Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
7. Tameng Baru yang Berharga


__ADS_3

"Untuk kalian kutugaskan membantu Koki didapur istana pagi ini". itulah yang hani dengar Dari Kepala pelayan istana.


Hari pertamanya menjadi seorang pelayan. Ia ditugaskan didapur bersama Lily Serta Maomi, Sun dan juga Ziu yang Baru resmi ia kenal.


Mereka terlihat menerima dan juga bersahabat Kepada hani. Ia fikir mereka akan menjauhi hani karena keadaannya yang berbeda. Namun ternyata tidak, bahkan mereka menyelipkan sebuah pujian kepada hani membuatnya terheran.


"Wah kau memiliki Mata yang indah. Dari mana kau mendapatkannya? Ayah atau ibu?" Maomi mengamati mata hani begitu dekat. Sehingga Membuat hani memundurkan kepalanya risih.


"Benarkah? Aku ingin melihatnya juga". Sun begitu antusias dengan ucapan maomi. Membuatnya juga mendekat kearah hani.


"Hei, apa yang kalian lakukan? Cepat iris bawangnya atau nyonya zuang akan menghukum kalian" .Ziu menatap garang kearah maomi dan sun yang meninggalkan pekerjaan.


"Sun, maomi tinggalkan hani. Kalian membuatnya takut jika seperti itu". Tambah lily menatap maomi dan sun berkacak pinggang.


"Apa maksudmu?" Maomi mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Kupikir hani sedang ketakutan saat ini, melihat tingkah kalian yang seperti ingin mencongkel mata hani dengan benda yang kalian bawa". Ziu kembali bersuara.


"Benar begitu?" Maomi menatap hani meminta jawaban.


Sedangkan hani hanya bisa mengangguk, berkebalikan dengan hatinya. Pisau sudah menjadi temanku setiap hari, tetapi tidak untuk disini.


Ia harus bisa mengendalikan dirinya yang bebas disini. Istana tidak seperti desa yang bisa hani jelajahi sesuka hati. Hani harus selalu waspada disetiap tindakannya. Karena diistana adalah tempat dimana berbagai Orang licik berada. Bahkan lebih licik dari seoarang pencopet pasar sekalipun.


Tidak akan ada lagi hari-hari dimana hani melarikan diri dari ibunya untuk berburu, belajar bertarung secara diam-diam dengan pamannya serta belajar pengobatan dirumah klinik. Butuh waktu lama untuk kembali seperti semula


Kini ia harus menjadi pelayan yang patuh melayani seorang kaisar yang kejam diistana.


Itu adalah kekesalan terbesarnya saat ini.


"Maafkan kami jika membuatmu takut" Maomi dan sun serempak kembali ketempatnya semula. Mengerjakan tugas yang sempat mereka tinggalkan .


Sementara Lily langsung mendekat kearah hani


"Han, mari kita cuci berasnya?" Lily menyenggol lengan hani mengajaknya untuk membersihkan beras yang akan dimasak.


"Baiklah".


****************


"Oh, han! bisakah aku tinggal sebentar? Rasanya perutku sakit sekali". Lily meringis kesakitan memegang perutnya.


"Ya, cepat pergilah. Aku bisa menyelesaikannya sendiri" Usir Hani Kepada lily Khawatir.


Mendengarnya, Lily pun langsung lari menjauh. mencari tempat pemandian terdekat tanpa basa-basi.


Matahari sedikit menunjukkan sinarnya. Membuat tubuh hani sedikit menghangat karna pantulannya. Ia segera mengambil wadah bersih untuk beras yang sudah ia cuci bersih . Namun, Tangannya menghentikan beras yang akan ia tuai.


Bukankah ini wangi bunga Oleander? Aneh Mengapa bisa sampai ada serbuk bunga diwadah ini? Hani mengerutkan dahinya. Sesekali meneliti wadah yang ingin ia gunakan.


Sepertinya ada seseorang yang ingin meracuni Kaisar Kejam itu. Ia tersenyum kecil. tapi, maaf. Ini tugas pertamaku sebagai pelayan baru. Jika itu terjadi, maka nyawaku dan keselamatan orang- orang desaku akan dipertaruhkan.


Hani baru mengetahui jika wadah yang ingin ia gunakan mengandung racun tak kasat mata. Mungkin bagi orang lain yang melihatnya Wadah itu terlihat bersih dan biasa saja. Namun, berbeda dengan hani.

__ADS_1


'Jika mata tidak bisa melihat maka penciuman atau pendengaranlah yang bekerja'.


Ya, dia menemukan serbuk bunga oleander yang sangat halus telah seseorang lapisi dibagian wadah itu dengan sangat rapi. sehingga orang biasa tidak dapat melihatnya. Dan efeknya sangatlah


Boom!


orang yang meminum atau memakannya akan mati perlahan-lahan dengan diperlambatnya denyut jantung dan juga sistem syaraf yang tidak akan bekerja.


