
Sudah beberapa hari ini sosok kaisar Ryu berubah ganas. Entah apa yang terjadi membuat seluruh penghuni istana kerepotan setengah mati.
Mereka- seluruh penjaga istana di persiagakan olehnya memperketat keamanan istana. Sedangkan penghuni didalam istana tidak diperbolehkan keluar dari kawasan istana sama sekali terkecuali atas izinnya langsung. Sungguh hal yang buruk.
Semuanya menerka apa yang terjadi?
Kecuali satu orang penyebab perubahan kaisar menjadi gila. Ia tidak ingin ambil pusing akan hal itu . Tapi satu hal yang membuatnya gelisah saat ini benda berharga nya menghilang.
"Apa yang sedang kamu cari, hani" Tanya Lily melihat hany yang tengah sibuk mencari sesuatu.
"Ya, jepit rambutku menghilang. Dan itu sangat berharga untukku". Cemas Hani mengobrak Abrik seluruh kamar.
"Seperti apa bentuknya mungkin aku pernah melihatnya?"
"Seperti tusuk rambut biasa. Ia terbuat dari kayu Dan memiliki bentuk ukiran seperti biasa orang lain jual di pasar. Apa kau melihatnya?"Hani menjabarkan bentuknya.
" Tidak aku tidak pernah melihatnya. lagipula, bukankah itu terlalu kuno untuk kamu pakai."
" Maksud mu?" Hani mengerutkan alisnya tak mengerti.
" Maksudku bukankah tusuk rambut kayu adalah tusuk rambut para orang tua. Bahkan para gadis muda sekarang telah banyak berganti ke tusuk rambut perak yang lebih mewah dan indah. Apa itu tusuk rambut pemberian orang tuamu". Tanya lili
"Hem iya" lebih baik aku katakan seperti itu daripada bercerita ia akan tau semuanya. Dan juga kemana lagi aku harus mencari .semua tempat yang aku datangi telah aku geledah . tetapi aku tidak menemukannya. apakah benda itu terjatuh di halaman itu?.
Hani sangat gelisah ia terlihat menyesal tak menyimpannya secara baik. Bahkan itu adalah pemberian berharga dari kakaknya .aku harus bagaimana?
Hani menggigit bibirnya gelisah.
***********
Hachi...
Trang pedang latihan panglima Hiro terlempar jauh . Kaisar Ryu mengerutkan alisnya
" kau tidak fokus . Ada apa?
" Tidak. Tidak maafkan hamba yang mulia". Panglima Hiro mengusap hidungnya tampak gatal.
"Mari beristirahat . Sepertinya kau kelelahan "
"Baik yang mulia"
"Apa kau sudah menemukannya?" Tanya kaisar Ryu seketika. ia ingin tau perihal info tentang Dewinya yang ia cari.
"Maafkan hamba yang mulia. pencarian nihil. Warga desa tidak pernah melihat gadis itu. Dan juga area hutan telah prajurit utama sisir. Mereka tak menemukan ada tanda-tanda seseorang tinggal disana".
"Apa prajurit utama melakukan tugasnya secara diam-diam?"
"Ya, sesuai perintah anda".
__ADS_1
Kaisar Ryu tersenyum miring.
" Dia tidak akan pernah ditemukan Hiro".
Panglima Hiro mengerutkan keningnya tak mengerti
"maksud yang mulia?".
"Sepertinya ia mengikuti kita sampai kesini atau tidak. Aku bertemu dengannya semalam di paviliun sakura dan ia meloloskan diri.
Sekarang kau sudah tau alasannya. bukan? mengapa aku memperketat pengamanan istana .
Dan bisakah kau menyelidiki ini. Aku ingin tau darimana asalnya".
Kaisar Ryu memberi kan sebuah benda yang dibungkus rapi kepada panglima Hiro. Sebuah tusuk rambut kayu yang terlihat tak asing untuk Hiro.
" Ini? Siapa yang memberikan nya yang mulia?"
"Gadis itu meninggal kannya secara tak sengaja. mungkin Tuhan ingin aku bertemu kembali dengannya. Maka dari itu aku minta bantuan mu".
"Baik akan hamba cari tau". Panglima Hiro menundukkan kepalanya patuh.
"Hiro, Kumohon kembalilah seperti dulu . Sudah kukatakan padamu. Jika kita sedang berdua seperti ini jangan pernah memakai kedudukan yang sedang kita emban. Kau adalah temanku. Kau paham Hiro?. "
Pinta kaisar Ryu sendu.
Panglima Hiro segera berlalu setelah memberi hormat kepada kaisar Ryu. Ia tak ingin berlama lama dengan pembahasan masa lalu yang membuatnya merasa menyesal dan kecewa.
"Kasim Lee!" teriak kaisar Ryu memanggil Kasim kepercayaannya untuk menghampirinya ditengah arena latihan.
" iya yang mulia "
"Persiapkan makan siangku di perpustakaan".
"Baik yang mulia"
Langkah kaki kaisar Ryu meninggalkan arena latihan. Kasim Lee bisa melihat dibalik punggung kaisar Ryu tersimpan banyak kekelaman.
"Yang mulia bisakah anda berbahagia suatu saat nanti?". Pinta Kasim Lee lirih tak terdengar siapapun.
