Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
9. Wajah Rupawan Perebut Ciuman Pertama


__ADS_3

Udara dingin menusuk kulit Hani. Ia harus rela berkorban bangun sangat pagi dan mandi terlebih dahulu sebelum teman-temannya yang lain.


Demi kulit kecoklatan yang membuat orang melihatnya buruk ia harus melakukannya. dan itu membuat ia menjadi pelayan paling rajin yang siap ter awal.


Ia bergegas pergi kedapur istana untuk melaksanakan tugasnya. Membawa sarapan pagi untuk Kaisar Ryu yang kejam.


...**********...


'Cukup jalani harimu dengan tenang. Dan kau pasti bisa bertahan' Hani menghembuskan nafasnya bersiap untuk mengantar sarapan pagi untuk Kaisar ryu.


Alis hani mengerut melihat kasim lee yang tampak cemas di depan pintu kediaman kaisar.


' ada apa gerangan?' Pikir hani sambil bergegas mendekat.


"Paman lee, Ada apa?" Hani menatap Kasim lee yang tengah gelisah .


" Kaisar belum keluar dari kediamannya. Bahkan ini sudah lewat dari waktu kaisar bangun seperti biasa" Kasim lee semakin bertambah gusar.


"Mengapa paman tidak masuk saja? Bukankah itu tidak apa-apa?" Hani tampak bingung dengan tingkah laku kasim lee saat ini. Pasalnya, kediaman kaisar hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja. Seperti kasim lee dan Panglima hiro itu saja orang-orang yang hani hanya bisa tau.


" Tadi malam sebelum kaisar masuk kekediamannya. Kaisar berpesan agar Tidak membangunkannya. tetapi, ini sudah lewat waktu kaisar bangun jika tidak dibangunkan"


"Maksud paman?"


"Meskipun kaisar ryu tidak dibangunkan ia akan terbangun dengan sendirinya diwaktu yang sama. Tetapi ini berbeda. Hari sudah mulai terik namun kaisar belum terbangun juga".


Hani memahami apa yang dikatakan oleh kasim lee dan jawabannya adalah pasti terjadi sesuatu pada kaisar saat ini.


"Ayo paman kita masuk melihat kaisar". Hani hendak membuka pintu kediaman kaisar tetapi ditahan oleh tangan kasim lee.


"Jangan! ! ! Bagaimana nanti jika kaisar marah karena tidak menuruti perintahnya?" Nyawa hani akan melayang. ia memegang lehernya bergidik ngeri jika sampai dipenggal oleh kaisar kejam itu.


"Lalu bagaimana dengan mak..." belum sempat hani melanjutkan ucapannya ia dikejutkan oleh suara benda yang jatuh dari dalam kediaman kaisar.


'Bugh'


Kasim lee dan hani langsung terkejut bersamaan. "Paman?"


Hani menatap kasim lee penasaran.


Sedangkan kasim lee juga sama dengan tambahan raut cemas.


" paman tidak bisa memasukinya sebelum kaisar memanggil dan membersihkan kediaman setelah kaisar keluar" Kasim lee masih menyayangi nyawa tuanya. Ia tetap dalam pendiriannya dengan raut wajah cemas menunggu kaisar keluar. Ia yakin tidak akan terjadi sesuatu dengan Kaisar yang berilmu bela diri tinggi. Namun, disisi lain ia masih meragu karena tidak seperti biasanya Kaisar seperti ini.

__ADS_1


"Baiklah jika paman tidak ingin masuk. Biarkan hani masuk meletakkan makanan kaisar dan melihat kondisi kaisar didalam. Apa paman tidak mencemaskan kaisar?" Tantang hani dengan mata tajamnya sambil memegang makanan yang telah lama hani pegang sedari tadi.


"Ta...tapi"


Sudah terlambat. hani sudah membuka pintu kediaman kaisar dan berjalan masuk. Ia melangkahkan kakinya mendekati meja kecil yang terdapat disisi ranjang kaisar.


ia sedikit meneliti ruangan kaisar. Ternyata benda yang terjatuh tadi adalah bantal dan menyebabkan tersibaknya tirai ranjang kaisar sedikit.


