Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
95. Keluarga Han-shin Berkumpul kembali


__ADS_3

Medan perang tidak lagi Semencekan Beberapa waktu lalu. Tidak ada Seorang pun yang berniat untuk memulai penyerangan. mereka hanya menunggu perintah Dari pemimpin masing masing untuk melawan ataupun menyerang.


Hiro meninggalkan Barisan pergi menuju ketempat Ryeon berada. Berlutut dihadapan Ryeon Hingga membuat para pengikutnya tercengang.


" Aku tidak akan pernah meminta maaf Atas semua kesalahan yang telah ku perbuat. Sudah memang jalanku menjadi seperti ini .Aku hanya dapat berterima kasih kepadamu Karena telah memberitahukan semuanya yang tidak pernah aku ketahui. Dan menyerahkan diri Atas segala apa yang telah kuperbuat"


Ryeon terkekeh mendengar nya.


" Kau Sangat angkuh ternyata Panglima, persis seperti ayahmu" .


Hiro mengangkat wajahnya tidak suka, ia tidak ingin disamakan oleh pria Tua bajingan itu. Karena selama ini, ia telah di telantarkan dengan sengaja untuk bisa bertahan hidup seorang diri. Hingga Menjilat kepada kaisar Ryu menjadi seseorang yang terhormat Dikerajaan.


" Jangan samakan aku dengan dirinya "


" Baiklah. Lalu, apa yang kau inginkan sekarang? Kesalahan mu sudah terlalu banyak jika kau tau itu"


Hiro tidak mengelak.


" Berikan aku hukuman yang setara dengan kesalahan yang telah aku perbuat" pinta Hiro kepada Ryeon.


" itu bukan kebijakan ku. Beruntung nya engkau, bukan Ryu yang datang ke pertempuran ini. jika hal itu terjadi, mungkin Ryu tidak akan sanggup untuk menghukum mu karena ia telah menganggap mu sebagai seorang saudara"


Hiro tertunduk dalam. ia menyesal telah membohongi kaisar Ryu selama ini.


" Tolong katakan kepadanya jika kau bertemu. Maaf, untuk semua yang telah Aku perbuat. Maaf, telah membohongi dirinya selama ini. Dan maaf Aku sudah Menjadi Sosok yang dianggap nya saudara, selama ini membalasnya dengan Penghianatan"


" Akan ku sampaikan. Ada lagi?"


" Tidak. Kami akan mundur " Hiro beranjak. sedangkan Pengikutnya Sempat terkejut karena sang pemimpin mengaku kalah. Mereka dilema Antara mengikuti sang pemimpin yang memilih mundur atau tetap dalam tujuan memberontak.


" Kau melupakan Sesuatu panglima" Sela Ryeon sebelum Hiro menjauh dari hadapannya.


" Maksudmu? " Hiro berbalik menghadap ryeon tidak mengerti.


SRETTTT


CRASHHHHHHH


Pasukan Hiro bergeming di tempat. melihat Pemimpin mereka sudah Tergeletak Jatuh ditanah dengan Tusukan pedang tepat di jantungnya.


" Kau lupa Meminta maafku untuk segala Perbuatan mu yang telah kau perbuat kepada adikku dan juga pamanku"


Ryeon menatap tajam jasad Hiro. Tidak ada ampun Bagi orang orang yang menyentuh bahkan menyakiti keluarga nya. Itu sudah peringatan Ryeon dari lama.


Berganti kearah Pasukan pemberontak, Beberapa dari mereka terlihat khawatir karena sang pemimpin telah Mati. Namun tidak pelak, masih ada keberanian dari mata mereka untuk Berperang.


Suiiittttttttttt.


Kwakkkkk kwwaaaakkkkk

__ADS_1


Han Bertengger Ditangan Ryeon yang sudah Berlumuran darah.


" Hai Han, mari kita berpesta"


Mengarahkan Han untuk terbang kearah depan. Ryeon Siap menyerang dengan kehadiran Berkompi kompi pasukan Klan setan merah. mereka datang dari arah yang tidak terduga berkumpul menjadi satu bersama pasukan Kerajaan Tin yang tinggal sedikit.


"BINASAKAN ! ! ! " Dalam hidup Seorang Ryeon tidak ada yang namanya Gagal Perang. Perang akan tetap terjadi. Kalah Karena mati, Atau kembali membawa kemenangan.


**************


Atas permintaan Kaisar Ryu, jasad Hiro dimakamkan secara layak dikerajaan Tin . meskipun Jasadnya sudah tercabik-cabik oleh burung pemakan bangkai hingga tidak beraturan. akan Tetapi, jasadnya tetap dikebumikan secara layak di tempat Anggota Kerajaan Tin dan juga para pahlawan.


Kaisar Ryu mengatakan " Sedikit banyak Hiro telah membantu Membangun kejayaan kerajaan Tin dari masa terpuruk meskipun dia seorang penghianat"


Pasukan Kerajaan Tin Pulang membawa kemenangan. Para warga menyambut mereka bersuka cita. Hingga Tatapan mereka terjatuh kepada sosok seorang perempuan yang dibawa oleh Ichiro menunggang kuda.


Hani dengan baju zirah nya, masih tetap terlihat anggun. walaupun memiliki beberapa lebam luka diwajah akibat pukulan Hiro yang tidak main-main kepadanya.


