Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
102. Nana Ikhlas


__ADS_3

Setelah tiba Di istana, Pagi buta sekali Pangeran Gabriel Sudah menjadi biang perusak kebersamaan Kaisar Ryu Dan Hani. Hingga Kaisar Ryu tidak memiliki celah sedikitpun untuk berdekatan dengan Hani. karena kehadiran Gabriel yang terus saja menempel kemanapun Hani pergi.


" Mengapa Bocah itu datang lebih dulu? kemana induknya? " Kesal Kaisar Ryu melihat Gabriel Makan Siang disuapi oleh Hani Di Gazebo Taman.


" Izin menjawab Yang mulia. Kaisar William Dan juga permaisuri Diana Belum tiba. Rombongan Kerajaan Tan Diperkirakan Akan tiba Besok pagi" Ucap Kasim Lee Yang Setia Menemani Kaisar Ryu Mengecek Laporan kerajaan.


" Lalu, Dengan Siapa Bocah itu kemari? " Kaisar Ryu menatap Paman Lee penasaran.


" Pangeran Gabriel datang Dengan Ichiro, yang mulia" .


" Ichiro? Mereka berdua saja?"


" Tidak yang mulia, Mereka tiba bersama dengan Paman anda beserta keluarga yang lain".


" Dimana mereka ?".


" Mereka Saat ini Sedang berada di kediaman panglima Hanshin yang mulia".


Kaisar Ryu meletakkan pena dalam genggaman nya. memicingkan mata ketika melihat sosok seorang gadis yang ia tidak kenali Tengah bersama Ichiro menuju tempat Hani berada.


" Siapa gadis itu?" Tanya Kaisar Ryu dengan tatapan Tajam.


" Itu- Hamba masih belum terlalu mengetahui nya yang mulia. Gadis itu datang bersama dengan Rombongan Keluarga paman Anda".


'Siapa gadis itu? ' Kaisar Ryu mengerutkan alisnya Tidak Tau.


...*********************...


Pangeran Gabriel makan Dengan lahap. ia terus saja menatap Hani penuh Senyuman. Ia menggeleng pelan Ketika Hani menyuapinya kembali.


" Apa pangeran Sudah kenyang? "


" En " Hani segera memberikan Piring bekas makan pangeran Gabriel ke arah pelayan untuk dibereskan.


" Bibi? " Gabriel mendekat ke arah Hani lalu menunjuk nunjuk ke arah perutnya.


" Ya, Pangeran Gabriel"


" Mengapa Diperut Bibi Ada Kacang yang begitu lucu?" Hani mengerut tidak mengerti. ia segera mengusap perutnya mencari sesuatu. namun tidak menemukan apapun.


" Hi hi hi, Dia sangat lucu ketika berdetak" Gabriel Tertawa Sendiri Sedangkan Hani masih sibuk mencari Sesuatu yang dibicarakan.


' Tidak ada hal apapun ' pikir hani.


Mungkin itu hanya Sebiji kacang yang belum tercerna begitu halus dalam perutnya . Jadi ia tidak perlu terlalu larut memikirkan perkataan Gabriel yang tidak penting.


" Ah, mungkin itu Sebiji Kacang kecil yang Bibi makan tadi. belum sempat tercerna halus dalam perut" Hani mengelus perutnya lembut.


" Begitukah?" Gabriel Berkedip polos Memastikan.


" En. Sebaiknya Kau berhenti melihat perut bibi Gabriel" Peringat Hani.


" Mengapa? ."


" Tidak boleh. Kau harus Belajar untuk menjaga pandangan mu dari sekarang. Tidak boleh melihat terlalu lama Bagian tubuh lawan jenis dai batas Dada hingga mata kaki. karena itu akan membuat orang merasa risih. Kau mengerti Gabe?" Hani mengelus kepala Gabriel memberi Masukan.


" Baik bibi dan maaf."

__ADS_1


Hani mengangguk tersenyum, memaklumi Sikap Gabriel yang masih membutuhkan bimbingan orang dewasa dalam masa pertumbuhan nya.


" Ehm " Seseorang datang memecah keheningan Hani dan pangeran Gabriel.


" Kakak " Hani terkejut ketika melihat Ichiro datang membawa seseorang. ia menutup mulutnya tidak percaya.