Dan kini mata tajam itu terbuka lebar menatap hani tanpa topeng yang slalu dipakainya. Membuat wajah dibalik topeng itu terungkap. Wajah yang selama ini kaisar rahasiakan dan di katakan orang orang adalah si buruk rupa . dan Kini hani bisa melihatnya.


Satu kata mewakili seluruhnya


'Sempurna' itu yang terlintas dibenak hani saat ini. Namun, kata itu tak bertahan lama.


'Wushhhh'


'Prangggg'


Hanya sepersekian detik . Wajah yang sebelum hani perhatikan. kini sudah berada didepannya tidak berjarak. Kaisar Ryu mencekik leher hani menyebabkan hani melepaskan baki makanan yang ia pegang. Ia salah akan pendapatnya.


'Bugh'


Badan hani membentur pintu yang sebelumnya hani belum tutup sehingga tertutup rapat.


"Siapa yang menyuruhmu masuk Pelayan sialan? Apa kau tau hukuman apa yang pantas untuk orang yang sudah melihat wajahku? Hah" bentak kaisar ryu didepan wajah hani.


"Kematian" bisiknya ditelinga hani. Mata biru hani melotot dalam seketika. Ia merasa sangat takut dibawah tekanan kaisar ryu saat ini.


"Ma... ma... maafkan ha... hamba yang mulia" ucapnya lirih karna hampir kehabisan nafas. Sedangkan kaisar ryu hanya menyeringai keji menatap wajah hani yang begitu dekat.


Ia sangat senang melihat wajah ketakutan hani dalam kungkungannya. Sungguh pagi yang sangat menyenangkan melihat pelayannya yang satu ini ketakutan.


Kaisar terlambat bangun karna memikirkan gadis semalam yang ia jumpai sepintas. Tetapi, itu berefek menyebabkan ia tertidur nyenyak sekali sampai terlewat dari waktu ia biasa terbangun.


Dan sekarang ia terbangun karena si pelayan kulit coklat yang telah memasuki kediamannya tanpa perintahnya. serta terungkapnya wajah yang ia sembunyikan selama ini.


"Tidak ada maaf untukmu" kaisar ryu sedikit melonggarkan cengkramannya karena melihat hani yang kesulitan bernafas. Namun, masih tetap mengurung hani dalam kungkungannya.


"To... tolong ya...yang mulia" hani memelas pada kaisar kejam didepannya. Ia menutup matanya ketakutan tapi tak menangis.


Itu membuat kaisar ryu heran sekaligus penasaran dari pengamatannya saat ini. jika seseorang berada dalam sebuah ancaman orang itu bisa kaisar pastikan akan memohon ampun dengan tangis yang berderai meminta kehidupannya. Namun, itu tidak terjadi pada gadis didepannya saat ini kecuali ia punya cara untuk melawan.


'Ada yang tidak kuketahui dari gadis coklat ini' kaisar ryu memperhatikan wajah hani.

__ADS_1


Mata biru sebiru samudra, hidung mancung dan bibir merah alami yang menggoda. Itu terbilang sempurna jika tidak ada kulit coklat yang buruk menutupi keseluruhan badannya.


Kaisar ryu menatap bibir merah hani. Dalam sekejab ia sudah menyeret hani kearah ranjangnya. Mengungkungnya dibawah tubuh tegapnya yang tinggi.


Ia segera melepaskan cengkraman dari leher hani berpindah menangkup pipi hani dan memagut bibir merah yang menggodanya sejak tadi .


Baru kali ini kaisar ryu terlena oleh bibir pelayannya. Pelayan yang dikategorikan paling buruk diantara pelayan-pelayannya yang lain.


Ini begitu aneh untuknya. hanya karena melihat bibir itu hasratnya langsung melonjak.


