Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
101.


__ADS_3

Kini Nana ditinggal seorang diri, Tanpa sosok seorang teman satupun. Semua keluarga Paman dwayne sudah berangkat tadi pagi menuju istana.


Sempat terjadi adu cekcok antara Nana dan Mama Athena karena Nana Menolak untuk ikut . Namun semuanya teratasi karena Tuan Ichiro yang menjadi penengah.


"Hufh"


Demi mengusir kesepiannya, Nana memilih untuk Merajut. Ia akan membuat syal untuk dipakai ketika musim dingin tiba nanti.


Masih teringat jelas saat pagi tadi Mama Athena terus memaksanya untuk ikut serta. Namun, Ichiro Memberi pengertian kepada mama Athena agar tidak memaksa.


Rasanya tidak nyaman datang keacara sebuah perayaan yang mana Kita bukan siapa-siapa dalam perayaan itu. melainkan rakyat biasa yang ikut serta karena dipaksa oleh sebuah keluarga terhormat.


Nana tidak menginginkan hal itu, Dan hal ini.


" GRRRRRRRRR, AUMMMMM".


Oh ayolah, ia baru beberapa saat yang lalu memberi makan Olimpus dan sekarang singa itu kembali mengaum didepan pintu untuk meminta makan lagi.


Terpaksa Kaki nana berjalan untuk mengambil Bahan makanan di ruang penyimpanan. meskipun dirinya tidak ikut dalam perayaan Pernikahan itu. akan tetapi ia justru mendapatkan beban Untuk menjaga Olimpus yang seharusnya tidak perlu dijaga. Menyebalkan !


Dengan wajah lesu, ia memberikan sepiring besar daging mentah penuh agar Olimpus tidak meminta lagi. dan setelah itu melanjutkan kembali pekerjaan nya yang sempat tertunda.


Belum sempat Bokongnya menduduki kursi. Nana dibuat Berjingkat karena gedoran keras dari arah luar .


DUK DUK DUK


DUK DUK DUK


DUK DUK DUK


Jangan katakan Olimpus meminta Tambahan lagi. oh ayolah, Nana sudah memberikan Semua persediaan yang ada. Dan ia berniat akan berbelanja esok hari.


GUBRAKK


BAMMM


Nana menganga ditempat ketika menemukan pintu depan sudah terlepas dari engsel pintu. dan pelakunya kini sedang menatap nya dengan deru nafas tak beraturan.


" Ap-apa yang terjadi? " Nana tidak mengira Tuan Ichiro yang datang.


" Kemari Cepat. Kita sudah hampir terlambat hufh" Ichiro menarik nafas kasar.


" Kemana? " Nana Bingung dengan Perkataan Ichiro yang Ambigu.


" Ah Sial. Tidak ada waktu lagi" Ichiro langsung menyeret dan Menggendong Nana seperti karung beras.

__ADS_1


"KYAAAA APA YANG TUAN LAKUKAN?" Nana meronta dalam gendongan.


" Ck, berisik " Ichiro memukul pelan bokong Nana.


" KYAAAA APA YANG TUAN LAKUKAN? CEPAT TURUNKAN AKU" Pinta Nana Memelas.


" Berhenti Meronta. Apa kau mau kulempar dari sini" Ancam Ichiro Sambil melompati Dahan pohon satu ke pohon lain Secara cepat. ia tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni Nana yang cerewet.


Menatap ngeri kearah bawah, Nana memilih untuk diam dan tidak lagi meronta seperti ulat bulu. Biarlah, kali ini saja ia digendong seperti karung beras dengan posisi kepala yang terus saja menunduk kebawah.


Menikmati Adrenalin Spot Jantung yang serasa Berdentang ketika melihat Kondisi Kearah Bawah. Nana berharap ia tidak akan mati muda.


" Mengapa tuan kembali? " Setelah beberapa menit. Tetap saja, mulut Nana tidak bisa didiamkan . ia begitu penasaran dengan Ichiro yang kembali lagi .


" Aku ingin Pulang. Chen akan marah jika Olimpus ditinggal" Tambah Nana.


" Tidak Akan" Jawab Ichiro datar.


" Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa tuan kembali?"


" Mama menangis sepanjang perjalanan. Karena Sia sia telah Mempersiapkan pakaian khusus Untukmu, Namun kau tidak ikut" ungkap Ichiro.


" Benarkah? Mengapa saat itu mama tidak mengatakan nya?"


" Karena Aku lebih dulu mengatakan penyebab utama kau tidak bisa ikut"


" ya " Nana syok mendengar perkataan Ichiro yang sudah membeberkan kisah Gelapnya. pantas saja mama Athena tidak menuntutnya lebih untuk ikut. Ternyata, tidak lain karena mama Athena merasa tidak enak hati. Sungguh, sangat memalukan dirinya ini.