Beberapa dari warga saling berbisik. mempertanyakan Kehadiran Hani yang tidak pernah dikenali oleh Warga.


" Woahhh nona itu cantik sekali"


" ia seperti Dewi . Siapa gerangan nona itu? apa mungkin seorang tawanan? "


" Lihatlah ! ada luka lebam di pipinya. Mungkin dia seorang tawanan perang".


"Seperti nya dia mendapatkan luka kekerasan. kasihan sekali"


Ichiro menghentikan kudanya, Berniat untuk menghentikan Mulut mulut Berisik itu. Akan tetapi, Hani menghalangi nya.


" Biarkan saja, Aku tidak apa apa"


" Tidak, Mereka harus tau Dirimu "


" Jangan ! Aku benar-benar tidak apa apa. Aku mohon lanjutkan perjalanan. aku ingin cepat bertemu dengan ibu"


Melihat sang adik yang enggan mempermasalahkan pembicaraan para warga. Ichiro memutuskan untuk segera tiba menuju istana.


Ichiro memberi isyarat kepada Pee untuk membereskan beberapa warga yang menggosipi sang adik.


Melihat hal itu, Pee langsung menghampiri perkumpulan para warga memberitahu kan sesuatu yang membuat mereka Hingga tercengang.


"Omo, ternyata gadis itu adalah anak dari panglima Han-shin dan juga nyonya Hana. Pantas saja begitu cantik"


" Seperti nya lain kali kita tidak boleh berbicara sembarangan. beruntung nya Ksatria itu Masih mau Menasehati kita. jika tidak-"


" kepala kita yang dipenggal" Imbuh ibu yang lain bergidik ngeri. tidak dapat membayangkan kepalanya terputus karena membicarakan Hal yang tidak tidak tentang Anggota Kerajaan.


******************

__ADS_1


Tiba dihalaman istana, Hani dapat melihat Seluruh penghuni istana menyambutnya. termasuk Sosok sang ibu yang ia rindukan Dan juga Kaisar Ryu.


Dengan tergopoh-gopoh tanpa menghiraukan jabatannya. Kaisar Ryu rela menghampiri keberadaan hani. ia sudah Siap mengulurkan tangannya untuk membimbing Hani turun. Namun, tangan lain sudah mencegah nya lebih dulu.


" Kau tidak boleh menyentuh adikku " Celetuk Ichiro memperingati. Kaisar Ryu segera mundur untuk memberi tempat Ichiro dan Hani turun dari atas kuda. mengurung kan diri untuk mendekati Hani karena keadaan yang belum stabil.


" Maaf, aku tidak bermaksud untuk-"


" Mari kita Urus urusan Kita yang belum selesai"


baru kali ini ada seseorang yang tidak memperdulikan perkataan Kaisar Ryu apalagi hingga memotong perkataan penguasa yang terkenal kejam itu.


beberapa penghuni istana yang mendengar nya Seketika tegang secara bersamaan. menunggu sesuatu hal selanjutnya yang akan terjadi.


" Baiklah " Semuanya cengo mendengar Jawaban kaisar Ryu yang diluar perkiraan mereka.


mereka bertanya-tanya, kemana sifat otoriter milik kaisar Ryu yang selalu kejam dan tegas. Tanpa memiliki belas kasih apalagi hingga sampai meminta maaf terlebih dahulu. Ini sungguh sangat aneh.


Hani berhambur memeluk sang ibu, ia sangat bersyukur ibunya selamat. ia tidak dapat membayangkan sang ibu meninggalkan dirinya seorang diri.


" Ibu, syukur lah ibu selamat hiks" Hani menumpahkan segala kerisauan nya yang selama diperjalanan pulang terus menerus ia pikirkan.


" Iya nak, ibu selamat . Semuanya berkat dirimu nak" nyonya Hana mengusap rambut Hani begitu lembut.


"apa ibu terluka"


" tidak. ibu baik baik saja berkat ayahmu" ucap Nyonya Hana disela tangis nya.


" Ayah ?" Hani melonggarkan pelukannya.dan baru menyadari seorang pria tua di samping sang ibu.


" Ya, nak. ini ayahmu, ayahmu dan juga ryulah yang menyelamatkan ibu" jelas nyonya Hana.


" Ayah?"


" Cerita nya panjang nak. yang pasti, ayahmu masih hidup. Dan Dia adalah ayahmu Hani"


" be-benarkah?" Hani gugup melihat kearah Tuan Han-shin.


" Kemarilah nak. Aku ingin memeluk putriku yang Sudah lama tidak Aku temukan" Tuan Han-shin merentangkan kedua tangannya.


" Ayah" Hani segera berhambur memeluk tuan Han-shin. Melepas Semua Kerinduan yang selama ini ia simpan seorang diri. karena tidak pernah mendapat kan kehadiran sosok seorang ayah seumur hidup nya.


" Ya, nak. aku ayahmu. Maafkan ayah" Tuan Han-shin meneteskan air mata terharu. tidak mengira putrinya sudah sebesar ini.


Dulu, ia merasa menyesal telah meninggal kan sang istri saat mengandung . Hingga berakhir kehilangan istri dan anaknya yang tidak pernah ia temukan. Dan sekarang ia sangat bersyukur dan dipertemukan kembali oleh keluarga nya.


" Ibu " Seru Ichiro kepad nyonya Hana.


" Kau-siapa? "

__ADS_1


" Aku Ryeon".


__ADS_2