
Sementara Di jarak yang begitu jauh, Ichiro Sedang mengejar waktu untuk segera Menemukan ibu dan pamannya.
Ichiro Lelah bukan Main, Bukan tentang fisik nya melainkan Mental pikiran nya sendiri. Bagaimana tidak, Beban yang ia bawa terus mengoceh setiap waktu. Dan ia Berniat Untuk menitipkan nya Kepada Mama Athena.
Biasanya, ia akan membutuhkan waktu sesingkat mungkin untuk sampai dengan Keahlian berlarinya yang cepat.
Namun kini ia harus menunggu dengan sabar sosok Gadis bernama Nana itu yang berjalan nya saja bagaikan siput.
" Apa kau bisa lebih cepat lagi, nona? " Ichiro memperhatikan Nana Dari atas pohon. Ia bertengger sebentar untuk mengawasi sekitar.
Huh Huh Huh
Suara helaan nafas penuh lelah milik Nana tidak membuat Ichiro merasa kasihan. Enak saja, Tulang punggung Ichiro Hampir remuk Karena Dua hari penuh tanpa henti. dirinya menggendong Gadis bermuatan seperti Gajah itu.
" Sebentar, sebentar tuan. Aku- Lelah Huh" Menarik nafas panjang Nana memegang Dadanya yang masih kembang kempis. ia menyerah terduduk dibawah pohon.
" Dasar Babi "
" Apa? Tuan mengatakan apa? Babi. Tuan mengataiku Seperti babi Hah" Nana meradang.
"Ryeonku saja tidak pernah mengataiku seperti itu. bahkan ia rela menggendongku untuk pulang saat tertidur dihutan. Hiks hiks aku rindu Ryeonku, aku rindu rumah, AKU INGIN PULANGG HIKS HIKS. Aku pulang saja. Aku tidak ingin ikut denganmu" .
Nana Beranjak berdiri kembali untuk pergi namun berbalik Arah Haluan. Ia bertekat untuk pulang ke desa Nil. walaupun tidak tau arah menuju pulang kesana.
" Ck Menyusahkan " Lirih Ichiro Sebelum turun dan menghalangi Nana untuk pergi.
" MINGGIR ! AKU INGIN PULANG SAJA HUWAAA" Tangis Nana Semakin kencang .
Dengan Terpaksa Ichiro langsung menggendong Nana kembali di pundaknya. Akan tetapi mendapatkan penolakan dari Nana.
Pak pak pak
Begitu Ringan tangan Nana meloloskan Pukulan kecil dipundak Ichiro . Membuat Ichiro semakin Geram.
" Hentikan nona. Atau kau ingin kutinggalkan disini dan menjadi Santapan Nikmat hewan Liar yang kelaparan. Kebetulan sekali, Di atas sana aku tidak sengaja melihat Singa Yang sedang bersantai. Atau Aku suguhkan saja Diri mu dengan Sukarela Sekarang?"
TAK
Sekarang Kepala Ichiro yang menjadi sasaran timpukan tangan Nana.
" Aish, Kau Menantang ku nona " Nana mengeratkan pegangan dileher Ichiro takut. ia Merasa bersalah Ketika Merespon perkataan Ichiro Dengan sebuah Pemberontakan. Nyatanya, ia tidak punya nyali Karena hanya seorang diri. Apalah ia yang hanya seorang gadis biasa tanpa keahlian Bela diri.
" Maaf, tuan " Cicit Nana penuh salah.
" Akan ku maafkan. Asal kau tidak lagi merepotkan Adikku. Dia sangat kecil Dan kau Mencoba untuk Menyusahkan nya dengan menggendongmu. Apa Kau tidak punya kaki atau kau mau aku Berikan Saja Pada hewan liar Untuk segera binasa? Hah".
Memang mulut Ichiro Sangat pedas jika sudah menyangkut anggota keluarga nya. Membuat Nana Merasa semakin bersalah. Karena dulu sering Menyusahkan Ryeon ketika bersama.
" Maaf, maaf kan aku. Aku berjanji tidak akan Menyusahkan adikmu lagi Tuan" Ucap Nana begitu tulus di Sisi telinga Ichiro yang begitu dekat. Namun Tidak mendapatkan Tanggapan dari Mulut Ichiro yang tiba-tiba tertutup rapat.
__ADS_1
" Berpegangan lah. Jaraknya Tinggal 1 Kilometer lagi menuju Keberadaan Singa itu " Ichiro menghiraukan perkataan Nana. Justru malah menakut nakuti Nana dengan keberadaan Singa yang Tidak ada.
" Oh ayolah, Candaan mu tidak lucu Tuan Ichiro"
Nana terkekeh kecil.
************
Padang rumput terhampar luas. setelah Nana keluar dari Hutan yang rimbun. Dia bisa melihat Rumah rumah penduduk dari Atas perbukitan di tepi hutan.
Tidak Dengan Keberadaan Singa yang Benar Ia lihat saat ini. Tengah Asik merumput Dengan seorang Bocah berkepala botak. Perkataan Tuan Ichiro yang sangat gila itu terbukti Adanya.
Dan Nana tidak berharap Perkataan Tuan Ichiro yang ia anggap Sebagai Candaan Tadinya adalah Serius. ia tidak ingin disuguhkan Menjadi makan siangSinga itu. Nana masih belum menikah dan ia tidak ingin mati muda karena di nyam oleh Singa.
