Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
48. Bahan gosip


__ADS_3

Tidak membiarkan Hani menghilang dari peredaran nya. Itulah yang dilakukan Kaisar Ryu saat ini. membuntuti Sang kekasih kemanapun ia pergi.


Di Lain waktu, mereka beristirahat Sejenak Singgah Di desa desa terdekat. Dan saat ini mereka Singgah Di sebuah Desa yang sudah memasuki wilayah naungan kerajaan Tin.


Kaisar Ryu memberikan sebuah Kebebasan kepada Hani untuk memilih Sebuah kedai makanan. Dan Sebegitu antusiasnya seorang Hani tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada. Jadilah, ia mengamati kedai sekitar dengan berkeliling Mencari Makanan yang diinginkan.


Sekumpulan rombongan kereta kuda Membelah jalanan Pasar. Membuat orang-orang disekitar menyingkir dengan segera agar tidak terbentur.


" AWAS ADA KERETA ! ! ! " teriak beberapa orang memperingati orang-orang yang berada ditengah jalan Agar segera menyingkir.


Berbeda dengan Hani ia tidak terlalu waspada dengan sekitar. Sehingga membuat nya Hampir tersenggol kereta kuda yang lewat.


" Hati hati" Beruntungnya kaisar Ryu dengan sigap Segera menariknya ke pinggir jalan.


Sekumpulan kereta kuda tersebut berlalu dengan cepat. menyisakan tanda tanya besar dikepala kaisar Ryu karena melihat bendera Kerajaan Tin berkibar diatas nya.


" Apa kau tidak apa-apa? "


" Tidak yang mulia. Bukankah itu Kereta khusus milik kerajaan? Mengapa Sampai bisa berkeliaran disini? Dan mengendalikannya tidak sesuai aturan?"


"Entah lah"


Kebingungan kaisar Ryu dan Hani sama. Mereka merasa penasaran dengan kehadiran kereta kuda milik kerajaan yang tidak semestinya berkeliaran didesa terpencil seperti Disini.


" Mari kita segera makan, Selanjutnya kita perlu menuju rumah seseorang " Kaisar Ryu memilih tetap diam. Ia akan menanyakan nya langsung kepada orang yang lebih mengetahui Desa tersebut.


...***************...


Makanan sudah tersaji penuh, kini saatnya Hani dan juga kaisar Ryu mengisi kekosongan didalam perut mereka.


Hani masih ingat dengan baik Tugas utamanya memasuki istana. Jadi, sebelum Satu suapan makanan meluncur dengan bebas kemulut Kaisar ryu. Hani sudah menghadangnya duluan dengan merebut Sendok Kaisar Ryu.


" Yang mulia, maaf Hamba harus mencobanya terlebih dahulu. Hamba takut seseorang telah menaburkan sesuatu dengan sengaja ke hidangan yang kita makan "


Ingin rasanya Kaisar Ryu Marah kepada Hani. Karena sudah lancang merebut Sendok yang berada ditangannya. Namun, ia tidak sanggup untuk marah kepada sang kekasih yang begitu sangat polos melebihi perkiraannya.


" Seperti nya Aman untuk di makan " Hani mencecap Makanan yang sudah berada di sendok kaisar Ryu. Ia tidak memperhatikan kaisar Ryu yang mengamati dirinya.


" Apakah makanannya enak?"


" Sangat "


" Lebih Enak mana, Rasa bibir ku atau makanan itu? "


" Makanan ini " Hani sangat meresapi makanan didalam mulutnya. Tidak terlalu mementingkan pertanyaan yang dilontarkan kaisar Ryu kepadanya.


" Baiklah, Kembalikan sendok ku atau aku makan Makanan nya dari mulutmu saja . bagaimana?"

__ADS_1


Glek


Uhuuuuuk


Hani tersedak Mendengar Perkataan frontal kaisar Ryu kepadanya. Sementara Kaisar Ryu dengan sigap langsung memberikan Air minum kepada nya.


" Dimasa depan jangan ulangi lagi. Cukup laksanakan tugas mu Didalam istana Atau ketika aku yang memintanya. Jika tidak? maka, Memakan makanan dari mulut mu langsung kurasa, bukanlah hal yang begitu buruk".


Mengusap dengan pelan punggung Hani Agar lebih baik. Namun dengan diiringi Nasehat yang begitu Nakal. Membuat Hani Sadar bahwa yang telah ia lakukan sangatlah salah.


" Maaf kan Hamba, yang mulia "


" Sudah, Lanjutkan makananmu. Dan Rahasia kan identitas ku. itu akan membuat Orang orang Terpancing mengenali diriku yang sebenarnya" Hani mengangguk kaku.


" Ba-baik yang mul- maksud ku Tuan Ryu "


" Kurasa itu lebih baik " Kaisar Ryu tersenyum Tipis Setelah mendapati Hani Membaik. ia segera melanjutkan makan yang tertunda sejak tadi.


...**************...


menyusuri jalanan desa kembali selepas mengisi tenaga. kaisar Ryu mengajak Hani untuk menuju kesuatu tempat yang tidak disebutkan.


Mereka Sesekali berpapasan dengan Para warga yang sibuk deng rutinitas masing-masing. Terkadang ada juga para Wanita yang sedang bergosip ria membicarakan kabar terbaru.


" Apa kalian tau utusan Kerajaan datang kembali?"