Sedangkan hani dengan kekuatannya yang ia miliki memberontak melepaskan diri dari kungkungan sang kaisar.


'Kaisar sialan, kupastikan kau kehilangan yang satu ini' hani bersiap menendang selengkangan Kaisar tetapi ada tangan yang mencekalnya.


Sedangkan kaisar sudah melepas pagutannya karna hani hampir kehabisan nafas."apa kau tau? Aku bisa saja membumi hanguskan desamu karna telah lancang menendang warisanku"


Suara kaisar di telinganya membuat tubuh hani merinding ketakutan. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Ibu dan pamannya adalah prioritas dalam hidupnya. Bahkan ia sanggup rela berkorban dengan nyawanya jika terjadi sesuatu pada mereka berdua. Begitu juga dengan warga desa yang telah banyak membantu ibu dan pamannya untuk bertahan hidup. Itu tak tak akan terjadi.


Merasakan hani tak berkutik kembali kaisar membisikkan sesuatu pada hani." Itu hukuman karena kau telah melihat wajahku. Bersyukurlah karena saat ini aku sedang berbaik hati padamu. Tetap taat padaku jika nyawamu tidak ingin melayang".


Kaisar tersenyum keji meninggal kan hani di ranjang. Ia melesat secepat kilat mengambil topengnya disisi ranjang serta memakainya sangat cepat.


Hani yang melihatnya hanya bisa terkagum dengan ilmu beladiri yang kaisar miliki. Keahliannya berbeda sangat jauh dari kaisar. dilihat dari kaisar yang sangat cepat dan akurat dalam menyerangnya. Ia harus berhati-hati mulai saat ini.


" Kasim lee! Kau bisa masuk . Kerjakan tugasmu". Suara Kaisar ryu menggelegar menyentak hani dalam lamunannya. Ia segera turun dari ranjang kaisar menunduk menatap lantai yang lebih baik ia lihat.


Kaisar ryu meninggalkan hani dalam diam ke pemandiannya.


'aneh sekali, mengapa aku sangat tergoda dengan bibir merahnya. Bahkan hanya dengan bibirnya aku bisa hilang kendali'


Bahkan para wanita penghibur harus berjuang keras dengat sangat untuk menggoda nya yang terbilang sangat susah untuk digoda. Sedangkan pelayan satu ini dengan bibirnya saja ia bisa lepas kendali.


Awalnya ia menginginkan kematian karena emosinya yang memuncak akibat hani masuk terlalu lancang tetapi karena bibir itu niatnya luntur seketika.


'ibu aku menemukan pelayan buruk yang menggoda. Bahkan aku tidak sanggup membunuhnya karena telah melihat rupaku. Apakah ia pantas aku pelihara nyawanya?'


Kaisar ryu segera berendam dalam kolam pemandiannya tanpa membuka topeng lapis pertamanya yang sebatas hidung saja. Sedangkan lapis kedua adalah seluruh wajahnya. Ia akan melepas lapis kedua ketika saat makan dan tidur saja. Tetapi, tadi malam ia terlalu ceroboh melepaskan semuanya.


Terjadilah hani melihatnya. Para wanita penghiburnya saja hanya bisa melihatnya sampai lapis pertama dengan ancaman tutup mulut rapat-rapat jika tak ingin kematian menghampirinya. Dan kini ia membiarkan pelayan yang terbilang buruk itu hidup tenang. Itu bukan dirinya sama sekali


"Ahhhhhh pelayan sialan, aku bisa gila karnanya" teriak Kaisar ryu membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan ketakutan setengah mati.


Seringainya melengkung sempurna disudut bibirnya. Ia telah mendapat kan rencana yang sangat indah untuk hani.

__ADS_1


"Kau akan menyukainya kulit coklat" lirih kaisar ryu merilekskan otot-ototnya menikmati aroma wewangian dari kolam pemandian. Menenangkan pikirannya yang sempat gila hanya karena bibir menggoda milik hani.


__ADS_2