bukankah itu Panglima Hiro dan Ka-kaisar sialan itu' Raut muka Hani langsung bertekuk kesal.'ingin sekali kucabik cabik wajah dibalik topeng itu'