Sungguh malang nian nasibmu Kaisar kejam. Tapi tidak, itu tidak akan terjadi. Nyawaku akan melayang nantinya jika Racun ini tidak aku singkirkan.


Hani segera membersihkan racunnya dengan mencuci wadah itu kembali.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Aneh Baru kali ini tidak ada racun didalam makananku. Apa mereka telah menyerah membunuhku? Kaisar ryu Tampak Bingung melihat makanan yang telah tersaji didepannya. Ia terlihat menyipitkan matanya sangat fokus mungkin ada racun yang disembunyikan rapi yang tidak ia lihat. Namun, nihil ia tidak menemukannya.


Kasim Lee-pendampingnya semenjak kecil serta orang kepercayaannya setelah panglima, menyadari kebingungannya.


"Ada apa yang mulia? Apa yang mulia tidak menyukai masakannya? Jika tidak, Hamba akan meminta pelayan untuk membuatkan yang anda suka".


Ia mengangkat tangannya tanda menolak.


"Baiklah kalau begitu. Dayang Mulai cicipi Makanannya" perintah kasim lee.


Keringat dingin mulai membanjiri badan sang dayang.


Ia tidak ingin bernasib sama dengan para dayang yang lain.


Dan itu adalah tugas mereka sebagai penyicip makanan sebelum Kaisar ryu makan.


Belum sempat salah seorang dayang duduk Kaisar ryu langsung mencegatnya. Mengibaskan tangannya mengusir dayang tersebut untuk segera keluar. Betapa beruntungnya ia hari ini. Ia segera bergegas keluar dari ruang makan Kaisar.


"A-pa. apa yang anda lakukan yang mulia? Bukankah mereka harus menyicipi makanan yang mulia terlebih dahulu?" Kasim lee tampak heran melihat Kaisar ryu yang tidak membutuhkn dayang untuk menyicip makanannya.


"Tidak, Makananya Aman".


Kasim lee sangat jelas mengetahi bahwa kaisar bukannya tidak tahu menahu tentang masalah racun , sehingga membutuhkan seorang dayang untuk menyicipi makanan yang akan ia makan.


Tetapi, kaisar ryu lakukan agar supaya ia tau Mana Dayang yang setia padanya dan tidak. Bahkan tanpa orang lain sadari Kaisar ryu telah mencium bau kebusukan pemberontak dari dulu hingga sekarang yang belum bisa ia temukan Dalangnya.


Caranya sangat halus dengan memasukkan racun tanpa absen setiap harinya di makanannya. Dan ya, Ia mulai kebal akan hal itu dengan menyediakan tameng-tameng kecilnya, serta Wawasannya yang terbilang cukup untuk mengetahui jenis racun ia pergunakan sebaik mungkin. Karena dia- sebagai seorang kaisar harus bisa nenjaga dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Itu adalah Ajaran mutlak dari ayahnya dulu.


Melihat Kaisar Ryu yang akan melepas topeng emasnya. Kasim Lee segera undur diri dari hadapannya. ia jelas sudah tau bahwa siapapun dilarang melihat wajah Kaisar ryu sekalipun itu orang kepercayaannya. Kasim lee hanya bisa menghela napas pasrah melihat Kaisar ryu yang harus hidup dibalik Topeng Masa lalunya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Suatu Penghargaan atau tidak untuk seorang Hani dengan teman-temannya. Sorang Kaisar Kejam Menyuruh mereka yang bertugas memasak kemarin untuk menjadi juru masak tetapnya. Ah, ini benar-benar hari yang luar biasa menurut hani .


Bahkan Kaisar menyuruh mereka sekaligus mengantar makanannya keruang makan Kaisar saat ini.


Hani bisa merasakan detak jantungnua begitu cepat saat ini, bahkan Keringat dingin bisa ia rasakan ditelapak tangannya.


Pintu terbuka, para pelayan berjejer masuk menghidangkan masakan yang ia bawa kearah meja yang sudah tersedia.

__ADS_1


Mereka semua nampak tertunduk terlihat takut untuk mengangkat kepalanya barang sedikitpun. karena mereka merasa ada seseorang yang mengawasi mereka diujung meja yang mengeluarkan aura mencekam.


Bahkan Hani bisa merasakan Sebuah mata tajam mengawasi pergerakannya dengan sangat intens. sampai ia meletakkan masakan yang ia bawa dan berlalu mengundurkan diri.


Namun, keadaan berkata lain. Kaisar Ryu memerintahkan mereka untuk tetap berada diruangan itu.


"Cicipi makanan yang kalian masak" Perintahnya setelah sekian lama terdiam.


