
Pagi ini begitu cerah Akan tetapi wajah lili begitu semrawut. ntah apa yang dipikirkan nya Sehingga bajunya sedikit tidak rapi, tali kepang rambutnya tiada satu, kancing diujung lengan nya tidak dipakai. membuat maomi keheranan dengan tingkah pola temannya satu ini yang terkenal sangat rapi.
" ada apa denganmu? mengapa kau amburadul pagi ini? "
" itu- " lili menghela nafas berat. ia berpikir keras akan bercerita atau tidak kepada maomi. sedangkan maomi agak sedikit bermulut besar.
" apa? ceritakan lah ! aku berjanji tidak akan memberitahu kan kepada siapapun" . maomi melipat jarinya tanda berjanji.
" itu. Semalam Hani pulang dengan wajah penuh sendu. dan sekarang ia mengurung diri dikamar membolos dari tugas. Se-sepertinya terjadi sesuatu kepadanya semalam. dan aku takut untuk menanyakan nya".
" benarkah? kanapa kau tidak mengatakan nya lebih awal kepadaku. sebaiknya kita memeriksa nya sekarang. aku takut terjadi sesuatu kepadanya". maomi segera menarik tangan lili meninggal kan tugas memotong sayur yang sedang berlangsung.
"tunggu dulu. bagaimana jika ada nyonya zuang?"
"haishhh kita mengecek nya saja sebentar".
" pelan pelan Mao" lili terbirit birit mengikuti langkah maomi yang cepat. ia sedikit ngos ngosan menyamai langkah maomi yang lebar.
" hei, kalian mau kemana? ini belum selesai" ziu menunjuk maomi dan lili dengan pisau di tangannya. Tetapi mereka melewati nya tanpa menghiraukan.
" Lebih baik kita ikuti mereka. kemana mereka pergi terburu-buru seperti itu" Sun menengadakan kepalanya agar tidak ketinggalan jejak maomi dan lili. sedangkan ziu masih penuh pertimbangan ditempat nya. antara meninggalkan tugas didapur yang belum selesai atau mengikuti para temannya yang penuh dengan tingkah pola ajaib.
*********
" Apa dia ada didalam?" lili hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan maomi. Dia terlalu mencemaskan keadaan seseorang didalam.
Tok tok tok
Maomi mengetuk kamar yang Hani tempati dengan pelan. seraya merapat kan telinganya ke arah daun pintu untuk mendengar keberadaan seseorang didalam.
Masih belum ada jawaban dari dalam . hanya ada sun dan ziu yang tiba tiba saja datang seperti habis lari maraton.
" Huh huh huh - aku lelah". sun memegang perutnya karena lari mengejar maomi dan lili.
__ADS_1
" huh huh huh - kalian memang benar benar". ziu menghirup udara dengan rakus.
" apa yang kalian lakukan disini? " maomi terkejut mendapati kedua temannya mengikuti nya. ia berpikir siapa yang akan mengerjakan tugas didapur jika para petugas nya keluar.
" kami mengikuti kalian berdua karena kalian sangat panik tadi. jadi, kami bermaksud untuk mengikuti kalian dan mencari tahu penyebab nya".
" Dasar pembual. katakan saja jika kau hanya ingin memiliki berita hangat untuk disebarkan kepada pelayan lain". maomi membalas perkataan ziu dengan pedas.
" Hei kau- " Sepertinya adu Jambak sesama teman akan berlangsung pagi ini di depan kamar Hani. lili sangat was was melihat para temannya bersiap untuk membuat kericuhan.
"Apa yang kalian lakukan didepan pintu kamarku? " yup, sang tokoh utama menampakkan batang hidungnya setelah sekian purnama dikhawatirkan oleh seorang lili.
" Hani, apa kau baik-baik saja? " maomi mendekat kearah Hani memeriksa keseluruhan tubuhnya.
" ya, aku baik. kenapa?"
"tidak. hanya saja lili mengkhawatirkan mu karena ia melihat mu pulang semalam dalam keadaan menangis. apa itu benar? " tanya maomi memastikan.
Hani mengalihkan perhatian nya kepada lili. ia sadar bahwa ia masih memiliki teman-teman yang slalu mengkhawatirkan dirinya. masih ada seorang lili yang slalu memberikan perhatian lebih padanya meskipun mereka tidak terikat darah sedikit pun.