Nana mencoba untuk semakin mengeratkan pelukan di leher Ichiro. ia tidak akan turun dari gendongan Ichiro. Sampai ia tidak lagi melihat singa itu berada di depan matanya.
Sedangkan Ichiro terlihat Sesak karena Tangan kecil Nana yang mengikat lehernya begitu kuat.
" Le-paskan, lepaskan tanganmu dari leherku" pinta Ichro membuat Nana langsung sadar dengan tindakan nya yang hampir membunuh orang.
" Tuan, maaf. Tolong jangan Berikan aku pada singa itu. Aku benar-benar minta maaf "
Nana menyembunyikan dirinya pada Punggung Ichiro Agar tidak terlihat oleh Singa besar itu.
" Olimpus ! " Seru Ichiro mengagetkan kedua makhluk berbeda Spesies itu.
ROAARRRRRR
Dari balik punggung Ichiro, Nana bisa mengintip Singa itu Berlari kencang menuju kearahnya bersama Si bocah botak yang tidak ia kenal.
" KAKAK KEMBALIII " Bocah itu berteriak heboh Ingin memeluk Ichiro . Namun ia urungkan Ketika menyadari sang kakak sedang menggendong seseorang.
" Siapa Kakak itu? " Tunjuk nya pada Nana.
" Dia Nona Nana. Dimana yang lain? "
" Kak Che Bersama Kak Kai Sedang Mengerjakan Tugas yang kakak Kirimkan lewat surat".
" Mama? "
" Mama Sedang Kepasar Untuk membeli Keperluan Bahan makanan karena Kakak mengatakan Akan membawa Orang ".
" Aku hanya mengatakan Satu orang saja. Dan ia begitu Sibuk Hingga Sampai berbelanja, Huh" Ichiro Menghela nafas Lelah. Ia tidak habis pikir Dengan Tingkah pola mama Athena.
**************
" Apa desa Aman, Chen? " Tanya Ichiro diperjalanan pulang Menuju Rumah.
" Hm " Chen mengangguk. Ia memperhatikan Sekali lagi Nana yang tidak berkutik Sedari tadi di punggung Ichiro.
__ADS_1
" Nona, Apa sebegitu nyaman nya pundak Kakakku Hingga kau tidak ingin turun dari punggung nya? " Tanya Chen penasaran.
" Chen, Sebenarnya Dia ingin menunggangi olimpus"
" Benarkah? Kalau begitu aku akan jalan saja. Dan nona bisa menaikinya" Chen Berbinar Terperangah. Ia segera Turun Dari Tubuh Olimpus.
TUK
Nana memukul kepala Ichiro secara kencang hingga Si pemilik Mengaduh kecil.
" Kau mau mati, hah" Tawar Ichiro dengan wajah memerah padam.
" TIDAK ! TUAN JAHAT HUWAAAA" Nana semakin mengeratkan rangkulan dileher Ichiro. ia menangis Lagi, Hingga Ichiro dapat merasakan pakaiannya Sudah Sangat Basah karena Tangisan Nana.
HAHAHAHAHAHA
Kini Ichiro Tertawa membuat Chen kebingungan melihat raut wajah sang kakak yang cepat sekali berubah.
" Naiklah kembali Chen. Dia Sebenarnya Takut kepada Olimpus, Hahahaha "
Chen menuruti perintah Ichiro. ia segera menaiki Olimpus kembali Hingga menuju Rumah.
************
Rumah itu masih tetap Saja terasa Hangat Meskipun Udara Sudah memasuki Musim Dingin. Beberapa Dinding Dibangun dengan kayu tebal berkualitas tinggi. sehingga orang yang menempati tidak merasa kedinginan.
Dapur Sangat berantakan Karena Sang ratu rumah kini tengah Sibuk sedang memasak hidangan begitu banyak. Entah untuk siapa Semua makanan Cheche Terlihat penasaran karena barusaja tiba.
" Mama, Untuk siapa makanan sebanyak ini? Apa seseorang Akan datang? "
" Ya"
" Siapa ?"
" Ichiro akan kembali. Dan ia mengatakan akan membawa seseorang"
" Apakah beberapa orang?"
" Tidak. hanya Satu orang " .
" Lalu untuk apa mama memasak makanan sebanyak ini. Jika hanya Satu orang saja yang akan datang" Cheche Merasa mamanya perlu Diperiksa Kesehatan Mentalnya.
" Entahlah, Mama merasa Memiliki Firasat Kakakmu Membawa Seseorang yang Istimewa hari ini seperti Ryu" Mama Athena tersenyum Antusias Sambil menguleni tepung yang ia akan buat menjadi Kue.
" Oh Ayolah, ma. Itu hanya Tamu biasa tidak seperti Kak ryu" Cheche Menyerah. Ia tidak sanggup Lagi untuk menanggapi Pola pikir mamanya yang diluar Nalar.
" MAMA, AKU PULANG DAN KAK ICHIRO " Itu Suara Cempreng Chen Dari Arah Depan. Membuat Mama Athena langsung berhenti seketika menguleni tepung.
" Itu Dia. Ah Cheche, Gantikan mama Sebentar"
__ADS_1
Tampak Heboh mama Athena segera Menghilang menuju Arah depan untuk menyambut Ichiro. Meninggalkan Cheche yang hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.
" Huh, Mari kita lihat Siapa yang Di bawa oleh Kakak Tiraniku"