Sementara para juru masak yang beranggotakan Hani, Zee, maomi, Sun dan Beberapa senior pelayan lainnya saling melirik satu sama lain.


Siapa orang yang berani akan melakukannya. Nihil, tidak ada seorang pun yang beranjak dari sesi menjadi Patung yang tak berharga saat ini.


Kasim lee nampak bingung dengan perintah kaisar ryu. Bukankah sudah ada dayang yang bertugas menyicipinya.


"Yang mulia.."


Kaisar ryu memotong ucapan kasim lee segera dengan tangannya. Ia tidak ingin mendengar celotehannya saat ini.


Aura hening sedikit mencekam dalam ruangan itu. Namun tidak untuk Kaisar yang mengangkat alisnya sinis.


ternyata sama saja tidak ada yang begitu pintar untuk ku jadikan tameng kecilku. Harus selalu aku yang memilihnya langsung. Bahkan tetua-tetua desa bodoh itu hanya memberikan kecantikan mereka yang tidak begitu bermanfaat bagiku. Cih, Dan juga Desa mana yang sudah kehabisan gadis-gadis cantiknya. Kaisar menatap Hani menilai dari ujung rambut sampai kekaki.


Ia akan mengangkat tangannya untuk menunjuk Wanita cantik desebelah hani. namun ia urungkan karena melihat sesuatu yang menarik di makanan yang mereka hidangkan.


Ide cemerlang terlintas di otaknya. Ia mengambil sebuah cawan yang berisi kuah ikan dan juga jamur tumis.


"Pilih mana yang lebih Aman untukku makan. Cepat!" Perintahnya tak terbantah. Ia membagi dua pilihan kuah ikan ditangan kanannya dan jamur tumis disebelah kirinya. Mereka bisa menempati posisi disebelah kanan atau kiri, makanan yang mereka anggap aman untuk dimakan.


Semuanya nampak cepat bahkan sekarang telah selesai dengan pilihan yang sangat signifikan hani disebelah kanan sendirian berbeda dengan yang lain yang cepat berkumpul disebelah kiri.


Mereka semua nampak heran dengan hani yang masih tetap terpaku ditempatnya. Mereka berpikir Hani tidak mendengar perintah sang kaisar. Namun, mustahil jika ia tidak bisa mendengar suara kaisar yang sangat lantang. Tetapi, berbeda dengan Kaisar ia sedikit tersenyum geli menatap hani dari balik topengnya.


Apa dia ingin aku perhatikan khusus? Cih, sikulit coklat. Kaisar Ryu memperhatikan pelayan barunya dengan seksama sekaligus juru masak yang ia angkat hari ini.


"Kau.. " tunjuknya pada hani "mengapa kau memilih kuah ikan?Jelaskan alasannya"


"I-itu karna..." hani menghela napasnya gugup. "hufh itu karena dalam tumis jamur terdapat jamur Psylocybe yang baru hamba sadari yang mulia. Meskipun ukurannya kecil itu bisa saja membuat orang yang memakannya mendapatkan efek halusinasi sesaaat. Sedangkan kuah ikan itu sangat Aman meskipun terdapat duri-duri kecil didalam ikannya namun, itu tidak sebanding dengan jamur psylocybe yang berbahaya untuk tubuh".


Orang-orang yang berada diruang itu lansung terkejut tidak percaya atas penjelasan hani. Begitupun juga dengan Kaisar ia baru sadar terdapat jamur beracun didalam makanannya.


Sedangkan pemikiran mereka yang memilih tumis jamur melesat jauh dari alasan hani. mereka lebih memilih jamur tumis dikarenakan jamur terbilang makanan yang lebih lunak dikunyah daripada ikan yang memiliki duri.


Ternyata perkiraan mereka salah. Dan mereka sadar bahwa seorang Hani mengetahui beberapa hal Tentang Masalah Racun.


Akhirnya, aku menemukan tameng baruku. Sepertinya yang ini lebih berkesan daripada yang lain. Kaisar ryu menyeringai tipis.


"Mulai sekarang kau menjadi Tameng baruku" Tunjuk kaisar ryu kepada Hani yang sudah berwajah pucat.


Sedangkan yang lain terlihat terkejut dan ada pula yang bernafas lega karna terhindar dari pilihan kaisar sebelum mereka menjelaskan pendapat masing-masing. Sepertinya, alasan hani sangatlah benar sekali daripada pendapat mereka yang amburadul tidak pernah tau tentang hal racun.


Oh ibu, aku menyesal telah menggunakan kemampuan ku untuk mendeteksi adanya racun. Rutuk hani dalam hati. Sepertinya, hidup hani akan segera bertambah buruk.


Selamat membaca😉

__ADS_1


__ADS_2