************
Semua masakan tertata rapi dimeja itu. Dari yang berkuah sampai yang kering. Dari yang pedas sampai yang manis.
Kaisar Ryu menyantap makanan nya seperti orang tidak berselera. Lihat saja ia mengunyah seperti makanannya hambar tidak berasa. Bahkan aku bisa menjamin masakan itu sangat enak .Kasihan para koki yang telah bertaruh dengan kerja keras untuk memasakkannya. Tapi yang memakannya sekalipun tak pernah memujinya cih?
Hani melihat dengan sinis kaisar Ryu yang sedang makan sambil sesekali melirik gulungan kertas disampingnya.
Sepertinya gulungan kertas itu lebih penting daripada makanan yang ia lahap. Dasar kaisar kejam. Gerutu Hani dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa kau menatapku?" kaisar Ryu menengadahkan pandangan nya membuat Hani terkejut seketika. Ia baru tau seorang kaisar Ryu memiliki Indra penglihatan yang tajam. Sekalipun tak melihatnya. Ia bisa menyadari Hani yang sedang menatapnya.
Hani langsung menundukkan pandangannya ia tidak ingin sesuatu terjadi lagi.
"Ma-mafkan hamba yang mulia".
" Bawakan aku buku Denah kerajaan . Cepat Carikan!". Perintah kaisar Ryu membuat Hani bergegas mencari nya. Kebetulan sekali ia sedang mencari sebuah informasi dari tempat ini . Ia tak boleh membuang kesempatan yang ada.
Sungguh perpustakaan yang sangat luas. Ia harus cepat mencarinya. Kaisar akan curiga jika ia terlalu sangat lama.
Dimana dokumen itu? Hani mencari keseluruh rak dengan cepat dan sangat hati-hati tetapi ia tak dapat menemukannya. Ini sudah waktunya aku harus kembali. jika tidak ia akan curiga. Ibu maaf aku tidak dapat menemukan petunjuknya.
Hani kecewa lain waktu ia akan mencarinya kembali di perpustakaan ini . Mungkin dokumen itu terselip diantara banyaknya buku yang menggunung di perpustakaan ini.
Langkah nya lesu tak bertenaga tapi ia sedikit merasa bahagia karena telah menemukan tempat yang selama ini ia cari. perpustakaan istana yang menampung seluruh pengetahuan kerajaan. Baik itu pendidikan, pengobatan, militer dan lainnya . Sumbernya ada disini bahkan tentang biografi kerajaan pertama pun ada disini.
"Hormat kepada yang mulia semoga yg mulia sehat selalu".
Hani mendengar suara seseorang. Ia segera bersembunyi diantara celah-celah buku yang ada. Hani tidak dapat melihat orang itu secara jelas karena keberadaan nya agak jauh. Namun, ia bisa sedikit mendengar pembicaraannya meskipun sedikit pelan.
"Apa yang membuatmu datang kemari?"Tanya kaisar Ryu melihat seorang lelaki tua dengan rambut beruban masih sama seperti dulu. tetap bersahaja dengan ketaatan yang teguh padanya.
"Hamba meminta izin untuk memasukkan prestasi panglima Hiro yang telah memenangkan berbagai perang kedalam dokumen kerajaan. Bukankah yang mulia memerintahkan hamba untuk itu ?".
"Oh itu" kaisar Ryu mengingatnya. ia ingin memberikan hadiah terbaik untuk temannya Hiro . Ia ingin prestasinya bisa dikenang dari masa ke masa di masa depan . Maka dari itu ia meminta penulis dokumen untuk menghadapnya .
"Kau, Pergilah ke kamarku dan kerjakan . Aku ingin melihatnya nanti".
"Baik yang mulia" . Pria itu undur diri dari perpustakaan. Hani yang berada di celah rak rak buku besar tidak dapat melihat wajahnya secara keseluruhan . Ia hanya bisa melihat pakaian yang dikenakan saja.
Siapa pria tua itu? Aku harus segera mencari nya. Pikir Hani dalam diamnya. Ia masih tetap melamun tanpa mengetahui orang lain sadar akan keberadaan nya yang menguping.
Kaisar Ryu menghampirinya dengan cepat ia memegang leher Hani dengan sangat kuat. Sampai buku yang Hani pegang terjatuh .
"Y-yang mulia" Hani tidak bisa bernafas tenggorokan nya sesak karena cengkraman tangan kaisar. Ia tidak bisa melawan dengan keahliannya. itu, akan membongkar penyamaran yang ia lakukan selama ini.
"Apa yang telah kau dengar? Apakah semuanya? "Kasir Ryu berbisik ditelinga Hani membuatnya merasakan ketakutan yang amat dalam.
"Ma-maafkan ha-hamba yang mulia".
"Sepertinya telingamu harus ku potong".
Mata Hani terbelalak lebar . untuk kedua kalinya Kaisar Ryu membuatnya merasa takut.
dan Dengan nada santai kaisar Ryu tersenyum menyeramkan . Sepertinya, hidup Hani tidak akan lama lagi.
Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menggunakan keahlianku? Tuhan kumohon tolong aku. Hani tidak bisa melakukan apapun .
"Ya-yang mulia to-tolong". Itu suara lirih Hani yang terakhir kaisar dengar dari mulut Hani. Sebelum mata lentik itu tertutup rapat.
__ADS_1