" Ya, mereka datang tidak tau diri meminta pajak lagi. Padahal musim ini sangat sulit untuk mendapatkan bahan makanan"


" Ya betul, Dia sangat berbeda sekali dengan mendiang Kaisar sebelum nya"


" Apakah benar dia memang putra mahkota dari mendiang Kaisar Hyunshik?"


" ya, kudengar seperti itu. bahkan ada yang mengatakan kaisar muda itu sangat penggila wanita".


" benarkah? haishh pantas saja beberapa tahun terakhir ini peraturan Kerajaan sangat menyusahkan"


" Benar, Ketika awal pemerintahan nya saja Kaisar muda itu menurunkan pajak Agar para rakyat mendukung nya . dan Sekarang ketika telah di dukung dia memunculkan taringnya "


" ya betul sekali"


Entah sejak kapan telinga Hani Terasa panas mendengar perbincangan Para Wanita seumuran ibunya yang menyayat hati itu. Melirik Kaisar Ryu yang menjadi bahan topik ocehan. Hanya terdiam tanpa suara disebelah nya.


' mungkin kah dia tidak mendengar perbincangan itu? Apa sebenarnya dia hanya pura pura tuli saja? Telinga ku saja sangat panas mendengar nya. Apalagi dirinya yang menjadi bahan perbincangan? '


Masih di dalam lamunannya sendiri. Hani tidak menyadari bahwa sejak tadi dirinya melamun, kaisar Ryu sudah memperhatikannya Karna tiba-tiba berhenti di pertengahan jalan.


" Apa kau baik-baik saja? " pertanyaan kaisar Ryu Membuat Hani tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Eh- iy-ya Tuan. Ada apa? " Hani Mengerjabkan Matanya Tidak mendengar perkataan kaisar Ryu.


" Berikan ini kepada para Wanita yang berbincang tadi "


Kaisar Ryu menyerahkan sekantong Koin emas yang sangat banyak dari balik Jubah hitamnya.


" Aku akan menunggumu disini "


" baik , tuan " Tanpa berpikir panjang Hani Dengan cepat melaksanakan Tugas yang diperintah oleh kaisar Ryu . Ia segera menghampiri sekumpulan wanita penggosip tersebut.


" Ehm , Permisi Semuanya " Sapaan Hani Segera menghentikan Perbincangan yang berlangsung. Sekumpulan wanita tersebut langsung menatap Hani menyelidik. Mendapati seorang gadis berkulit coklat yang berbeda dari dari warga lainnya.


" Ya, Ada apa nona?" Salah satu Dari sekumpulan wanita tersebut Menjawab sapaan Hani.


" Ini Ada Sesuatu untuk para ibu semuanya dari laki laki disebelah sana " Tunjuk Hani kepada kaisar Ryu dikejauhan yang sedang menunggunya.


" Oh Apa ini?" Tanya wanita tua yang lain. Dengan kantong kain berwarna hitam yang Hani berikan. mereka segera membuka nya dan Langsung terkejut satu sama lain. mendapati koin emas yang berkilauan.


" Ya Tuhan, ini koin emas "


" Benar sekali "


" Apa maksud nona ini memberikan nya kepada kami?" Tanya seorang wanita tua bertubuh gempal kepada Hani. ia berpikir seseorang tidak akan memberikan sesuatu dengan cuma-cuma. jika tidak di barengi dengan sebuah permintaan.


" Itu - Aku tidak tau . Tuan hanya menyuruhku untuk memberikan nya kepada kalian "


" Benarkah? "


" en " Hani mengangguk mengiyakan.


" Sebentar . sebentar . bukankah itu Tuan Ryu? "


seorang wanita mengenali Tuan Ryu. Dan yang lainnya juga terlihat syok melihat Kaisar Ryu yang masih berdiri menunggu Hani di kejauhan.


" en- Dia tuanku " Sekarang Hani yang terlihat bingung karena sekumpulan wanita tua tersebut mengenali kaisar Ryu.


" Wahhh Kau bawahan nya Atau kekasih nya? " todong salah satu wanita tua berambut cokelat kepada Hani . Sehingga yang lain ikut serta menimpali.


" Aku-" belum sempat Hani menjawab dirinya telah ditarik paksa oleh wanita bertubuh gempal untuk duduk sebentar.


" Kemarilah, Kau beruntung sekali bisa menjadi Kekasih tuan Ryu" Hani tidak mengerti dengan maksud perkataan wanita gempal tersebut.


"Ya betul. Dia sangat Baik kepada kami. bahkan keseluruh para warga yang memiliki kesulitan "


" Katakan kepada Tuan Ryu terima kasih banyak atas koin emas nya "


"Ya , katakan padanya. Semoga dia diberikan umur panjang"

__ADS_1


Hani sangat bingung, jelas jelas tadi Dia mendengar Sekumpulan wanita tua tersebut membicarakan keburukan Kaisar Ryu. dan sekarang Ketika Kaisar Ryu memerintahkan dirinya untuk memberikan Kantong kantong berisi koin emas. Banyak pujian yang mereka lontarkan untuk kaisar Ryu.


' Ibu ibu Zaman Sekarang memang sangat aneh, mereka susah ditebak ' Gumam Hani sekembalinya memberikan Kantong kantong berisi koin emas tersebut.


__ADS_2