**************


Sementara Di dalam Kereta, Mama Athena sesekali Memperbaiki Riasannya yang luntur Akibat menangis.


" Cheche sayang, Apa mama sudah terlihat lebih baik? "


" Hm, ya" Cheche sudah lelah Melihat Mama Athena yang sedari Kakaknya pergi. Tidak Pernah selesai untuk memoles Wajahnya. Padahal, Ini masih diperjalanan dan Mama Athena selalu sibuk merias wajahnya. Apalagi jika sudah sampai di istana. Mungkinkah mamanya akan berubah menjadi Badut ketika tiba, karena terlalu sering menambah polesan di wajahnya. Cheche tidak dapat membayangkan hal itu terjadi.


Cheche mengintip ke arah luar. Matahari pagi telah menyambut mereka. Tinggal setengah perjalanan lagi, mereka akan sampai. Mungkin esok hari, jika tidak ada halangan yang menghambat diperjalanan. Seperti saat ini, Ichiro belum kembali sedari semalam menjemput gadis itu.


" KAKAK DATANG ! KAKAK DATANG !" Chen memberitahu Dari arah luar . Ia Menyembulkan kepalanya kedalam kereta Lewat Jendela.


Srettttt


Lipstik yang Mama Athena Poleskan Tidak sengaja melebihi dari garis bibir yang ia harapkan. Karena Berita dadakan dari sang anak.


" Ahhh, Lipstik ku " Mama Athena segera menghapus lipstik nya yang belepotan dengan cepat . menghiraukan Cheche yang menertawakannya Dengan Kencang.

__ADS_1


BRAKKK


Pintu Kereta kuda yang Mama Athena tumpangi Terbuka lebar. menampakkan Nana dalam gendongan Ichiro, yang seperti Karung beras .


Mama Athena dan juga Cheche sempat termangu sebentar. Dan Setelah Nana Diturunkan, Barulah Mama Athena Menangis kembali.


"Hiks Hiks hiks~ Ryeon, Kau membawakan Nana Untuk mama?" Mama Athena dibuat terharu oleh Kebaikan Hati sang anak.


" En~ Jangan menangis lagi, mama. Itu akan menambah riasan wajah mama semakin hancur".


" Benarkah? " Mama Athena Segera menghentikan tangisnya. Disertai dengan iringan tawa membahana dari Cheche .


Ichiro mengangguk pasti Dan setelahnya, pergi secepat kilat sebelum Teriakan maut mama Athena keluar.


" BOCAH SIALAN " Mama Athena tersadar Jika Dirinya Dipermainkan oleh Ichiro. Ia begitu Gemas ingin menjitak kepala Anak Sulungnya satu itu. Namun terlambat karena si pelaku sudah pergi menjauh dari jangkauan nya.


" HAHAHA HAHAHA" Cheche tertawa keras ketika menyaksikan Sang kakak yang tidak mudah dibohongi oleh sang mama. Meskipun Aksi menangis sang mama Dilakukan begitu lama. Namun itu semua tidak membuat Sang kakak luluh menjadi Sosok yang menyebalkan. Ya, begitulah sifat Ichiro Dingin akan tetapi Perhatian Secara Diam diam kepada orang orang yang ia sayangi.


***********************


Di Istana, Kaisar Ryu tergesa mendekati Sang Istri diperaduan.


" Ada apa? hm" Ia khawatir ketika melihat Hani terbangun dengan keringat yang membasahi pelipisnya.


" Kau bermimpi buruk? " Hani mengangguk pelan . Ia langsung didekap dalam pelukan Menenangkan Kaisar Ryu. Usapan lembut jatuh di surai Hani.


" Apa yang kau mimpikan?"


" Seseorang Berusaha melukai yang mulia "


" Siapa? " tanya kaisar Ryu penasaran. Siapa gerangan orang yang berani Melukai nya meskipun itu hanya lewat mimpi .


" Entah lah. Aku berharap itu hanyalah mimpi semata yang mulia " Hani membalas pelukan Kaisar Ryu begitu erat. ia tidak ingin terjadi sesuatu hal apapun kepada Kaisar Ryu.


" Ku pastikan Itu hanya mimpi" Janji Kaisar Ryu.


Memandang sang istri penuh lembut Berharap mendapatkan Energi Penyemangat pagi ini.


Belum sempat dirinya mendaratkan Kecupan dibibir merah Sang istri . Mala petaka justru datang mengejutkan keduanya.


GUBRAK


Pintu kamar terbuka lebar karena ulah seseorang.


" PAAAMAAAAAANNN RYUUUUU " Seru Pangeran Gabriel. Menghiraukan Kaisar Ryu yang tengah mendidih akibat ulahnya.

__ADS_1


' Bocah Tengik '


__ADS_2