" it-itu aku sangat mengkhawatirkanmu. maaf sudah membuat kegaduhan di depan kamar mu" .
" Tidak apa-apa. tunggu dulu, bukankah kalian sedang bertugas di dapur sekarang?"
" oh tuhan. aku lupa mematikan tungku apinya". ziu segera pergi meninggalkan para temannya tanpa menunggu tanggapan yang lain. ia lari dengan cepat lagi tanpa mengkhawatirkan nafasnya yang terengah-engah.
" Rasakan itu hahahah" maomi menertawakan kebodohan ziu.
" Kalian tidak pergi juga. bukankah jika satu orang memiliki kesalahan maka yang lain akan ikut disertakan? " Hani menyadarkan para temannya agar segera kembali ke dapur. karena tugas didapur adalah tugas bersama. maka jika terjadi salah satu kesalahan maka yang lain akan terkena dampaknya. itu cara agar mereka saling bekerja sama membantu satu sama lain dengan baik.
" Huaaaaa semoga tidak ada nyonya zuang" sekarang giliran maomi yang pergi dengan lari terbirit-birit diikuti sun dan lili.
***********
__ADS_1
Hani memutuskan kembali untuk bertemu dengan panglima Hiro. menanyakan perihal kebenaran yang ia temukan.
" Apa benar yang ditulis dalam dokumen sejarah adalah kenyataan sebenarnya yang terjadi. kakak?" Hani telah mengumpulkan ketenangan jiwa nya sedari tadi agar tidak meledak.
"Apa kau sudah mengetahui nya? " Hiro sedikit terkejut dengan Hani yang begitu cepat mendapatkan informasi tentang panglima Han Shin. sedangkan dokumen sejarah itu tersimpan rapat di ruang perpustakaan pribadi Kaisar Ryu yang dijaga ketat oleh para prajurit.
Sungguh adik yang sangat hebat. ia tidak salah memilih nya. ternyata dibalik penampilan dan wajahnya yang biasa saja ternyata menyimpan banyak kemampuan yang belum panglima Hiro ketahui.
" En " Hani mengangguk mengepal tangannya begitu erat.
" Apa yang akan adik lakukan setelah ini? "
" bolehkah aku membalas atas kematian ayah yang tidak adil".
" Darimana kau tau? " Hiro tersentak luar biasa.
" ibunda telah menceritakan segalanya padaku mengenai ayah. aku tidak yakin jika ayah bergabung dengan kaum pemberontak untuk menculik Pangeran kecil ketika waktu itu. untuk apa? " Hani tersenyum culas.
"bahkan Ayah diberikan titah langsung oleh kaisar hyunshik untuk mengamankan pangeran Ryu kecil dari kaum pemberontak yang menyerangnya supaya selamat. ayah mengorbankan diri nya dan juga keluarganya untuk kerajaan ini. namun setelahnya apa? mendapatkan penghargaan? hahaha justru ayah difitnah menculik Pangeran kecil itu lalu diberi hukuman mati atasan apa yang tidak pernah ia perbuat. sungguh biadab". Hani sangat marah.
" jadi kau sudah tau semuanya?"
" en. dan aku baru menyadari sesuatu. mengapa kakak tidak memakai nama asli kakak?" Hani menatap Hiro lurus.
" adik tau?" Hiro menautkan alisnya rumit.
" ya. agar bisa mengelabui mereka. bukan? " Hani tersenyum menyeringai mendapatkan semuanya yang ia inginkan selama ini. akhirnya potongan demi potongan asalnya terjawab sudah.
" kau benar " . menghela nafas lega Hiro tersenyum kecil menanggapi Hani.
" jadi, boleh kah aku membalas dendam atas kematian ayah? "
" lakukan lah jika kamu bisa. aku telah mencoba berkali-kali dari dulu. namun tidak pernah berhasil" Hani Tertawa kecil mendengar keberanian sang kakak.
__ADS_1
Pantas saja kaisar itu selalu dalam bahaya. ternyata bahaya itu datang dari orang terdekat nya, kakakku.
" Kakak lihat saja nanti". Hani berjanji kepada sang kakak ia akan membuktikan perkataan nya.