" Em~ Sa-salam Hormat saya kepada Yang mulia" Nana menunduk Dalam. Ia begitu gugup untuk bertemu dengan Hani setelah sekian lama. Ditambah kedudukan nya Tidak lagi sama sepertinya seorang rakyat biasa.


" Nana. Ja-jangan seperti itu" mulut Hani terasa kelu harus memulai nya dari mana.


" Ah, kurasa kalian membutuhkan waktu berdua. Tolong Selesaikan Dengan Damai" pinta Ichiro Sebelum berlalu pergi bersama Gabriel.


...*************...


Nana mendudukkan dirinya di gazebo setelah Hani memaksanya begitu keras. ia tidak yakin akan duduk lama bersama dengan Hani. Karena sepasang mata tajam tengah mengamati nya dari kejauhan.


Beruntung nya, kaisar bertopeng itu tidak mendekat. Ichiro lebih dulu menghadangnya bersama dengan Gabriel agar memberi waktu Nana dan juga hani untuk saling berbicara.


" Maaf " Ucap Hani setelah keterdiaman mereka begitu lama.


" Tidak. Tidak. Rye- Maksudku yang mulia tidak perlu meminta maaf. Seharusnya hamba yang harusnya meminta maaf . Ka-karna Sudah Sangat lancang menyukai yang mulia" Nana menautkan kedua tangan nya Gugup.


" Nana" Hani mengambil kedua Tangan Nana untuk digenggam.


" Maafkan Aku. Aku telah melakukan Dosa begitu besar padamu karena sudah berbohong Begitu lama. Tolong, maafkan aku" Pinta Hani.


Nana Sudah tidak tahan lagi. ia menangis terisak membuat Hani bertambah Bersalah Kepadanya.


Hiks Hiks Hiks~


" Tolong, maafkan Aku" Hani membawa Nana dalam pelukan nya.


Air mata Nana tumpah. ia masih belum bisa menerima semua kenyataan ini. Ryeon nya yang selama ini ia sukai Hanyalah sebatas Bayangan semu. Impiannya untuk menikah bersama dengan Ryeon Pupus. Nana Masihlah Sadar Untuk tidak menikah Dengan sesama Jenisnya.


" Maafkan aku" Ucap lirih Hani. Sebagai Jawaban Nana mengangguk samar. Membuat Hani tersenyum lega pada akhirnya.


" Terimakasih " .


...*************...


Kaisar Ryu Beranjak Dari tempatnya . Ketika melihat Gadis yang dibawa Ichiro ditinggalkan bersama dengan Sang istri. Matanya menajam dibalik topeng. Segera meninggalkan Pekerjaan nya yang belum selesai.


" Yang mulia " Kasim Lee segera mengikuti . Namun, Kaisar Ryu Memberi isyarat padanya Untuk tetap Ditempat.


...************...


" Siapa Dia? " Kaisar Ryu mencegat Ichiro. Pandangan nya menjadi Waspada memperhatikan Keberadaan sang istri.


" Ah, yang mulia ."


" Tidak perlu Resmi, Ryeon." pinta Kaisar Ryu.


" Ah, baiklah Adik ipar."


" Siapa Dia? " Ichiro menoleh ke arah Gazebo.


" Dia. Em- Salah Satu teman Hani Saat Di desa".

__ADS_1


" Benarkah?" Kaisar Ryu Curiga. Ichiro seperti menyembunyikan sesuatu darinya.


" Ya" .


" Kakak ipar, Kau ingin Menjelaskan Gadis itu Secara langsung padaku. Atau Ku tebas kepalanya Karena Kau Berani berbohong kepadaku. Hal mudah Bagiku untuk melakukan semua itu" Kaisar Ryu tersenyum menyeringai membuat bulu kuduk Ichiro berdiri. seperti nya Ichiro salah orang untuk Di Bohongi.


" Dia Masa lalu Hani" Aura kaisar Ryu menggelap, ia terlihat memejamkan Mata Menahan diri.


Sebelum Sesuatu hal yang tidak diharapkan terjadi Ichiro segera menjelaskan semuanya tentang Nana kepada Kaisar Ryu .


" Mengapa kau tidak mengatakan nya sejak Awal" Tuntut kaisar Ryu.


" Karena Paman Ryu terlalu Pencemburu sama seperti Ayah" celetuk Gabriel yang sedari tadi menjadi penonton Obrolan orang Dewasa.


"Memang nya kau tau apa bocah tentang orang dewasa? Sudah Diam. Anak kecil dilarang ikut ikutan" Kaisar Ryu mengacak rambut Gabriel hingga sang pemilik kesal.


" Berhenti. paman jahat. Akan kulaporkan pada bibi" Gabriel dengan cepat melarikan diri turun dari gendongan Ichiro.


" Hei bocah, kemari kau " Kaisar Ryu mengejar Gabriel yang kembali ke arah Hani.


...*****************...


Nana Sudah menerima Semuanya Dengan Berat hati. Jika tetap tidak bisa, maka ia harus Memaksanya Hingga mati. Toh, Cintanya tidak akan terbalas Juga Karena mereka sesama jenis. lagipula Nana masih Menyayangi nyawanya untuk tidak berurusan Dengan Orang Di depan matanya saat ini tengah mendekat .


" Kau tinggal Dimana Nana Setelah ini? Apa kau akan kembali ke desa? " Tanya Hani antusias.


" Seperti nya hamba akan Ikut Mama ke desa penghubung. Lagipula Desa Nil Sudah memiliki Tetua desa Yang Kuat tidak seperti hamba. Itu juga berkat kakak Anda yang mulia".


" Kakak?"


" Hm, Tuan Ichirolah yang mencarinya. Karena dia Hamba terbebas dari beban Berat itu. Dan bisa merasakan pergi Berpetualang menjelajahi negri ini. Ternyata Kerajaan Tin begitu luas" Nana tersenyum senang.


" Jika kau mau, Tinggallah Dikediaman ku bersama ibu. pasti dia akan senang karena memiliki seorang teman. Kakak belum tentu sering berada di rumah atau kau ingin tinggal disini bersamaku?" tawar Hani Penuh antusias.


" Em, tidak yang mulia. Dan terimakasih banyak atas kebaikan nya. mungkin hamba akan tetap tinggal di desa penghubung Sampai selesai Belajar berlatih bela diri bersama dengan Mama Athena" .


" Wow~ Kau belajar beladiri lagi. bukankah aku dulu sudah pernah mengajarimu."


" Em~Itu Sebagai tambahan Untuk berjaga jaga membela diri. Lagipula kemampuan Masih kalah jauh dibandingkan dengan yang mulia."


" Baiklah, jika seperti itu keinginan mu Aku tidak akan memaksa. Dan jika kau membutuhkan Bantuan Apapun itu. Kemari lah aku akan siap membantu mu"


" Terimakasih" Keduanya saling tersenyum hangat.


" Permaisuri " Seru Kaisar Ryu membuat Hani Beranjak mendekat ke arahnya. Sedangkan Nana langsung menunduk hormat.


" Yang mulia. Perkenalkan Ini Nana, teman Saya sejak kecil "


" Em, ya. Sebaiknya Permaisuri ku Segera masuk. Cuaca Semakin Panas. Aku tidak ingin Terjadi hal Apapun kepadamu " Ucap kaisar Ryu mengelus pipi Nana. Tidak memperdulikan kehadiran Nana maupun kedua sosok yang mengikuti nya. Membiarkan mereka Seperti se onggok patung yang bisu.


" Ayo, permaisuri ku" Memegang Tangan Hani Berlalu pergi . tanpa menghiraukan Tampang Ichiro yang sudah cengo ditempat Sedangkan Gabriel terkikik Kecil.


" Jangan lupa datang keperayaan pernikahan ku, Kuharap kau datang bersama Kakak" Hani melambaikan tangan nya ke arah Nana. Sedangkan Nana mengangguk pasti.


' Ternyata Benar . Perkataan Kakek menjadi nyata. Ryeon-ku pergi Karena menikah dengan sang pujaan hati. Akan tetapi, tidak dengan kehamilan sang kekasih. Masa ia Kaisar Ryu Hamil lalu, meminta pertanggungjawaban kepada Hani?'


Nana tersenyum sendiri Dengan pemikiran nya yang begitu Aneh. Ia Menikmati menjadi penonton Pasangan Serasi Itu Hingga menghilang dibalik pintu istana. Rasanya ada kelegaan tersendiri ketika mengikhlaskan seseorang yang ia sukai untuk bahagia. Ia pun ikut Serta Bahagia.

__ADS_1


NB: Gimana guys, Ceritanya Mau digimanain lagi. Awan gak punya Ide untuk up. Minta tolong masukannya Dong biar awan cepet up.


__ADS_2